76. kematian jemmy

1.5K 93 1
                                        

Warning!! Terdapat adegan kekerasan

Suara tembak kan menggema di seluruh penjara bawah tanah, bau semerbak darah dimana-mana dengan mayat yang tergeletak sembarang, hari ini mereka melihat predator yang sebenarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suara tembak kan menggema di seluruh penjara bawah tanah, bau semerbak darah dimana-mana dengan mayat yang tergeletak sembarang, hari ini mereka melihat predator yang sebenarnya. Mata ke emas san milik Louis Fletcher sapphire bersinar di gelap nya lorong, yang menandakan betapa buas nya Louis hari ini. Tubuh nya menjadi kebal, bahkan sekalipun dia terluka rasa nya tidak seberapa.

Jemmy berdiri di dalam jeruji, sejak tahu peter menghilang dia sudah menebak akan menjadi seperti ini. Sejak awal, dia telah tahu bahwa menyembunyikan sesuatu dari Louis sama saja dengan mencari mati, dan hari ini kematian itu telah tiba.

Seperti suara teriakan dari neraka yang menyambut dewa kematian, langkah demi langkah selalu ada jeritan dan suara tembak kan. Hingga suara itu menghilang di depan lorong, disana lah Louis terlihat berdiri dengan mata emas nya menatap buas ke arah jemmy yang sedang duduk di kursi dalam beruji.

"Ucapkan satu kata sebelum kau mati, jemmy." Seperti biasa nada dominan selalu menjadi bahan sehari-hari Louis, untuk membuktikan siapa yang lebih berkuasa di sini.

Jemmy tertawa, kemudian wajah nya menjadi serius. "Tidak perlu tuan, aku pernah bilang padamu bahwa hidup dan matiku ada di tangan mu, membunuh ku sekarang sudah menjadi anugrah untuk ku." Jawab jemmy begitu setia. Sayang nya rasa cemburu membuat nya buta.

"Omong kosong!." Tapi dalam situasi seperti ini siapa yang akan percaya.

Jemmy terkekeh, bahkan sampai saat ini pun Louis masih sulit mempercayai nya. "Bunuh saja aku." Ucapnya pasrah, hari ini memang telah dia tunggu-tunggu, mungkin mati adalah pilihan yang bijak dari pada harus melihat tuan nya melemah setiap hari.

"Jangan jadi pecundang!. Bangun, kita bertarung." Ucap Louis. Setidak suka apapun Louis pada jemmy tapi sebelum nya jemmy adalah orang nya, yang artinya dia harus membuat keputusan yang tepat. Mati bersama dalam pertarungan atau mati dengan rasa malu.

Jemmy bangkit, dia mengeluarkan pedang nya. "Tuan kau memang selalu membuatku terkesan," Ucap jemmy begitu jujur.

Dia mulai. Merobek bajunya, memperlihatkan bekas luka yang tidak dapat di hilangkan, keluar dari jeruji dan mereka menuju aula di bawah tanah sana, di sana hanya ada ruangan kosong dengan pintu yang terkunci. Untuk memudahkan mereka dalam pertarungan.

"Sebuah kehormatan bagiku bisa mati di tangan mu tuan." Ucap jemmy yang mulai dengan jurus nya.

"Bagus! Maka matilah dengan bangga, bajinga!." Louis yang menyerang lebih dulu. Suara kedua pegang beradu sangat sengit, walaupun tubuh Louis lebih kecil tapi dia begitu ahli dan lincah dalam pertarungan. Entah sudah berapa kali pedang nya menyayat tubuh jemmy.

Jemmy bahkan tidak menyadarinya. Sampai pada serangan mutlak dan seketika tubuh jemmy tidak bisa bergerak,

Crring

Tebasan itu memutuskan tangan kanan jemmy membuat pedang yang berada di gengaman nya terjatuh bersama lengan nya, darah segar tersembur dari lengan jemmy, pria itu tidak meringis kesakitan, dia hanya menatap lengan kanan nya dan tubuhnya yang tersayat.

Dia menyari satu hal, serangan yang Louis berikan adalah serangan pelumpuh dengan menyerang saraf otot sehingga pada titik terakhir tubuh jemmy tidak dapat bergerak lagi.

Sekali lagi jemmy kagum terhadap tuan nya. Dia begitu hebat sehingga monster seperti dirinya saja tidak sebanding dengan tuan nya.

"Ucapkan satu kata sebelum kepala dan tubuh mu terpisah, jemmy." Ucap Louis, dia telah mengambil keputusan untuk melenyapkan jemmy.

"Respect." Satu kata dan satu tebasan.

Cring!!

BRUK

tebasan penuh tenaga yang berhasil melepaskan kepala dari tubuh nya. Ketika kepala jemmy menggelinding, tubuh nya pun jatuh menyusul, darah pun muncrat keluar, membasahi ruangan dan tubuh Louis.

Louis menatap kepala yang ber gelinding, dia membalik kepala itu menggunakan kakinya, dan melihat wajah jemmy yang tersenyum penuh rasa kagum. Dia memang jujur kagum, dan semua yang dia lakukan agar Louis tidak memiliki kelemahan dan juga rasa iri terhadap crish. Tapi dia tidak pernah sekalipun menyesali apa yang dia lakukan, termaksud mati di tangan orang yang memberi nya hidup.

"Bereskan." Perintah Louis pada anak buah nya kemudian dia pergi meninggalkan tempat itu.

Menuju ke gedung kejaksaan, membaca laporan mobil serta memecahkan teka-teki yang berada di kasus. Louis duduk selama dua hari, memecahkan teka-teki sampai dia mendapatkan nya.

Kemudian dia menggebrak meja kerja nya hingga terbelah dua.

"Sialan!."

Jericho kediaman

Sosok pemuda terlihat sedang menghisap tembakau miliknya sambil menatap hiruk-pikuk jalanan di tengah kota dengan bersiul, kemudian membuang tembakau nya dan beranjak pergi ke sebuah ruangan yang dia kunci.

Ceklek

"Bagaimana?" Suara seseorang terdengar dari dalam ruangan.

Jer duduk di kursi ujung sana. "Bagaimana menurut mu?"

"Dia mati?"

Bukan menjawab tapi jer tersenyum. Senyuman yang begitu manis.

"Coba kau pikirkan, apa yang bisa dia lakukan selain mati?"

"Dia tidak akan membongkar nya kan?"

"Tidak akan, dia tidak akan melakukan nya. Sesetia apapun dia terhadap Louis, sekarang giliran mu." Ucap jer kemudian beranjak.

"Crushie."

Pemuda dengan wajah tampan itu tersenyum. "Kau salah jer, ini belum saat nya." Ucap nya kemudian pintu mulai tertutup.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang