57. kematian violet

3.4K 147 2
                                        

WARNING! ada adegan pembunuhan di dalam ini. Adegan tidak untuk di tiru!

Di sebuah ruangan yang hanya memiliki satu titik pencahayaan dari sebuah bola kristal berwarna putih yang menerangi ruangan dengan pencahayaan yang redup

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di sebuah ruangan yang hanya memiliki satu titik pencahayaan dari sebuah bola kristal berwarna putih yang menerangi ruangan dengan pencahayaan yang redup. Ruangan di desain tanpa jendela, tanpa atribut ruangan, yang ada hanya sebuah layar lebar dengan infokus di depan meja kecil yang di sediakan khusus untuk dudukan infokus.

Ruangan itu tidak terlalu mencolok, tapi menjadi tempat yang paling tidak bisa di jangkau. Ruangan yang menyimpan begitu banyak rahasia, termasuk....

Clek

"Apa yang membuatmu datang kemari?" Nada dari suara yang familiar di telinga, namun, hal paling mengejutkan adalah siapa orang itu.

"Ada apa? Kau takut jika oliver menemukan tempat ini?" Balas lawan bicara. Dia adalah violet, gadis itu datang ke mansion secara diam-diam.

Aura dingin menguap, tatapan tajam sosok yang bermata grey-glod terlihat menyeramkan di bawah lampu yang redup, tangan nya terkepal, dengan ekpresi menakutkan.

Masih tetap tersinggung saat violet menyebut nama oliver. "Ada apa?, tuan louis?" Violet melangkah, berjalan-jalan di sekitar ruangan. "Kau selalu tersinggung setiap kali aku menyebut nama nya, apa..... Ini karena kau terobsesi padanya?"

Violet menghentikan langkahnya. "Owh!, bagaimana bisa seorang pria yang menyandang gelar hakim agung sepertimu menyimpan rahasia seperti ini...?"

"Hades" Satu kata, yang membuat Louis mengeluarkan aura membunuh yang kental. Bukan aura intimidasi, namun aura membunuh.

"Kau pasti bertanya-tanya bagaimana aku bisa tahu nama hades, kan?" Violet kembali berjalan, dia mengitari tempat Louis duduk

"Mudah," Kata violet dengan smirk "aku tahu segalanya, mungkin kau berfikir aku bodoh dan bisa kau gunakan. Tapi... Sekali lagi kau salah, aku yang akan mengendalikan mu" Violet begitu yakin dengan ucapan nya. Sampai dia tidak menyadari Louis ber smirk mendengar kata-katanya.

"Mungkin kau lupa, tak ada yang pernah salah dalam perhitungan ku" Louis berkata dengan nada berat, ber intimidasi, sengaja, untuk menekankan siapa yang berkuasa di ruangan ini.

"Owh?, jadi menurutmu kau sengaja membuatku mengetahui rahasiamu?"

"Tidak," Louis kali ini terlihat santai, lebih santai dari  orang yang takut rahasia nya terbongkar.

Sikap apa ini? Violet bergumam menyadari sikap Louis yang terlihat begitu tenang tanpa memiliki rasa takut rahasianya akan terungkap.

"Apa yang coba kau lakukan?" Louis melanjutkan. "Menunjukkan bukti kejahatan ku membunuh keluarga oliver?, atau....kejadian di Shanghai?"

Deg

"Bagaimana saya tahu?" Louis berbicara dengan nada paling stabil yang dia miliki, melihat ekspresi violet yang terkejut karena Louis mengetahui semuanya, bahkan tentang violet yang tahu kejadian di Shanghai.

"Itu mudah," Louis mengulangi perkataan violet. Dengan santai dia mengetuk sisi pada kursinya dengan gerakan santai namun keras. Kebiasaan Louis ketika dia sedang mengatur strategi.

"Pikirkan saja, berapa mata yang kau miliki"

Violet mengerutkan keningnya, dia sepertinya paham maksud dari perkataan Louis. "Sayangnya, kau terlalu ceroboh untuk orang yang ingin mengendalikan ku" Louis akhirnya bangkit. Dia menekan tombol pada komputer di depan nya yang menunjukkan rekaman saat violet berusaha menemukan bukti yang dapat dia gunakan untuk menghancurkan dan mengendalikan Louis.

"Bukan kah kau tahu sejak awal, bahwa aku tahu segalanya, termasuk adanya kau di mansion morgan.."

Ketika Louis mengungkit nya violet langsung mendapatkan sesuatu di otaknya, dia dengan ekpresi kaget berkata. "KAU?, KAU YANG MEMBUATKU BERADA DI SANA?, MORGAN!! ITU KAU!!"

Suara tepuk kan tangan terdengar, Louis memberi selamat atas kecerdasan otak bodoh violet. "JADI BENAR!" Violet mendekat, dia mencengkram kerah baju Louis dan menatap pria itu dengan marah.

"Camellia!, kau yang membunuh nya! Kan?" Louis tersenyum mendengar ucapan violet. Merasa terhibur dengan kecerdasan wanita itu.

"Good girl!" Louis berkata dan tangannya langsung menjambak rambut violet dan menghempas wanita itu ke dinding.

"LOUIS! KAU IBLIS!"

"Pujian yang mengharukan, terimakasih." Louis menepuk bagian kerah nya yang di cengkram violet.

"AKU AKAN MEMBUNUHMU!" violet bangkit. Dia mengeluarkan sebuah pisau kecil dari sakunya kemudian berlari mendekati Louis berniat menusuk lelaki itu, namun sebuah peluruh lebih dulu meleset menembus kepalanya.

Bruk

Tubuh violet jatuh dengan pisaunya. Darah mulai keluar dari pelipisnya, tembakan yang crish berikan tidak pernah meleset sedikitpun.

"Sekarang tugasmu telah selesai," Louis berkata dengan smirk sebelum meninggalkan ruangan itu. "Bereskan mayatnya, dan beri makan leon"

"Baik!" Jawab crish sambil menunduk kemudian dengan beberapa anak buahnya mereka membereskan tubuh violet.

Louis pergi ke kamar tidur nya untuk membersihkan diri. Ketika sampai, dia melihat oliver yang sedang meringkuk di bawah selimut sesekali meringis.

Senyuman terbit di bibir Louis. "Dia akan sulit berjalan besok" Gumam nya kemudian melenggang pergi ke kamar mandi.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang