" Gausah deketin gue lagi! Gara-gara lo, gue sama suami gue marahan. Gue benci sama lo, Dean! " Lisa berjalan pergi meninggalkan Dean yang masih belum mencerna perkataan sang pujaan hati barusan.
' J-jadi gue berhasil ngehancurin hubungan mereka? ' Dean tersenyum miring. Walaupun nanti dia tidak bisa mendapatkan Lisa, setidaknya ia bisa membalas Andrean dengan menghancurkan hubungan mereka.
***
Bel pertanda pulang berbunyi keras. Para siswa siswi berlarian di koridor seakan tak ada waktu lagi.
Lisa berjalan malas melewatkan koridor. Setelah setengah hari membolos hanya untuk tidur di balkon, dan sekarang ia sangat mengantuk.
Alisnya terangkat tinggi saat mendengar suara ponsel berbunyi. Walaupun masih agak malas, Lisa tetap mengangkat telepon dari sang mama.
" Iya Ma kenapa? "
' Lisa, sekolah udah selesai 'kan? ' Suara lembut dari seberang sana membuat hati Lisa terenyuh. Ia ingin mengadukan sebuah sifat jahat Andrean pada sang mama.
" Maa! Lisa mau curhat, Ma! " suaranya bergetar menahan gejolak hati.
' Lisa? Sayang, kamu gapapa 'kan? ' tanya sang mama tampak khawatir pada keadaan sang putri.
" Lisa mau ngomong sesuatu, Ma! "
' Mama juga mau ngomong sesuatu. Kamu pulang ke rumah ya?'
" Iya, Ma. Aku pulang sekarang. " Lisa dengan cekatan langsung memesan ojek online untuk mengantarnya ke rumah sang mama.
Lisa menunggu di sebuah halte bus. Ia menghentakkan kaki berulang kali, tampak tak sabaran saat menunggu.
" Lisa, ngapain lo duduk disitu? Ayo gue anterin pulang! " Sebuah suara berat yang sangat Lisa benci kembali berdengung ditelinga nya.
' Si anj*ng masih aja ngejar-ngejar gue. Muak banget gue liatnya. '
" Gausah! Lo mending pergi aja, " usir halus Lisa.
" Gue gak akan pergi sebelum lo terima gue anterin pulang. Gue bakal disini sampe malam kalau lo tetap gak mau! "
Alis Lisa menukik bingung. Apa yang ada dikepala udang pemuda ini? Apa dia berpikir Lisa akan peduli kalau dia disini sampai malam? Justru bagus kalau dia mau bermalam disini.
" Oh, baguslah. Sekalian aja lo tinggi disini, cocok tu jadi gembel. " Lisa tertawa sinis.
" Gue serius, Lis! Gue gak bakal pulang sebelum lo mau pulang bareng gue! " ucap Dean tegas. Ia benar-benar akan mewujudkan apa yang dia katakan bila Lisa tidak menurut.
Sementara sang gadis menguap malas. Apa urusan dengannya sih?
" Atas nama mbak Lisa, ya? " tanya seorang pria paruh baya. Ia kembali mengecek ponsel usangnya untuk memastikan bahwa ia menjemput pelanggan yang benar.
" Benar dengan saya sendiri. " Lisa segera naik ke motor tukang ojol. Berlalu pergi tanpa peduli Dean yang terus berteriak kesal.
" Heh! Lisa! Lo gak boleh pergi gitu aja! "
" LISAA! "
***
" Berapa, Pak? " tanya Lisa setelah turun dari motor.
" 20 ribu aja, Dek! " Lisa mengeluarkan uang 50 ribu lalu diserahkan pada tukang ojol itu.
" Aduh Dek! Gak ada kembaliannya, gimana? "
" Yaudah ambil buat Bapak aja. "
" Beneran? Makasih ya, Dek! Semoga rejekinya lancar terus, " Pria paruh baya itu terlihat sangat senang karena mendapatkan uang lebih.
" Iya, makasih ya, Pak! " Setelah mengatakan itu, Lisa bergegas masuk kedalam rumah mewahnya untuk menemui sang mama.
