038

424 14 2
                                        

"Kenapa berhenti? " tanya Andrean bingung karena Neon tiba-tiba memberhentikan mobilnya.

"Anu tuan ... kayaknya di depan ada balap liar , deh, " balas Neon pelan.

Andrean segera memicingkan matanya untuk melihat para remaja yang berlari heboh. Matanya tak sengaja menatap sebuah objek yang sangat familiar di ingatan nya.

' Kayak kenal, ' batin pria itu bertanya-tanya.

Saat Neon akan memutar balik Andrean buru-buru menghentikan nya, " Tunggu dulu!, " pekik Andrean refleks berteriak.

"Ada apa tuan? Apa anda butuh sesuatu? " tanya Neon sopan pada sang majikan.

"Huh ... bukan apa-apa. Saya cuman ngerasa liat Lisa di sana, tapi kayaknya bukan, " balas Andrean sambil menghela nafas kasar, lelah dengan pekerjaan yang terus menimpanya seharian ini.

"Mungkin tuan merindukan nona Lisa, " goda Neon terkekeh pelan melihat
Andrean akhirnya bisa luluh pada makhluk bernama perempuan. Ya walaupun Lisa rada lakik.

"Gausah ngaco! Ngapain saya kangen sama bocah ingusan kayak dia, " sangkal Andrean. Harga dirinya akan terinjak-injak bila ketahuan kalau dia memang sedang merindukan sosok Lisa.

" Kalau suka bilang aja kali, jangan malu-malu biawak. "

"Ck, diamlah! Lebih baik kita pulang, " ucap Andrean kembali ke mode seriusnya.

***

"Kamu 'kan si 'ratu jalanan' itu? " Tanya salah seorang polisi saat berhasil membekuk salah satu pelopor adanya balap liar malam ini, ya dia Lisa. Entah bagaimana ceritanya, Lisa bisa sampe ketangkep ama polisi.

"Apaan sih Pak? Bapak salah orang! Saya tadi gak sengaja lewat sini, " sangkal Lisa dengan logat sok polosnya.

"Gausah bohong kamu! Udah banyak laporan masuk tentang balap liar ini, " balas sang Polisi yang seakan tidak mau menerima alasan apapun.

Mereka semua lansung digiring untuk masuk ke mobil polisi.

"Pak! Saya gak bersalah! " Lisa berusaha sebisa mungkin untukku memberontak, namun usahanya sia-sia.

"Diam atau hukuman kamu saya tambah! " bentak polisi itu saking pusingnya mendengar ocehan Lisa yang minta dilepaskan.

***
Sementara itu, Tiara, Kaizy, Ardell, dan Arfaz sudah berkumpul di samping jalan tak jauh dari lokasi balap tadi.

"Jadi Lisa berhasil ketangkep polisi? " tanya Arfaz sedikit khawatir. Kaizy hanya mengangguk pasrah. Kaizy tidak bisa mengejar Lisa yang membawa motor dengan sangat cepat, alhasil Lisa di tangkap polisi.

"Lo gimana sih, Kai! "

"Ya sorry! Tu anak bawa motor kenceng amat, gimana gue nyusul coba? "

"Seharusnya tadi gue aja yang nyusul Lisa, lo emang gak becus kalau dikasih tugas, " Cibir Tiara dengan raut wajah menyebalkan nya.

Kaizy seketika lansung naik pitam mendengar ucapan Tiara yang terlalu meremehkan dirinya, " maksud lo apaan ngomong gitu? "

"Kurang jelas ya gue bilang? Lo tu gak becus! " Bukannya diam, Tiara justru semakin mengeraskan suaranya.

Kaizy mendorong baju kanan Tiara, " Lo gausah ngatain gue, bego! Kayak lo sempurna amat. " Kaizy juga tampak tak mau kalah.

Kedua wanita itu akhirnya terlibat perkelahian, saling mendorong bahu sambil menatap sinis satu sama lain.

"Udah cukup kalian berdua! " pekik Arfaz dengan suara keras. Membuat suasana seketika hening.

"Seharusnya kalian mikirin gimana caranya ngebebasin Lisa, bukan malah kelahi kayak anak kecil gini, " sambungnya dengan suara lelah. Sudah lelah karena pekerjaan, sekarang harus nambah karena ada dua bocah pms ini.

"S-sorry, Faz! Gue cuma bingung karena Lisa ketangkep, " cicit Tiara pelan.

"Udah lah lupain, tapi jangan diulangin! " Mendengar pernyataan tegas Arfaz membuat ketiga gadis itu menggangguk patuh.

"Sekarang lebih baik kita nyusul Lisa ke kantor polisi! Pokoknya jangan sampe nyokap bokapnya tau masalah ini, " ucap Arfaz serius.

" Ya kan? Bokapnya Lisa kejam banget kocak, " timpal Kaizy.

***

Andrean mengendarai mobilnya ugal-ugalan saking kesalnya. Bagaimana tidak? Baru saja pria itu sampai di mansion, ia tiba-tiba mendapat telepon panggilan dari polisi karena ulah Lisa.

' Bocah sialan! Udah saya bilang jangan kemana-mana tapi gak didengerin. Kayaknya emang harus dihukum biar tau rasa,' batin Andrean sambil membanting stir kemudi. Mencoba melampiaskan emosinya.

Kaki jenjang pria itu melangkah tegas masuk ke dalam kantor polisi, membuat semua mata terpana akan kesempurnaan ciptaan Tuhan satu ini.

"Selamat malam Pak! Saya walinya Lisa, " ucap Andrean sopan.

Lisa hanya cengesan saat melihat tatapan tajam Andrean yang diarah kan padanya.

Setelah beberapa proses lainnya, Lisa akhirnya dibebaskan oleh pihak kepolisian.

"Untung aja yang datang lo. Kalau bokap gue yang datang bisa habis gue, " ucap Lisa sambil menghela nafas lega. Kali ini ia berhasil lolos dari masalah.

Tanpa menjawab Andrean lansung melangkah pergi menuju mobil mewah miliknya yang terparkir rapi.

"Hey! Tungguin! " teriak Lisa sambil berlari menyusul sang suami.

Sebelum ditinggal, gadis itu buru-buru masuk ke dalam mobil, " Lo kenapa, sih? Marah lo ama gue! " tanya gadis itu penasaran.

Andrean hanya diam sambil terus melajukan mobilnya ugal-ugalan.

" kenapa diem aja? Bicara dong! " Lisa jadi resah sendiri saat Andrean hanya diam tanpa menjawab ataupun melirik nya sama sekali. Ia menyerah, seberapa besar pun usaha Lisa untuk membuat Andrean bicara itu akan tetap gagal.

* Sesampainya di rumah.
Berhubung sekarang sudah jam 03.45 pagi jadi keadaan mension milik Andrean masih sepi oleh aktivitas manusia.

Andrean membanting pintu lalu lansung masuk begitu saja.

' Tu orang kenapa dah? Marah-marah gak jelas, ' batin Lisa memutar bola matanya malas.


Hai para readers tercinta terlope lope😍segini aja dulu ya? Berhubung aku nya lagi ujian jadi gak bisa update setiap hari. Tapi bakal aku usahain tetep update.

Btw jangan lupa do'ain ujian aku lancar ya! Amiinnn ....

Ni novel lebih cocok happy ending atau sad ending? Komen ya!

Vote dan komen bagi yang udah bacaaa!

ANDREANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang