TAHAP EDITING!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah-tengah keluarga mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Louis berjalan membelah kerumunan, memperhatikan pelayan yang menangis di pelukan temannya. Crish yang juga baru sampai terlihat biasa saja, membuat Jemmy merasa penasaran. Setelah sampai pada TKP, Louis melihat Oliver yang tertidur di atas mayat penjaga. Tubuhnya yang dilumuri darah dengan tangan yang masih memegang pisau, membuat Louis mengusap wajahnya.
Dia berfikir bahwa tidur berjalan Oliver sudah menghilang, namun dia lupa bahwa naluri Oliver akan tetap sama walaupun dia telah kehilangan ingatannya. Ambisi dan rasa puas ketika membunuh seseorang tidak bisa dihilangkan begitu saja. Seharusnya dia tidak membiarkan adanya penjaga atau pelayan di mansion ini.
Semuanya telah terjadi, sesuatu yang selama ini dia sembunyikan. Mansion ini berbeda dengan Red Mansion. Kematian di sini sungguh berarti, apalagi kejadian ini dilihat oleh pelayan mansion. Tidak mungkin mereka akan bersikap biasa saja setelah kejadian ini. Satu-satunya jalan hanyalah dengan membunuh semua orang yang menyaksikan kejadian ini. Agar berita tidak tersebar dan mengacaukan segalanya.
Namun, Louis tidak ingin membunuh, karena banyak orang kepercayaannya. Satu-satunya pilihan hanyalah dengan membungkam mereka semua. Louis mengeluarkan aura intimidasi nya, mendominasi semua yang ada di ruangan itu. Matanya yang awalnya grey-gold berubah menjadi emas seutuhnya.
Dia berbicara dengan nada yang penuh penekanan. "Lupakan tentang kejadian hari ini, bersikap tidak terjadi apapun, pergilah esok harinya...."
"Siapa pun yang berani mengekspor kejadian ini pada dunia luar, maka bersiaplah berurusan dengan saya.."
"... Apapun yang terjadi, kalian akan menanggung akibat jika berani berbicara satu kata saja!"
Semua yang ada di sana sontak terjatuh, tubuh mereka terasa lemas tak berdaya. Rasanya seperti ingin mati, sesak nafas yang tak berujung, menyekik leher mereka dengan kuat. Sebuah ancaman yang benar-benar tidak dapat dibantah. Semua orang tidak punya pilihan, mereka semua mematuhi dan pergi meninggalkan mansion keesokan harinya.
Sedangkan Oliver, telah disuntik cairan pembius oleh Matthew atas suruhan Louis. Dia tidak sadar bahwa dirinya telah menjadi pusat perhatian, dan bahwa Louis telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi dirinya dari ancaman yang mungkin terjadi.
Setelah menyelesaikan masalah di mansion Louis pergi. Ada hal yang harus dia lakukan di luar, agar semuanya berjalan dengan kehendaknya. Demi melindungi Oliver dari dunia luar.
***
Di sisi lain pada sebuah apartemen
Pemuda yang dikenal nakal dan suka berulah itu kembali membuat aksinya, demi mendapatkan perhatian bawahan kakak nya, dia sampai nekat duduk di trali mansion sambil mengisap tembakau. Dengan alunan musik klasik yang mengisi seisi ruangan, kakinya dia ayunkan seirama dengan lagu, matanya menatap ke arah pintu apartemen, menunggu seseorang datang.
Di bawah apartemen. Beberapa orang telah berkumpul, bahkan ada yang meminta tim penyelamat untuk datang. Mereka berfikir bahwa pemuda itu sedang berniat bunuh diri, ya! Siapapun pasti akan berfikir begitu, karena jika trali itu patah maka pemuda itu akan jatuh dari lantai 15 dengan mengenakan. Bukan hanya patah tulang, bahkan tubuhnya akan hancur berkeping-keping menjadi serpihan-serpihan daging segar.
Beberapa pelayan laki ada yang berteriak menyuruh memuda itu untuk turun walau mustahil suara mereka terdengar sampai lantai 15.
