TAHAP EDITING!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah-tengah keluarga mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di perjalanan menuju kantor. Mobil mewah yang mengangkut 3 orang ; supir, Crish, dan pria itu.
Pria itu adalah
Louis, seorang hakim Agung yang dihormati oleh sebagai orang, dan juga ditakuti. Dia memiliki kharisma seperti raja, pangeran tampan dengan sikap dominan yang mampu mengendalikan. Orang-orang menyebutkan nya dengan Enigma tipe paling jarang ditemukan, yang bisa membuat tipe Alphatunduk dan patuh.
Setelah melakukan uji lab. Hanya Louis dari keluarga kerajaan yang memiliki tipe sifat seorang Enigma.
Yah...
Itulah salah satu alasan ia menjadi kegemaran dan ketakutan pada sebagian orang.
Mobil mewah berwarna hitam yang di naiki Louis berhenti tepat di depan gedung kantor hakim. Gedung besar ber interior klasik dengan gaya Inggris, penjagaan yang ketat di sekeliling menjadi sarana perlindungan dan pengawasan yang ketat. Semua di lakukan dengan sangat ketat mulai dari penggeledahan, pemeriksaan kesehatan, pengaksesan wajah, dan terakhir, Card Id.
Crish yang pertama keluar dari mobil, ia mengedarkan pandangan nya memantau sekeliling. Setelah dirasa aman, barulah ia mempersilahkan tuan nya untuk keluar, dengan membantu membukakan pintu.
Setelah Louis keluar, beberapa penjaga mulai mengerumunginya untuk menjaga keselamatan Louis. Louis pun di hantar masuk ke dalam gedung kejaksaan.
Banyak pasang mata menatap ke arah Louis, tatapan berbeda-beda yang mengartikan banyak hal. Louis tidak begitu peduli dengan tatapan itu, yah... Tak penting menurutnya.
Beberapa petinggi yang juga berada di sana mulai menyapa, menunduk sebagai tanda hormat, kemudian mempersilakan Louis untuk masuk ke ruangan nya.
Setelah Louis masuk, mereka mulai membisiki tentang Louis, dan itu terus terjadi sejak dulu. Dihormati dan ditakuti memang itulah Louis.
Banyak khasus yang Louis tangani akhir-akhir ini hingga ia tidak punya cukup waktu untuk istirahat. Walau demikian, ia tidak pernah sekalipun menunjukkan wajah; lelah nya. Ia selalu tampil berkharisma dan gagah. Bahunya yang tegap, dan sorot matanya yang dingin.
• • •
"Harus ku apakan orang itu?" Crish pertanya pada Louis tentang seseorang yang mereka kenal secara kebetulan beberapa waktu lalu.
Crish berfikir mungkin orang itu akan menganggu, jadi ia bertanya pada Louis harus ia apakan orang itu.
"Awasi saja." Louis berbicara tanpa menatap Crish. Tatapan nya hanya fokus ke layar tablet, tempat yang selalu menjadi perhatian nya.
"Ya, tuan." Crish menjawab sambil menunduk dan izin undur diri. Meninggalkan Louis sendiri diruangannya.
"Kau masih sangat lucu dimataku." Louis berujar. Ia berbicara dengan nada penuh perasaan dan bukan lagi nada yang mengandung intimidasi.
Senyuman tipis terukir di wajahnya, melihat sosok di dalam rekaman CCTV yang selalu ia awasi sosok tersebut. Louis telah menunggu sangat lama untuk bertemu dengan sosok itu, walau ia tahu bahwa sosok itu tidak akan mengenalinya, bahkan jika ia ingat sekalipun.
"Kau. Akan segera menjadi bagian dari rumah ku, dan kebahagianku, kau milikku seutuhnya."
• • •
Oliver,
Wajahnya memerah akibat terlalu lama berjemur di bawah teriknya matahari. Kulitnya mulai terbakar, tapi ia masih tetap berada di tengah-tengah halaman.
Keputusan itu bermula ketika ia bermimpi tentang hal-hal mengerikan yang penuh dengan jeritan dan bau besi karat. Penciumannya terganggu, serta telinganya yang tiba-tiba berdenging. Mungkin mimpi itu ada sangkut pautnya dengan hilangnya ingatan nya.
Oliver berfikir sangat keras, apa sebenarnya yang membuat nya kehilangan ingatan?
"Apa yang kamu lakukan Oliver." Alexa. Wanita itu telah memperhatikan Oliver sejak pagi sampai matahari hampir menenggelamkan dirinya seutuhnya. Tidak mengerti kenapa, putra angkatnya itu berjemur sampai separah ini.
Mungkin orang akan tahu jelas bahwa Alexa tidak begitu peduli terhadap Oliver. Yah, memang itulah kenyataannya, tapi ada sesuatu yang lebih Alexa khawatir kan, dan ia harus bertingkah seperti Ibu yang baik hati.
Oliver berbalik, Alexa masih berdiri di sana dengan menatapnya. Karena bingung mau menjawab apa Oliver hanya tersenyum dan kemudian pergi memasuki mansion.
Tak jauh dari mereka, Violet sedang memperhatikan interaksi keduanya. Ia sedikit tertarik, dengan pria bernama Oliver itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.