Vote dulu gak!
☆→★
"Lisa,hai" sapa seseorang dari arah belakang.
Mendengar itu Lisa pun segera membalik 'kan tubuhnya saat merasa diri nya dipanggil oleh seseorang." Elu! Mau ngapain disini?" tanya Lisa ketus. Gadis itu sudah benar-benar muak melihat wajah Kevin. Ya, yang baru saja memanggilnya adalah Kevin, si laki-laki yang telah tergila-gila dengan pesona yang dimiliki oleh Lisa.
"Kalian mau kemana? " tanya Kevin dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajah tampannya.
"Oh kita mau ke kantin," jawab Tiara dengan suara yang sok di imut imut 'kan. Kebiasaan ni anak! Capernya gak hilang-hilang.
"Wahh kebetulan banget gue mau ke kantin juga, boleh bareng gak? " tanya Kevin sambil mengode ngode agar diizinkan untuk ikut.
"Gue yang traktir, " sambungnya lagi membuat semua mata sahabat konyol Lisa menjadi berbinar. Lisa heran kenapa sahabatnya sangat suka jika mendengar kata traktir. Padahal mereka tidak miskin miskin amat, sangat kaya malah.
Mobil yang di kendarai mereka saja bermerek Ferrari F8 Spider seharga 12 miliyar cukkk ( kalau kita mah cuma bisa ngeliat orang naik 'kan (´△`))
"Boleh banget dong Kevin! Ayok ikut kita ke kantin, " ajak Tiara yang lansung antusias saat mendengar kata traktir.
Sang pemuda hanya tersenyum simpul melihat tingkah sahabat norak Lisa.
Lisa mendengus kesal karena Kevin ikut kekantin bersama mereka. Ia pun segera mencari alasan agar bisa kabur dari sini.
' Ah, gue punya ide,' batinnya sambil tersenyum senang.
"Arghh ... f*ck perut gue sakit banget, aduhhh...," rintih Lisa tiba-tiba seperti seseorang yang tengah sakit perut.
Ketiga sahabat baik Lisa terkejut melihat itu dan lansung menghampiri sang sahabat yang sedang meringkuk kesakitan di lantai.
"Lisa lo kenapa, Lis? " tanya Kaizy khawatir.
"Lis lo kenapa? " tanya Ardell tak kalah panik.
"Lisa kenapa, Lis? Ada yang sakit? " tanya Tiara. Ketiga sahabat Lisa ini terus bertanya secara bertubi tubi karena rasa khawatiran yang berlebihan.
"Perut gue sakit banget please ...,"
rintih Lisa. Aktingnya begitu nyata, mungkin ia berbakat di bidang akting.
' Mereka percaya? Haha ...,' batin Lisa sambil berusaha menahan tawanya yang hampir pecah.
"Lisa aku bantu bawa ke UKS ya?" tawar Kevin dan hendak menggendong Lisa ala bridal style. Namun, Lisa buru-buru menjauh karena tak ingin di sentuh oleh pria itu.
" Gue mau boker bukan ke UKS. Kalian duluan aja ke kantin, ntar gue nyusul! " teriak Lisa sambil berlari ke arah wc
"Lisa mau gue temenin!" teriak Kaizy
"Gausah bisa sendiri!" jawab Lisa yang mulai menjauh hingga benar-benar tak terlihat.
Ketiga sahabat Lisa dan Kevin pun berjalan ke arah kantin. Sang pemuda menghembuskan nafasnya kasar berkali kali. Ia merasa jengah saat tidak ada Lisa di sana.
Sementara Lisa berlari sambil tertawa terbahak-bahak. Gadis itu berlari sambil menoleh ke belakang hingga tanpa sengaja ia menabrak seorang pria, membuat wajahnya tenggelam di dada bidang pria itu.
Lisa menatap tajam pria yang berwajah sangat sempurna itu. Gadis itu menganga tak percaya. Tuhan begitu curang hingga menciptakan makhluk tanpa celah seperti ini.
Surai indah kecoklatan yang senada dengan irisnya itu bersinar diterpa matahari pagi, wajah maskulinnya terpadu indah dengan rahang tegas tanpa celah. Bibir tipis kemerahan itu menjadi saksi bahwa mawar tidak lebih indah darinya. Kemeja besar yang ia kenakan tak sekalipun bisa menutupi tubuh indah berbalut otot itu, tubuhnya yang tegap tinggi semakin mengguncang kaum hawa yang melihat adam satu ini.
" Lo kalau jalan tuh liat-liat dong! Jangan maen nyelonong aja!" bentak Lisa terlihat marah.
"Bukannya anda yang berlari sambil melihat ke arah belakang? Kenapa menyalahkan saya?" Pria itu menaikan sebelah alis dengan ekspresi datar yang terkenal menyebalkan.
"Mana ada! Om itu, udah tau saya lagi lari malah sengaja di tabrak," jawab Lisa menatap sinis pria itu. Seorang bar-bar seperti Lisa tentu saja tak mau kalah begitu saja.
"Siapa 'om' yang anda maksud? Apakah itu saya? Tapi saya tidak merasa pernah punya keponakan brandal seperti mu. Lagipula saya tidak setua itu untuk dipanggil om," ujar pria itu sambil tersenyum tanpa dosa, membuat Lisa kepanasan karena menahan amarah nya.
Jangan lupa vote dan komen! 🥰
Ini udah aku revisi, ya! Setelah aku baca ulang ternyata bahasa dan tanda bacanya amburadul banget! Jadi malu pernah nulis sejelek ini😅
Aku gak tau ini tanda bacanya udah bener atau masih salah, tapi setidaknya gak sejelek yang awal.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANDREAN
Ficção AdolescenteJangan menilai sebelum membaca !! Typo bertebaran !! Follow dulu sebelum baca 🙏 Lisa adalah seorang gadis berusia 18 tahun, hidup bergelimpangan harta, bebas ke sana ke mari membuat nya jarang pulang ke rumah, orang tua nya yang melihat itu lanta...
