Membudidayakan vote dan komen sebelum membaca!
☆→★
" Mama! " Lisa berlari menuju sang Mama yang sudah merentangkan tangan, bersiap untuk memeluk sang putri.
" Lisa kangen banget sama Mama! " ucap sang gadis sambil berhamburan ke pelukan sang Mama.
" Sama dong! Mama juga kangen banget sama kamu. " Tangan mary bergerak membelai rambut indah sang putri. Rasanya sudah sangat lama sejak mereka berpelukan terakhir kali.
Andrean dan Lisa berjalan masuk kedalam rumah, diikuti oleh Mary dan Andra.
" Silahkan duduk Andrean! " ucap Andra mempersilahkan sang menantu untuk duduk.
" Makasih, Om ! "
" Jangan panggil Om! Panggil Papa aja, " pinta Andra sambil tersenyum kecut.
Andrean menatap geli mertua yang dulu merupakan teman bisnis nya, " Ya, Pa! " jawab Andrean ogah-ogahan.
***
" Apa! Kamu dicekek sama cewek? Siapa dia? Berani-beraninya! " Seorang wanita paruh baya terlihat sangat emosi kala mendenar cerita sang putra.
" Iya, Bu! Namanya Lisa, " ucap seorang pemuda yang tak lain adalah orang yang dicekik oleh Lisa dikantin, Gibran namanya.
" Lisa? Hm ... siapa ya? "
" Itu lho, Bu! Orangnya tinggi tinggi, rambutnya pendek kayak lakik gitu! " Gibran berusaha untuk mendeskripsikan penampilan Lisa agar sang ibu cepat mengenali gadis gila yang membuatnya hampir mati itu.
" Ah ... yang bapaknya donatur terbanyak itu ya? " tanya wanita itu memastikan.
" Iya, dia! Dia cekik aku, Bu! Liat ni, sampe ungu dia buat! " rengek pemuda itu tak terima. Untung ada petugas kantin yang mau membantu dia pergi ke UKS, kalau gak 'kan dia udah dei.
" Apa? Berani banget dia, mentang mentang kaya bisa seenaknya! Pokoknya besok Ibu ke sekolah! " putus wanita paruh baya itu tegas! Ia tak akan sudi mengalah begitu saja, apalagi jika masalah ini menyangkut sang putra.
***
Comeback ke Andrean dan Andra yang lagi duduk berdua.
" Jadi kapan ni Papa dapat cucu? " tanya Andra sambil menaikan sebelah alisnya.
" Najis manggil papa gitu! Btw, saya gak akan ngelakuin itu sampai Lisa lulus nanti, " balas Andrean santai.
" Yahh ... kenapa gak sekarang aja? Rugi banget punya istri dianggurin gitu. "
" Kalau pun saya mau sekarang, Lisa nya gak mau! Ya mau gimana? " Andrean sesekali menyeruput kopi hitam yang sudah dipersiapkan untuknya.
" Paksa lah! " usul Andra sambil tersenyum miring.
" Saya takut Lisa makin marah kalau saya paksa, " ucap Andrean tidak percaya diri. Sudah sejauh ini, Andrean tak ingin Lisa menjauh hanya karena sikapnya yang tidak sabaran.
" Gak akan, Papa jamin! " Andra terus mencoba menghasut Andrean agar bertindak sat-set.
" Darimana kau tau? " tanya Andrean polos.
" Ya tau, lah! Cewek tu gak suka ijan ijin begitu, dia lebih suka lansung kita paksa! " ucap pria paruh baya itu serius.
' kayak pikiran laki-laki tukang celup! ' batin Andrean sambil menatap curiga sang mertua.
" Jadi mama nya Lisa begitu? Suka dipaksa? " ucapan ceplas-ceplos Andrean seketika membuat Andra reflek memukul lengan sang menantu.
" Kamu ini! Jangan bawa-bawa mama nya Lisa! " peringat Andra sambil memutar bola mata malas.
" Oh, maaf. Saya pikir kau tau begituan karena istrinya begitu, " ungkapnya dengan wajah yang kembali datar seperti biasa. Begitulah cara mereka berbicara bila hanya berdua. Apa itu sopan? Andrean gak tau.
" Yaudah, karena ini udah tengah malam, saya dan Lisa mau pamit pulang dulu, " ucap Andrean sopan sambil menyalim tangan sang mertua.
" Kenapa gak nginap aja semalam disini? "
" Gak bisa! Besok saya ada urusan penting, " tutur pria itu berusaha menolak halus permintaan Andra.
