Membudayakan vote sebelum membaca!
☆→★
Sinar cerah sang pemilik hari menusuk retina mata seorang gadis cantik yang biasa dipanggil dengan nama Lisa itu.
Lisa menguap berkali-kali pertanda gadis itu masih mengantuk. Mata indahnya menilik seluruh ruangan bernuansa putih dan emas itu, tak ada tanda tanda makhluk bernama Andrean di sini, kemana dia?
"Andrean kemana ya? " gumam Lisa penasaran. Ia masih merasa bersalah tentang masalah semalam yang membuat Andrean harus di ceramahi oleh polisi sialan itu.
' Dia masih marah gak ya? ' batin Lisa penuh tanda tanya di kepalanya.
Tak mau terlalu lama terpenuhi seperti orang gila kurang makan, Lisa segera melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi.
Sesampainya di sana, Lisa reflek menutup hidung kala mencium bau aneh di kamar mandi, " Kok bau pandan ya? Ahk ... Jangan-jangan– " Lisa membekap mulut nya seketika, jangan bilang dugaannya benar?
'Kok merinding ya? ' Lisa berusaha untuk terlihat biasa saja, padahal jantung ya sudah disko.
Gadis itu buru buru menyelesaikan mandinya agar tidak berlama-lama di kamar mandi.
"Hah? Apa ini? " Lisa bertanya-tanya kenapa foto ini ada disini. Gimana gak panik? Lisa menemukan foto aib nya waktu masih SMP, mana burik banget lagi.
"Haaa! Kok bisa ada disini? Mama ... anakmu malu, mak! " Lisa segera merobek-robek foto teraib nya sepanjang masa.
"Kok ada disini ya? Apa Andrean yang ... bodoh amat lah, yang penting tu foto hilang dari peredaran, " ucap Lisa yang tak mau terlalu ambil pusing dengan masalah ini. Gadis itu segera memakai seragam dan bersiap untuk bersekolah.
Gadis itu tiba-tiba panik saat pintu tidak bisa dibuka, " Lah! Kok gak bisa? " Lisa terus berusaha memutar gagang pintu namun tetap gagal.
"Woi! Siapapun diluar tolong bukain! " teriak Lisa dengan suara keras.
"Sialan! Anj*ng! Siapa yang udah ngunci gue! " Lisa menendang pintu saking kesalnya.
Gadis itu berjalan ke arah jendela, berharap bisa keluar dari sana. Namun lagi-lagi, harapan tidak seindah realita. Jendela kamar Lisa ternyata dikunci juga, pelakunya tak lain tak bukan adalah Andrean, pasti!
"ANDREAN FU©K!! " umpat Lisa berteriak kesal.
***
"Hahaha! Bocah gila. " Andrean tertawa keras saat melihat tingkah Lisa yang sangat mirip bocah saat sedang marah marah.
Wajah pria itu kembali datar kala mendengar suara ketukan pintu dari arah luar, " Masuk saja! "
Dan terlihat seorang pemuda yang tampan nya sebelas duabelas sama Andrean. Namun tentu saja pesona Andrean lebih kuat dari Daniel adiknya.
"Ngapain lo ke sini? " tanya Andrean memutar bola mata malas.
Daniel yang ditanya begitu hanya cengesan sambil mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Gausah nyegir! Gue belah rahang lo nanti," tutur Andrean santai.
"Jangan marah-marah lah kak! " Daniel berjalan mendekati meja Andrean lalu memeluknya dari belakang.
Andrean lansung mendorong sang adik menjauh, " Gausah dekat-dekat, gue udah mandi. To the point aja, lo mau apa? "
"Hehe ... kakak tau ada kalau aku lagi butuh, " ucap Daniel bertele-tele.
"Butuh apaan? Butuh di sepak lo? "
" Tf dong kak 20 juta! Atm aku dibekuin sama papa, " pintanya dengan suara selembut mungkin agar tidak di tolak oleh sang kakak.
"Giliran butuh kemari lo! " Walaupun sempat ceramah dulu Andrean tetap mengabulkan permintaan sang adik.
" Yes! Udah masuk kak! Thanks ya bro, " ucap Denial sambil tersenyum sedang karena berhasil menguras kecuil harta sang kakak, mungkin lain kali ia akan minta lebih banyak, karena Andrean memang sekaya itu.
"Gue balik dulu ya, " pamit Daniel hendak berjalan keluar dari ruangannya Andrean namun seketika di tahan oleh sang empu.
"Napa? "
Andrean menarik Daniel lebih dekat lalu berbisik, " Jangan berani-beraninya lo punya perasaan lebih sama Lisa! " Ucapan laki-laki itu terdengar dingin dan kejam.
"K-kak? M-maksudnya? "
"Gausah sok polos lo! Dari awal gue udah tau lo suka sama Lisa, tapi lo gak lupa kan kalau sekarang dia istri gue? " ucap Andrean dengan nada mencemooh.
Andrean mendorong kasar tubuh sang adik agar segera pergi dari ruangannya.
"Gue gak segan-segan bunuh siapapun yang berani ngedeketin Lisa! " tekannya lagi dengan raut wajah dingin y terlihat mengerikan.
Karena tak ingin membuat kemarahan sang kakak meledak, Daniel memilih pergi secepat mungkin.
" Niel ... Neil. Tunggu balasan lo setelah Dean! "
***
Lisa sudah terduduk lemas di lantai karena tidak berhasil keluar dari kamar. Gadis itu sudah mencoba berbagai cara dan celah untuk keluar namun tetap gagal. Sepertinya Andrean sudah mempersiapkan ini jauh-jauh hari, terbukti dengan adanya berbagaii macam makanan dan snack yang telah tersusun rapi di dalam kulkas.
Lisa menatap kosong dinding-dinding kamar sebelum ia kembali mendapatkan ide, " Ah, hape! Mana hape gue ya? " Lisa segera mencari ponselnya hingga akhirnya ketemu.
"Gue bakal nelpon mama! Dia pasti marah kalau tau anaknya diginiin sama cowok brengsek kayak Andrean, " ucap Lisa semangat. Harapan yang tadi sempat hilang kini terkumpul kembali.
Lisa kembali dibuat bingung saat sandi yang ia masukkan ternyata salah, " Lho ... lho ... lho? Kok gak bisa? " Peliknya panik, karena ia yakin sudah memasukkan sandi yang benar.
"Kok gagal terus sih? Sandinya udah benar kok! Kok gak bisa sih! " Lisa terus mencoba kembali namun tetap saja salah.
" 8-5-7-2-2-1!! Akhh! Kok gak bisa sih!? Ini udah bener! " Lisa mengacak-acak rambutnya frustasi. Penderitaan apa ini?
Jangan baca doang! Minimal vote juga lah! Udah gak komen, vote pun susah. -_-
Tolong ya di vote🙏🏻💋
KAMU SEDANG MEMBACA
ANDREAN
Teen FictionJangan menilai sebelum membaca !! Typo bertebaran !! Follow dulu sebelum baca 🙏 Lisa adalah seorang gadis berusia 18 tahun, hidup bergelimpangan harta, bebas ke sana ke mari membuat nya jarang pulang ke rumah, orang tua nya yang melihat itu lanta...
