TAHAP EDITING! PART MASIH BERANTAKAN!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Edit 03 Juli 2026
Oliver masih mencoba melewati beberapa orang untuk mencari keberatan nyonya Alexa. Sebelum benar-benar melangkah semakin jauh seseorang sudah lebih dulu menghentikan langkahnya dengan memegangi baju Oliver.
Ketika Oliver berbalik badan, ia dapat melihat siapa yang menepuk pundaknya itu.
"Perhatikan langkahmu. Tetap berada di dekat ku, atau kau akan hilang."
Itu adalah Alexa, wanita itu menggeleng singkat sebelum melangkah melewati Oliver. Kali ini Oliver tak kehilangan Alexa lagi, ia mulai mengikuti dari belakang langkah Alexa hingga mereka tiba ke salah satu toko pakaian yang ada di sana.
Ketika lonceng pada toko berbunyi. Pemilik toko langsung menoleh menatap kehadiran Alexa sebelum menghampiri wanita itu. Sedangkan Alexa juga mendekati pemilik toko untuk berbincang, meninggal Oliver sendiri di ambang pintu menatap sekeliling.
Oliver memutuskan untuk berkeliling toko pakaian. Ia menatap berbagai pakaian ala bangsawan serta kerajaan yang terpajang mewah di setiap sudut. Baju yang benar-benar bercampur antara klasik hingga modern. Mulai dari warna yang di pilih, hingga perhiasa. Membuat kesan elegan. Baju-baju yang hanya dirancang khusus untuk keluarga kerajaan.
Saat sedang berkeliling Oliver mendadak menghentikan langkahnya ketika kedua netra coklatnya menangkap sebuah baju yang menjadi satu-satunya baju yang terlihat sederhana namun cukup elegan di toko itu.
Meski tampak sangat sederhana, namun ukiran pada kain itu memberikan kesan yang sangat mahal.
Baju itu berwarna hitam dengan motif sederhana tanpa hiasan yang berkilau. Di bagian pinggang nya lebih rampung, dan terdapat tali kulit yang melingkar. Ada beberapa rantai berbentuk burung menggantung di beberapa bagian.
Oliver seketika menginginkan baju itu. Dia ingin memilikinya, jika saja ia bisa.
Namun pikiran itu menghilang ketika suara Alexa terdengar memanggilnya.
"Apa yang kamu lakukan di sana. Kemari!"
Oliver segera berbalik badan menghampiri Alexa yang memanggilnya untuk mengukur tubuhnya. Meninggalkan baju yang menarik itu.
•••
Setelah pengukuran tubuh selesai Alexa langsung memutus untuk segara kembali ke kediaman. Bahkan tanpa memberikan Oliver waktu untuk sekedar istirahat atau melihat-lihat kembali pakaian lain yang ada di toko. Wanita itu mengajaknya pulang dengan asalan hari sudah semakin gelap, padahal ini masih waktu sore hari.
Meski enggan untuk pergi, Oliver pada akhirnya pun setuju dan keduanya segera meninggalkan toko untuk kembali ke mobil yang menunggu di pekarangan.
Diperjalanan pulang Oliver mendapati badai yang sangat besar sehingga menghalangi pemandangan jalan supir yang hendak menerobos, bukan hanya karena hujan yang melanda namun juga jalan yang semakin licin. Jika terus dipaksakan mereka bisa berakhir kecelakaan.
Dalam situasi itu Alexa hanya mampu memutuskan untuk mencari penginapan meski ekpresi nya sudah menunjukkan kegelisahan akibat tak berhasil kembali tepat pada waktu yang sudah dirinya perkirakan, seolah kesalahan bisa berakibat buruk untuknya.
Kebetulan di sana ada resort yang terlihat sederhana namun, cukup untuk menginap semalam. Segera Alexa menyuruh supir nya untuk mampir.
Clekek
Pintu utama resort itu terbuka. Setelah Alexa dan Oliver menunggu cukup lama.
Pengawasan di penginapan itu sangat ketat, bahkan mereka membutuhkan kartu Identitas untuk masuk ke dalam nya.
Setelah hampir tiga puluh menit berdiri di luar dengan cuaca yang dingin ini.
"Ada yang bisa di bantu?" tanya seorang wanita paruh baya pada Alexa. Tetapi pandangannya tertuju pada Oliver yang berdiri di ambang pintu.
Tatapan wanita itu seperti mengutarakan rasa penasaran. Sekaligus tertarik dengan Oliver, seakan ia memiliki pikiran lain.
"Dua kamar."
Alexa berkata pada wanita itu.
Alexa jelas tidak menyadari tatapan wanita itu terhadap Oliver karena dia terlalu sibuk memikirkan cara agar mereka bisa kembali ke mansion lebih cepat sebelum fajar menyingsing.
Wanita itu mengangguk, kemudian pergi ke salah satu deretan lemari untuk mengambil kunci kamar. Setelah memberikan nya pada Alexa, wanita itu menutup pintu ruang jaganya.
Tindakan itu sedikit aneh, tapi Alexa tidak memikirkan hal berlebihan. Dia segara memberikan salah satu kunci kepada Oliver.
"Tidurlah, Malam ini akan menjadi malam yang panjang."
Pungkas Alexa sebelum kemudian dia melangkah meninggalkan Oliver yang masih terpaku di tempatnya tanpa bergerak.
Setelah beberapa saat sejak ia di tinggal sendiri, barulah Oliver juga bergegas menuju kamar tidur nya.
Suara sepatu fantofel milik Oliver menggema di sepanjang koridor resort. Melangkah dengan perlahan sambil memeriksa nomor kamar yang tertempel di setiap pintu kamar.
Sampai langkahnya berhenti, tepat di depan pintu kamar ber nomor 104 . Kamar miliknya. Oliver memasukkan kunci kamar itu ke dalam lobang kunci, saat bunyi krek terdengar barulah Oliver memutar knop pintu dan akhirnya pintu terbuka.
Menampakkan pemandangan ruangan yang sederhana namun elegan dan rapih. Yang di penuhi dengan cahaya remang-remang di setiap sudut ruangan dan satu di atas nakas samping kasur. Ruangan nya juga harum, seakan menghipnotis Oliver untuk segera menghampiri nya.
Tanpa Oliver sadari ia mulai melangkah mendekati kasur itu. Dan ketika ia sudah berada di sudut kasur.
Tiba-tiba....
Sebuah cahaya menyilaukan matanya sebelum tubuhnya ditarik hingga masuk ke sebuah celah di bawah tempat tidur. Bahkan Oliver belum sempat meminta pertolongan pada siapapun. Dan dirinya hilang sepenuhnya, tanpa jejak.
Di sisi lain
Seseorang terlihat sedang tersenyum di balik jendela. Matanya yang merah menatap ke arah tempat tidur. Tempat dimana Oliver menghilang dan dia menyaksikan nya sendiri. Seakan itu adalah hal yang dirinya tunggu-tunggu.
Setelah itu. Orang tersebut langsung meninggalkan tempat itu dengan memegang kantong aneh di tangannya.
Bahkan ia juga bersiul di sepanjang langkahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan lupa vote and komen. Itu sangat berarti buat author. Jangan jadi pembaca gelap.