" Hm ... yaudahlah. Tapi sering-sering bawa Lisa kesini ya? " pinta Andra sambil menepuk pelan bahu sang menantu.
" Ya! Kalau lagi mood, " balas Andrean santai.
***
Andrean menatap miris sang istri, " Mandi dulu, gih! " perintah Andrean dengan nada lembut.
" Aku cape! Males, " balas Lisa sambil membenamkan wajahnya di kasur dengan posisi telungkup.
" Mau saya mandiin? " usul Andrean sambil terkekeh pelan.
Mata Lisa membola kala merasakan sebuah tangan besar menarik sayap tangannya. "Heh! Mau ngapain kau! " pekik Lisa panik. Ia berusaha semaksimal mungkin memberontak, namun hasilnya sangat nihil.
Ingin sekali rasanya ia mengucapkan kata-kata keramat itu, namun ia juga takut kalau rahasia nya bocor. Argh ... kaparat memang!
" Mandiin kamu! " Perkataan Andrean membuat bulu kuduk Lisa berdiri. Apa-apaan pria gila ini tiba-tiba ingin memandikan nya. ( stres ya bang? )
" Aku gak mau! Lepasin! " Lisa terus berusaha memberontak di gendongan sang suami. Tidak! Tubuhnya hanya dia seorang yang boleh melihat, Andrean tak boleh!
Andrean menurunkan Lisa di dalam sebuah bathtub. Mengisi penuh bathtub itu dengan air hangat lalu mendudukkan Lisa didalamnya bak putri raja.
"Lepasin aku! Sialan! " Lisa benar-benar sangat frustasi karena tangannya di tahan oleh Andrean.
" Diam! Saya cuma mau mandiin kamu! " bentak Andrean dengan nada suara rendah.
" I-iya. "
Tangan pria itu cekatan menanggalkan pakaian Lisa satu persatu hingga benar-benar naked.
Lisa menenggelamkan dirinya kedalam bathtub agar Andrean tidak melihat tubuh polosnya.
" Duduk yang benar, Lisa! " perintah Andrean mencoba untuk melembut. Jujur saja, pikiran pria itu saat ini terus dipenuhi oleh perkataan sang mertua.
' Jangan kelewatan, Andrean! ' batin Andrean berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Tangan berurat nan indah itu bergerak kesana-kemari mengusap punggung Lisa dengan sabun.
' Jangan sentuh gue please! '
Tangan Andrean terus turun hingga berhenti di pinggang gadis itu, " Saya gak bakal macam-macam kok, " ucapnya sambil terkekeh pelan. Ia dapat merasakan dengan jelas tubuh Lisa yang tiba-tiba menegang.
Pupil Mata sang gadis membesar, keringat mulai mengucur deras membasahi dahinya, detak jantung itu memacu liar, nafas yang berhembus semakin tidak beraturan.
" Ah ... ah ... ah ... bukan aku! Aku gak sengaja! " Lisa merancau pelan sambil membasuh tangan dan wajahnya buru-buru.
" Lisa? "Andrean segera menghentikan Lisa yang terus menggosok kuat tangannya di air.
" Lisa! Hey! Lisa, sadar lah! " jerit Andrean sambil menggoyang goyangkan tubuh Lisa.
Lisa kembali terhenyak saat tangan Andrean tanpa sengaja mengenai pinggangnya, " Ahkk! Jangan sentuh aku! " teriak Lisa kencang. Gadis itu terkena serangan panik secara tiba-tiba.
" Lisa! Kau kenapa? " Andrean buru-buru menggendong Lisa lalu dibawa keluar dari bathtub.
Pria itu memeluk erat sang istri dengan tangan yang terus membelai rambut Lisa. Ia berusaha sebisa mungkin untuk tidak menyentuh pinggang Lisa, karena kemungkinan hal itu yang memicu reaksi aneh pada tubuh Lisa.
" Bukan salah mu, Lisa! Aku percaya padamu. "
Jangan lupa vote dan komen! 🙏🏻💋
Kita usahakan tamat sebelum bulan 1 ☺☺
Mohon dikoreksi apabila ada kesalahan 🦔
Kalian gak ada niatan mau follow aku kah? Yasares_
KAMU SEDANG MEMBACA
ANDREAN
Teen FictionJangan menilai sebelum membaca !! Typo bertebaran !! Follow dulu sebelum baca 🙏 Lisa adalah seorang gadis berusia 18 tahun, hidup bergelimpangan harta, bebas ke sana ke mari membuat nya jarang pulang ke rumah, orang tua nya yang melihat itu lanta...
