TAHAP EDITING! PART MASIH BERANTAKAN!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di Edit, 28 Juni 2026
Seperti yang sudah dijelaskan oleh Cleo. Oliver hanya boleh tidur sampai jam 10 malam, jika lewat ia akan dihukum.
Tetapi, malam ini ia kesulitan menutup mata. Dan waktu yang tersisa hanya tinggal tujuh menit lagi sampai pukul sepuluh tepat.
Dia telah berusaha menutup mata. Namun tak bertahan lama sampai ia kembali terbangun. Terutama karena aroma lilin di atas meja nakas, yang entah kenapa menggangu dirinya.
Karena aroma mawarnya yang pekat membuat perut Oliver mual, ia bahkan ingin muntah rasanya. Namun dia tidak bisa melakukan apapun, sesuai peraturan yang berlaku. Jika ia berani memadam lilin terbut maka hukuman yang akan dia dapatkan akan setimpal dengan kesalahan itu. Meski dia sendiri tidak begitu takut akan hal itu.
Jarum jam yang menunjukkan menit angka terus berdetak. Dari angka satu ke angka lainnya.
Oliver yang masih kesulitan tidur pun memutuskan untuk mencari angin di balkon. Berharap hal itu bisa membuat suasana hatinya tenang dan akhirnya bisa menutup mata.
Tepat saat kakinya menginjak balkon, ia merasakan siluet seseorang yang lewat secara tiba-tiba. Belum sempat ia memeriksa suara derap langkah dengan dentuman sepatu heels sudah menarik perhatian nya. Dari yang samar mulai terdengar semakin jelas.
Oliver melihat jam dinding dan ternyata hampir semenit pukul sepuluh malam. Dengan gesit ia menghampiri king size miliknya, dan langsung merebahkan diri dengan menutup seluruh tubuhnya menggunakan kain tebal berbahan lembut itu.
Clek
Suara pintu terbuka di sambut dengan langkah heels yang menggema, mengetuk permukaan marmer dengan bunyi tuk tuk tuk
Tanpa aba-aba selimut yang sebelumnya menutupi seluruh tubuh Oliver di tarik hingga terlepas seutuhnya. Oliver sempat tersentak, namun ia berhasil mengalihkan itu dan terus berpura-pura tidur.
"Oliver."
Alexa memanggil, dengan suara pelan yang nyaris berbisik. Dia memanggil dengan tujuan untuk membuktikan apalah Oliver tertidur atau tidak, setelah lihat tidak adanya pergerakan. Ia langsung melepaskan genggaman tangannya pada selimut yang sebelumnya ia kibaskan dari tubuh Oliver.
Pelan yang berada di sebalah Alexa langsung mengambil alih selimut untuk menutupi kembali tubuh Oliver seperti semula.
Sebelum meninggalkan kamar Oliver. Alexa mematikan lilin yang berada di atas nakas lebih dulu. Setelah lilin padam, aroma asap mawar sari lilin langsung memenuhi ruangan. Sebelum Alexa melangkah meninggalkan kamar.
Setelah kepergian Alexa, Oliver kembali membuka matanya. Aroma asap dari lilin menyebar ke seluruh ruangan, seperti obat bius yang membuat nya langsung tertidur nyenyak tanpa dirinya sadari.
•••
Keesokan paginya Oliver terbangun sekitar waktu jam makan siang. Tanpa ia sadari, tidurnya begitu nyenyak hingga tak terusik sama sekali oleh kilauan mentari yang menyorot wajahnya.
Namun ada yang berbeda dengan dirinya. Oliver menyadari hal itu, sesuatu yang berbau lain tercium dari tubuhnya. Aroma yang seolah sengaja diberikan padanya dengan dosis banyak. Aroma kayu manis yang berbeda dengan aroma utama Rose house.
Oliver jelas mengetahui aroma sabun yang berada di dalam kamar mandi miliknya, dan aroma itu berbeda dengan aroma yang sekarang berada di tubuhnya.
Dia mulai bertanya-tanya mengapa aroma tubuhnya bisa berubah dengan cepat, apakah karena lilin? Atau hal lain.
Knock knock knock
Ketukan pada pintu kamarnya menarik atensi Oliver yang sebelumnya tenggelam dalam pikirannya. Ia menoleh menatap pintu kayu yang berdiri gagah di sampingnya. Sedangkan di balik pintu terlihat Cleo yang sedang berdiri membawa sebuah nampan yang berisikan pakaian ganti Oliver.
Clek
"Selamat pagi tuan muda Oliver..."
Sapa Cleo setelah berhasil membuka pintu kamar Oliver. Wajah pria itu langsung tersenyum sebelum mendekati arah meja. Ia meletakan nampan di atas meja sebelum berjalan pelan menuju jendela besar yang berhadapan langsung dengan balkon.
Dia mulai menyebabkan tirai, membiarkan cahaya matahari pagi masuk seutuhnya kedalam kamar Oliver yang sebelumnya sedikit gelap. Membiarkan aroma mawar dari pekarangan mansion menyeruak masuk. Aroma yang selalu membuat Oliver mual.
Setelah itu Cleo langsung mendekati Oliver.
"Madam menyuruh anda untuk segera bersiap tuan. Sebab hari ini anda akan pergi bersama madan ke kota."
Cleo menyampaikan niat kedatangannya sebelum ia melangkah ke arah ranjang besar Oliver untuk segera membersihkan.
Note : Perlu kalian ketahui bahwa mansion Morgan berada jauh dari perkotaan. Itulah sebabnya keluarga Morgan tidak begitu terkenal sebagai keluarga bangsawan. Karena keluarga Morgan tinggal di tempat yang jauh, dan perumahannya berada di tengah-tengah ladang.
"Saya akan menyiapkan air mandi unuk anda," Cleo kembali berujar.
Dirinya baru selesai merapikan ranjang Oliver. Sebelum melangkah ke arah kamar mandi untuk mempersiapkan air mandi dan beberapa kebutuhan yang dibutuhin Oliver saat mandi.
Oliver hanya menatap ke pintu kamar mandi tanpa bergeming dari posisi duduknya di sofa. Ia masih mempertanyakan aroma aneh dari tubuhnya.
Tak lama kemudian Cleo keluar dari dalam kamar mandi. Dia mempersilahkan Oliver untuk segara mandi sembari ia menyelesaikan pekerjaan membersihkan yang sempat ia tunda.
Setelah mandi dan bersiap Oliver langsung menemui madam Alexa di taman. Wanita itu terlihat sedang menyirami bunga mawar merah yang warnanya jauh lebih pekat dibandingkan warna aslinya. Bahkan Oliver baru menyadari warna merahnya.
Ketika Oliver hadir, madam Alexa langsung menyerahkan penyiram tanamannya pada salah seorang pelayan.
"Sudah siap?"
Madam Alexa bertanya sembari melangkah mendekati Oliver. Tidak lupa memeriksa apakah Oliver sudah pantas pergi, atau perlu di persiapkan lagi. Karena wanita itu sangat protektif akan kerapihan.
Wanita itu mengangguk. Sebelum ia melangkahi kakinya meninggalkan taman dengan Oliver yang mengikuti dari belakang tanpa bertanya kemanakan tujuan mereka akan pergi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya.
Author up nya 3 hari sekali yah guys soalnya sibuk magang ga punya waktu, oky makasih. Bye2