" Ma! ... " Lisa Langsung berhamburan ke pelukan hangat Mary. Mereka terus berpelukan seolah tak ada hari esok untuk melepas rindu.
" Tumben kamu peluk Mama? Kenapa, hm? " Mary membelai rambut indah sang putri penuh kasih.
" Lisa mau ngomong sesuatu tentang Andrean. " Lisa menunduk lesu. Saat ia mulai menaruh rasa pada pria itu, dia malah bersikap begitu.
Lisa bersandar dibahu Mary. Tubuhnya begitu rapuh, tak seperti biasanya. " Andrean kenapa? Kalian marahan? " Lisa mengangguk pelan.
" Dalam pernikahan memang biasa begitu. Kamu gak perlu ambil hati, " nasehat Mary dengan suara lembut khasnya.
" Tapi, Ma ... dia cemburunya berlebihan, " rengek Lisa di dekapan sang mama. Matanya sudah berkaca-kaca, membuat Mary tertawa melihat Lisa. Baru kali ini gadis bar-bar seperti Lisa merengek layaknya anak perempuan pada umumnya.
" Dia cemburu karena dia takut kehilangan kamu, Lisa! Kamu yang harus ngertiin perasaan dia. "
Lisa menundukkan kepalanya sambil mencerna ucapan sang mama. Mungkin apa yang dikatakan oleh mama ada benarnya. Ia tak bisa terus-terusan bertengkar seperti anak kecil.
" Yaudah deh Ma. Lisa bakal coba ngomong baik-baik sama Andrean. " Lisa menghela nafas kasar. Semoga usahanya untuk membujuk Andrean tidak sia-sia.
" Gitu dong! Ini baru namanya anak Mama! "
" Hehe ... iya, Ma! " Lisa menggaruk tengkuk sambil nyegir kuda. Tiba-tiba ia kembali teringat apa tujuan sang mama menyuruhnya kemari?
" Oh ya, Ma. Mama nyuruh Lisa kesini ada apa? " tanya Lisa mulai penasaran. Dari raut wajah saja, Lisa sudah dapat menebak kalau ini masalah yang serius.
Mary menarik nafas dalam, mencoba menenangkan jantungnya yang bertalu tak karuan. Ia menggenggam erat tangan sang putri, tampak ragu untuk mengatakannya.
" Huh ... tapi kamu harus janji gak akan marah sama papa dan mama, okey?" tanya wanita paruh baya itu memastikan.
" Iya ma aku janji! "
Mary kembali menarik nafas dalam sebelum akhirnya berkata, " Mama sama papa mau cerai! " Mary terus menggenggam erat tangan sang putri.
" Hah? Maksudnya apa, Ma? Cerai? " Lisa menatap kosong bola mata almond Mary, berusaha mencari setitik putih kebohongan disana.
" Iya sayang. Kami udah lama mau cerai. Bahkan dari 11 tahun lalu. Kami bertahan cuman demi kamu, sayang. " ucapan Mary terasa seperti pedang tajam yang menusuk hati Lisa berkali-kali. Gadis itu menggeleng ribut sambil terus mengucap mantra ' ini pasti bohong. '
" Gak! Mama pasti bohong! Kalian udah nikah puluhan tahun, gak mungkin pisah semudah ini? " Air mata kekecewaan mulai mengalir dari pelupuk matanya yang sudah bengkak.
" Mama gak bohong, Lisa! Setelah kejadian 11 tahun lalu, cinta kami udah gak ada, Lisa! Kami cuma bertahan demi kamu. Biar kamu gak besar dalam keadaan orang tua yang berpisah!" Mary membelai kepala Lisa, ingin memberi pengertian agar cepat dipahami.
" Bohong! Sejak dulu kalian serasi banget, gak mungkin pisah! " jerit Lisa tak percaya. Air mata dan hingus terus menetes hingga membasahi wajahnya.
Jangan lupa vote dan komen🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
ANDREAN
JugendliteraturJangan menilai sebelum membaca !! Typo bertebaran !! Follow dulu sebelum baca 🙏 Lisa adalah seorang gadis berusia 18 tahun, hidup bergelimpangan harta, bebas ke sana ke mari membuat nya jarang pulang ke rumah, orang tua nya yang melihat itu lanta...