Suasana yang hiruk-pikuk menarik perhatian sosok lelaki yang sejak tadi berada di dalam mobil, yang belum berniat keluar sejak dia tiba. Alasannya cuman 1, karena kondisi halaman apartemen yang ramai sulit untuk dirinya masuk tanpa ketahuan. Dia bukan kriminal atau tahanan, hanya status nya sebagai anjing pemburu keluarga kerajaan membuatnya harus hidup dalam bayang-bayang tapi karena seorang anak kecil, dia harus menunjukkan wajah nya di siang hari.
Yang seharusnya jadi bayangan malah terlihat.
Crish, dia sengaja menunggu didalam mobil. Menunggu keramaian bubar sebelum menemui anak kecil pengacau di apartemen nya. Tapi melihat keramaian yang tak kunjung mereda, crish pun keluar, memakai topi dan kecamatan hitam nya agar tak dapat di kenali, mendekat ke arah kerumunan untuk melihat hal yang sejak tadi diributkan.
Ketika sampai crish mendongak menatap dengan mata menyepit ke arah atas, dimana letak lantai 15 berada, melihat seorang pemuda yang duduk di atas trali dengan kondisi ekstrim. Crish yang melihatnya menghela nafas, sekaligus merasa jengah dengan pemuda itu.
Reva suka sekali mencari perhatian. Seperti seorang iblis kecil. Dia pun akhirnya berjalan memasuki apartemen, lebih baik menghampiri anak kecil itu dari pada melihat keramaian yang tak kunjung selesai ini.
Di lantai 15, gevariel, pemuda itu masih saja tidak berniat pergi, walau suara trali nya sudah berbunyi krek pun dia masih tetap duduk disana. Ketika pintu apartemen terbuka, dan menunjukkan sosok yang di tunggu, gevariel tersenyum, membuang sisa tembakainya dan menghentikan kakinya yang bergoyang-goyang.
"Apa yang sedang anda lakukan?" Crish berjalan mendekat, dia melepas kecamatan dan topinya kemudian meletakkan nya di atas meja sofa, sebelum melanjutkan langkahnya. "Itu berbahaya bagaimana jika anda ja—"
Krekk
Dan.....
Crish membelalakkan matanya sembari berlari ke balkon ketika trali yang gevariel duduki terlepas. Orang-orang yang berada di bawah sontak berteriak, dan para tim penyelamat yang telah siap dengan alat mendarat mereka. Tubuh gevariel terjatuh dengan cepat, dan crish ikut melompat, aksi itu membuat suara terkejut dan teriakkan kembali terdengar. Ketika di saat tubuh gevariel terjatuh ke bawah, crish berhasil mencapainya. Crish memeluk tubuh pemuda itu dan menggantikan nya dengan tubuhnya yang di bawah.
Di saat-saat jatuh gevariel mengambil kesempatan dengan mencium leher crish dan membuat crish terkejut sampai akhirnya tubuh mereka mendarat di atas balon yang digunakan untuk mendarat. Tapi karena jarak lantai 15 itu cukup tinggi, itu memungkinkan keduanya mendapat cedera, dan crish mengalami patah tulang rusuk, kaki dan tangannya, sedangkan gevariel berhasil selamat tanpa cedera karena dia berada di atas crish, namun gevariel juga terluka, akibat kalung yang menggores pipinya hingga berdarah.
Tim penyelamat secara membawa kedua pemuda itu untuk dibawa ke rumah sakit terdekat, agar mendapatkan perawatan medis segera.
Berita itu bahkan telah sampai ke telinga kediaman sapphire, dan saat itu juga, helene datang untuk melihat keadaan putranya, datang bersama Lee yang kebetulan dia temui di jalan tadi, karena pihak keluarga yang tidak dapat hadir dari banyaknya nomor yang di hubungi, akhirnya hanya nomor kann dan lee yang aktif. Karena kann sedang sekolah, jadi helene yang datang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.