044

427 15 1
                                        

Sinar matahari pagi memancarkan cahaya keemasan, menembus melalui celah gorden hingga menusuk retina mata Lisa.

Mata sang gadis seketika terbelalak kala merasakan sebuah tangan besar melingkar di pinggangnya.

' An-Andrean? ' Lisa gugup sendiri melihat wajah sang suami sedekat ini.

Wajahnya tanpa celah. Bahkan pori-pori kecil pun tak ditemukan di wajah pria yang nyaris sempurna itu.

' Insecure gue liat muka lo, Andrean! Dia pake apa sih? '

" Lisa? " Suara familiar itu seketika mengembalikan kesadaran seorang Lisa. Karena malu ketahuan memperhatikan wajah Andrean, Lisa buru-buru mendorong tubuh kekar itu agar turun dari atas nya.

" Kasur masih luas, ya. Gausah nempel sama aku kayak gitu lagi! " ucap Lisa memperingati.

" Hm? Tapi Hean gak bisa tidur kalau gak meluk Lisa. " Andrean memajukan bibirnya dengan wajah sengaja di imut-imut 'kan.

" Ihh ... najis, sok imut banget, " cibir Lisa terang-terangan.

Andrean menatap dalam sang istri. Dengan cekatan ia mendorong Lisa ke pangkuannya.

" Ngaku aja, Lisa. Saya tau kamu suka banget sama saya. " Dengan pedenya manusia satu ini membanggakan diri yang sebenarnya memang nyaris sempurna.

Lisa berusaha memberontak saat tangannya dikunci dari belakang oleh sang suami. " Lepasin gak! Apaan sih. "

" Kenapa, hm? Saya tau kamu suka saya sentuh. "

" Please ... stop halu! Kau gak suka disentuh. " Lisa lelah menghadapi kepercayaan diri tinggi Andrean.

" Saya gak halu kok. " Andrean menyapu bibir Lisa dengan ibu jarinya. Menarik tengkuk sang gadis lalu mulai menyatukan bibir keduanya.

Ciuman lembut penuh kasih itu hanya berlangsung sekitar beberapa menit sebelumnya Lisa mendorong dada bidang sang suami untuk menjauh.

Pipi sang gadis bersemu merah melihat benang saliva keduanya masih terhubung. Ia ingin bangun namun pinggang nya segera di tahan oleh Andrean.

" Lisa ... Hean pengen, " ucapnya dengan suara serak basah. Nafas kasar itu menerpa hangat leher halus Lisa.

" Hah? Maksudnya? " Jangan bilang pria ini ....

" Hean pengen ... Lisa. " Suaranya terdengar semakin tertahan.

Tentu saja Lisa menolak. Bisa habis ia jika digempur oleh pria gila ini.

" Gak! Gak mau, " tolak Lisa tegas.

" Tapi Hean pengen ... kamu jangan siksa Hean .... " Entah ini perasaan Lisa semata atau bukan, tapi Andrean sedikit berubah. Bukan hanya dari segi sikap, tapi juga dari segi wajah.

" Jangan aneh-aneh, Andrean! Aku gak bakal mau! "

Andrean menunduk frustasi. Ia mendorong Lisa dari pangkuannya. Berjalan gelisah seperti orang gila lalu dengan random meninju dinding hingga kulit tangannya robek.

" Andrean! Kamu gila ya? " Lisa buru-buru mengecek tangan Andrean yang sedikit robek akibat kegilaannya.

Lisa mendorong paksa tubuh besar itu hingga duduk di tepi ranjang. Dengan raut wajah tidak bersahabat, gadis itu mulai mengobati tangan sang suami.

" Kamu kenapa sih? " tanya Lisa kembali ke mode lembutnya.

Andrean hanya membalas dengan gelengan pelan.

Plakk!

" Aww, " ringis Andrean saat pipinya tiba-tiba ditampar oleh Lisa.

" Kalau orang nanya tu dijawab. Bisu kau?"

Lagi-lagi Andrean hanya menggeleng pelan. Ia terus menunduk seperti orang yang merasa bersalah.

Lisa menghela nafas kasar, muak dengan kepribadian baru Andrean yang terkesan submissive. "Aku harus berangkat sekolah. Jadi kamu jangan berani ngelakuin hal tadi, okay? " Andrean menggangguk patuh.

" Hean anterin, ya? "

" Kok tiba-tiba kamu manggil diri sendiri dengan sebutan ' Hean' sih? " tanya Lisa bingung.

" Um ... pengen aja. Kamu juga panggil Saya Hean, ya? "

" Ck ... ya ya. "

***

Lisa yang sedang adem ayem tiba-tiba mendapat kabar kalau dia dipanggil ke ruang bk.

" Kok bisa, Lis? " tanya Kaizy bingung.

" Pasti masalah kemaren lah. Dia 'kan udah nyekek anak orang, " sambung Tiara sambil terkekeh pelan.

" Semangat cintaku! " timpal Ardell membuat Lisa makin dongkol pada ketiga sahabatnya.

Dengan langkah malas ia menuju ruang bk sialan.

Tok ... tok.

" Silahkan masuk! "

Lisa membuka perlahan pintu ruangan itu. Matanya langsung membola kala melihat siapa saja yang ada di dalam.

' Andrean? "

" Itu dia, Buk! Lisa cekik saya di kantin, " ucap Pemuda itu mengadu pada sang ibu.

" Silahkan duduk, Lisa. " Guru bk mempersilahkan sang gadis duduk dengan suara sopan.

Wanita paruh baya itu menatap Andrean dan Lisa bergantian. Jujur saja, ia sedikit terkejut saat mengetahui ternyata Andrean adalah suami Lisa.

Jangan lupa Vote dan Komen ya 🙏.

Aku lagi gak mood banget dan sempet kepikiran buat hiatus, jadi harap maklumin kalau aku gak update rutin mulai sekarang.

Tapi semoga cerita aneh ini masih ada yang baca 😊.

ANDREANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang