48. flashback chapter 40

2K 127 0
                                        

Violet berbicara ketika dirinya berpas-pasan dengan Louis, berbicara sangat kecil agar hanya dirinya dan Louis saja yang dapat mendengar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Violet berbicara ketika dirinya berpas-pasan dengan Louis, berbicara sangat kecil agar hanya dirinya dan Louis saja yang dapat mendengar.

"Bagaimana dengan kesehatan mu?" Ucap violet yang berhasil membuat langkah Louis berhenti. Violet bersmirk, ternyata, dia berhasil menarik perhatian pemuda itu.

Setelah Louis pergi, violet segera kembali ke kamarnya menyiapkan banyak sekali dokumen tentang dirinya. Menunggu sampai pesta pertungan Oliver selesai, hingga dia bisa bertemu dengan Louis. Saat itu dia melihat Louis keluar dari kamar oliver, itu membuatnya dengan cepat menghampiri Louis. Berbicara tentang kesehatan Louis.

"Bagaimana kondisi mu?"

Louis berhenti. Dia memandang wanita itu dengan tajam sebelum melangkah ke suatu ruangan rahasia di red mansion. Untuk berbicara dengan violet.

"Aku tahu kesehatanmu buruk akhir-akhir ini." Violet kembali berbicara, dia menunjukkan biodata dirinya serta hasil lab pemeriksaan. "Bukankah kau membutuhkan darah AB?" Melihat reaksi Louis, violet kembali berbicara.

"Aku bisa memberikan mu darahku dengan cuma-cuma tanpa imbalan mahal seperti yang kau lakukan demi mengawasi Oliver, aku tahu juga, kau tahu tentangku kan?, bukannya kau memiliki banyak mata di mansion ini. Jadi kurasa kau tidak dapat mengelak untuk menerima ini."

"Aku bisa memberikan mu darahku, tapi...kau harus bebaskan aku dari keluarga ini, dan juga membantuku menyelidiki dalang di balik saudaraku meninggal, aku masih tidak percaya dia meninggal karena sakit. Bagaimana?" Violet terus berbicara sendiri dan memberi syarat sendiri. Dia bahkan tidak tahu bahwa Louis sama sekali tidak peduli akan hal itu.

"Bukan kah kau sangat mencintai oliver?" Namun menyebut nama Oliver membuat Louis terpengaruh.

"Lihat, ucapan ku benar. Kau menyukainya,"

"Jadikan aku pion mu." Tawar violet. Louis tampak tidak tertarik sama sekali dengan tawaran violet. Menurutnya tidak ada yang perlu dibicarakan dengan wanita itu. Louis pun pergi, dia bahkan tidak akan membuang waktunya yang berharga untuk hal sia-sia.

Violet mengepalkan tangannya. Dia harus berpikir keras agar Louis mau memenuhi keinginan nya. Pikiran jahat terpikirkan di otaknya, violet segera mengejar Louis, dia kembali berbicara saat Louis hampir meninggal mansion itu.
"Kau akan kesakitan saat hari pernikahan mu. Menurut mu kau akan berhasil sampai kesini atau tidak?, jika tidak bukankah kau tidak akan menikah dengan Oliver?"

"Kau cukup banyak bicara ya," Louis berbicara. Melirik violet dengan ekor matanya. Dia terlihat tidak senang dengan pembicaraan ini. Namun lagi-lagi violet menawarkan sesuatu.

"7 kantong per minggu, menurutmu apakah itu terlalu sedikit?" Ini pertama kalinya violet berbicara dengan nada dominan walaupun tidak berhasil mendominan Louis namun seperti itu berhasil membuat Louis tertarik.

"kita lihat saja nanti" Louis melangkah meninggalkan mansion morgan ke apartemen miliknya.

Di apartemen

Louis dalam kondisi buruk, yah, tubuhnya melemas, memucat, dan bahkan darah segar keluar dari hidung nya. Kesehatan nya memang memburuk akhir-akhir ini bahkan dia sulit untuk tidur, itulah kenapa dia membutuhkan banyak obat kapsul yang dibelinya dengan harga yang cukup mahal untuk meningkatkan kekebalan tubuh nya.

Setelah meminum obat itu Louis langsung tertidur, bahkan dia belum sempat membersihkan dirinya terlebih dahulu.

Keesokan paginya dia terbangun. Dia segera memanggil pelayan untuk membersihkan kamar. Setelah pelayan tersebut selesai, Louis memutuskan untuk mandi dan bersiap bekerja.

Dia mendapatkan banyak khusus yang cukup besar, itu membuatnya lembur semalaman padahal 2 hari lagi dia akan menikah, tetapi di hari itupun stamina tubuhnya menurun. Dia sering menghabiskan waktunya dengan bersantai dan minum, tapi hari ini dia memutuskan untuk istirahat saja karena tubuhnya yang tidak bisa di ajak kerja sama.

Ketika tengah malam Louis terbangun. Berjalan menuju ruang pribadinya, membaca buku, hingga menjelang pagi. Setelah itu dia bersiap ke kantor. Di perjalanan mobilnya di hadang oleh sebuah mobil merah yang cukup menarik perhatian. Di dalam mobil, violet keluar, membawa kantong plastik hitam. Mengetuk jendela Louis, kemudian memperlihatkan isi kantong itu.

"Aku bilang, kau akan membutuhkan nya, ingatlah bahwa pernikahan mu tinggal 2 hari lagi," Violet berbicara sembari menyerahkan kantong itu pada Louis.

"Kita akan bertemu 2 hari lagi, dan kau hanya punya waktu 2 hari untuk memutuskan, hari saat kau menikah, putuskan itu saat itu juga." Violet langsung pergi setelah menyampaikan niatnya. Membuat Louis kewalahan, matanya berubah, mungkin tidak ada yang menyadarinya, namun mata itu berubah ketika telah sampai ke puncak hasrat dirinya.

Louis mencium aroma di dalam kantong itu dengan ngiler, tidak dapat menahan gejolak hatinya yang ingin segara memasukkan cairan itu kedalam tubuhnya. Tapi Louis bertahan, ini adalah waktu kerjanya dia tidak akan membuang waktu lagi. Louis segera menancap gas nya menuju gedung hakim.

Di malam hari

Malam yang di tunggu Louis akhirnya tiba. Ketika dirinya telah sampai ke ruang bawah tanah, dia tidak menunggu waktu lama dan segera menggerakkan seluruh tim medis nya untuk melakukan perawatan. Louis berbaring dengan lemah di atas berangkat, tubuhnya memucat, seperti tak ada tanda-tanda kehidupan.

Semua ini bermula ketika dirinya berusia 7 tahun.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang