TAHAP EDITING! PART MASIH BERANTAKAN!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BRAK
Mendengar gebrakan maha dasyat itu membuat Oliver yang sedang tertidur, akhirnya terbangun. Dengan sisa-sisa nyawa nya ia menggetarkan pandangannya menelusuri ruangan dengan kedua iris coklat nya, dengan wajah bingung dan penasaran.
Satu hal yang ia ingat hanyalah namanya.
Oliver.
Yang lain? ia tak ingat sama sekali. Siapa dia, asalnya dari mana, apa yang terjadi padanya, tak ada yang ia ingat sama sekali.
"Sudah bangun."
Suara yang terdengar mengintimidasi menggema di dalam ruangan. Mengejutkan Oliver yang masih mencoba mencerna situasi.
Oliver melirik cepat menatap ke arah datangnya suara, di mana di depan jendela seorang wanita dengan gaun merah elegan sedang berdiri.
"Siapa kamu?" itu adalah pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Oliver setelah sadar.
Wanita itu berbalik. Menampakkan wajahnya yang terbilang masih cantik meski usianya sudah menginjak umur 60-an.
"Saya madam Alexa, pemilik rose house ini," ujarnya sembari melangkah pelan menghampiri kasur tempat Oliver terbaring.
"Lalu, apa yang saya lakukan disini?"
"Kamu tidak ingat? Baiklah biar saya beritahu." ada jeda singkat di sana. "Rumah yang sebelumnya kamu tempati telah hancur, suami saya yang membawa kamu ke rumah ini."
"Hancur? Tapi kenapa?" tanya Oliver bingung.
Mengapa tiba-tiba hancur? Apa yang terjadi dan bagaimana bisa terjadi.
"Itu bukan sebuah pertanyaan yang wajib saya jawab. Kamu hanya perlu tahu, bahwa mulai hari ini kamu akan menjadi anggota keluarga Morgan."
"??"
"Pelayan."
"Yes madam," jawab maid yang tiba di dalam kamar Oliver sembari menunduk, sebagai tanpa hormat pada majikan nya.
"Bawakan pakaian tuan muda Oliver ke kamarnya dan segera bawa dia untuk makan malam, dan jangan lupa. Utus satu pelayan untuk mengurusnya." Titah madam Alexa yang di angguki pelayan tersebut sebelum ia pergi meninggalkan kamar tidur Oliver.
"Keluarga Morgan?"
Keluarga Morgan adalah salah satu keluarga bangsawan yang tidak begitu terkenal di dunia kerajaan. Keluarga Morgan sangat asing di telinga, tak banyak yang tahu apakah keluarga Morgan ada atau tidak, tetapi sebagian orang ada yang tahu.
Keluarga Morgan identik dengan mansion berwarna merah klasik, yang disetiap halaman nya terdapat red rose, halaman nya hanya di gunakan untuk menanam satu jenis bunga yaitu rose, dan setiap orang wajib menggunakan pakaian berwarna merah, bercampur hitam.
Dari luar, mansion Morgan terlihat sangat suram dan tidak hidup, tetapi ketika masuk, pengunjung dapat melihat keunikan house rose Morgan yang jarang ditemui di seluruh Amerika Serikat.
Di keluarga Morgan. Terdapat kepala keluarga.
Noah de Morgan—kepala keluarga Alexa de Morgan—nyonya Morgan. Alex de Morgan—anak pertama Neil de Morgan—anak kedua alekza de Morgan—bungsu
Dan yang terakhir
Oliver, de Morgan. Anak angkat
Setelah siap dengan pakaian yang di berikan oleh maid, Oliver dibawa ke lantai satu untuk ikut makan malam.
Semua orang sudah menunggu di meja makan.
Saat Oliver sampai, ia hanya berdiri sambil memandangi deretan kursi yang sudah ditempati, lalu bagaimana dengannya?
Noah menatap Oliver yang hanya berdiri. Kemudian memanggil kepala pelayan.
"Tolong siapkan kursi tambahan untuk nya." perintah pria tersebut pada kepala pelayan Grant.
Grant menunduk sebagai tanda hormat kemudian berjalan mundur ke beberapa writer untuk di perintahkan membawa bangku tambahan.
"Oliver, mulai sekarang kamu adalah anggota keluarga morgan," Noah berujar, semua atensi fokus pada Oliver. "Karena usiamu sama dengan Alex, kamu akan di panggil tuan muda kedua."
"Ayah!" seru Neil tiba-tiba. Raut wajahnya terlihat tidak setuju akan hal itu.
Dia tahu, umurnya jauh dari umur Oliver tapi dia tidak mau posisi putra kedua miliknya di berikan begitu saja pada orang lain yang tiba-tiba masuk kedalam keluarga nya secara mendadak.
"Neil," Alexa memanggil nama Neil, sambil mengangguk sebagai perintah agar Neil menurut.
Mau tidak mau Neil harus merelakan posisinya sebagai putra kedua. Meski harus dengan emosi yang meluap dalam dirinya. Ia memang merelakan, namun kebencian tak akan hingga begitu saja. Sebaiknya, akan bertambah terus dan terus.
Beberapa maid menghampiri meja makan—Meletakkan bangku tambahan milik Oliver di depan Noah. Kemudian berpamitan pergi.
"Silahkan duduk."
"Tidak ayah!" Alekza angkat bicara.
Gadis bungsu di keluarga itu menatap Oliver tak suka sebelum kembali menatap Ayahnya, ekpresi nya menunjukkan keteguhan dan keras kepala yang sama.
"Dia tidak boleh duduk menghadap Ayah. sebagai seorang putra, dia harus sejajar dengan saudara lainnya. Ibu akan pindah."
Mendengar itu Oliver yang hendak duduk jadi berhenti. Ia menatap Alekza tanpa ekpresi.
"Alekza—" Alexa berniat menegur putri bungsunya untuk tidak berbicara lagi, namun ucapan Noah sudah lebih dulu memotong perkataan nya.
"Pindahlah Alexa, jangan membuat jam makan malam lewat lima menit."
Setelah perintah mutlak itu. Alexa langsung bangkit, mengambil tempat di tempat duduk yang berhadapan dengan Noah, sedangkan Oliver duduk di sebelah Alekza.
Setelah selesai menentukan tempat duduk, akhirnya Noah memutuskan untuk memulai makan malam. Saat itulah Alekza melemparkan tatapan benci ke arah Oliver, meski pria itu tak menyadarinya sama sekali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Cerita ini hanyalah fiksi semata, real hasil karya author dan bukan terjemahan.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, sebagai bentuk suport untuk penulis