TAHAP EDITING!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah-tengah keluarga mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Oliver duduk sendirian di taman, melamun sejak beberapa jam lalu, pikirannya begitu kosong dia bahkan tidak menyadari kedatangan Matthew disana. Begitu dia merasakan benda dingin menyentuh kulitnya saat itu pula dia kembali sadar.
"Kenapa kau duduk sendirian disini?" Matthew mengambil tempat di sebelah Oliver. Dia sejak tadi memperhatikan Oliver yang melamun, karena tak tega dia pun berniat menemani sebentar sebelum Louis kembali.
"Entahlah," Oliver sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, dia seperti kehilangan dirinya sendiri dan lebih sering melamun. Dia kadang jadi orang bodoh yang tiba-tiba kaget karena berada diruangan yang berbeda dengan yang dia lihat sebelumnya.
Banyak sekali hal yang tidak dirinya mengerti. Rumit, semua di otak nya rumit.
"Ya sudah, kau masuklah sebentar lagi tuan Louis akan kembali," Matthew beranjak, menggeser meja di depannya sedikit sebelum melangkah meninggalkan Oliver.
Oliver tidak tinggal, dia juga beranjak dan pergi masuk ke mansion karena merasa dingin di luar. Ketika dia tiba di ruang tamu Louis muncul dari balik pintu utama, bersama kedua orang kepercayaan nya, dan istrinya, gadis yang bahkan tidak Oliver ketahui namanya.
Violet terlihat menempel pada Louis, dia terus merangkul lengan Louis sampainya tiba di ruang tamu, saat maid menghampiri nya, violet barulah melepaskan diri dan pergi ke kamarnya, sedangkan Oliver dia mendekat karena Louis menyuruhnya.
"Duduk disebelah ku." Louis menepuk tempat disisinya.
Oliver tak patuh, dia semakin menjauh. Namun Louis langsung menarik tubuhnya hingga menempel pada tubuh Louis, "kau tahu aku tidak suka gayamu..."
".... Jangan nakal dan patuhlah."
"Sebagai pasangan ku, kau harus patuh pada ku, your mine"
Crush tersenyum dalam hati, kemudian memberikan dokumen pada Louis untuk di urus. Dia juga mengisyaratkan para pelayan yang ada di sana untuk pergi, setelah tak terlihat Louis akhirnya berani berbicara.
"Lakukan saja dengar benar jangan tinggalkan apapun, sebentar lagi kita akan menguasai tempat ini"
Oliver melirik Louis merasa tak nyaman mendengar pembicaraan Louis. "Aku akan pergi,"
Grep
Louis memeluk pinggang Oliver tak mau melepaskan. Dia bahkan tidak peduli dengan celetuk kan Oliver yang minta di lepaskan, dia hanya sibuk berbincang perihal pekerjaan pada crish dan jemmy, pembicaraan penting yang seharusnya tidak didengar Oliver.
Setelah beberapa waktu berlalu mereka mengakhiri perbincangan dan pergi mengurus pekerjaan masing-masing sedangkan Louis membawa Oliver ke kamar mereka di lantai dua. Setibanya di kamar Louis langsung mendudukkan Oliver di sofa kemudian duduk di sebelah Oliver, menyandarkan kepalanya, sambil memeluk Oliver.
"Beri aku waktu istirahat" Ucap Louis sambil memejamkan matanya.
Oliver yang berniat memberontak jadi urung, dia tetap mempertahankan posisi itu, bahkan dia membalas pelukan Louis, membuat lelaki itu menarik sudut bibirnya.
Malam hari
Niatnya hanya beberapa menit, menjadi berjam-jam yang membuat Oliver akhirnya tertidur dengan posisi kepala menindih kepala Louis, dengan tanya yang memeluk punggung Louis erat. Mereka tertidur di sandaran sofa dengan nyaman.
Ketika maid mengetuk pintu, Louis membuka matanya dan langsung menyuruh maid untuk pergi, setelah itu dia mengubah posisi nya jadi duduk dan karena hal itu Oliver juga ikut terbangun.
"Waktu makan malam. Bersihkan dirimu lalu segara menyusul ke bawah" Ucap Louis pelan, dia mengusap pucuk rambut Oliver sebelum beranjak pergi meninggalkan kamar tidur mereka.
Meja makan
Oliver yang selesai bersih-bersih langsung menuju lantai satu tempat ruang makan berada. Ketika dia sampai, Orang-orang telah mengisi tempat duduk di setiap meja, kecuali kursi disebelah Louis. Bahkan violet yang kini berstatus istri Louis saja harus duduk di sudut dari Louis, lantas bagaimana dengan Oliver?.
Oliver yang awalnya hendak duduk disebelah violet berhenti ketika Louis berbicara. "Kemari,"
"Aku?" Oliver menunjuk diri sendiri
"....." Louis tidak menjawab namun cukup dengan anggukan saja sudah bisa dimengerti.
Dan dengan patuh Oliver mendekat, mengambil tempat disebelah Louis, sebelum mereka memulai makan malam.
Oliver makan dengan cukup banyak bahkan hingga pipinya menggembung seperti babi pun dia tidak berhenti memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Entah karena lapar atau karena masakan koki baru yang lezat, Oliver tidak berhenti untuk makan. Aksi menggemaskan itu di lihat oleh crish, jemmy dan tentu saja Louis.
Di ujung sana pelayan yang berjaga sudah berbisik sambil senyum-senyum memuji keimutan pria bertubuh lebar itu yang sangat tidak cocok sebagai seorang alpha.
"Kunyah perlahan," Kata Louis "makanan itu tidak akan hilang jadi jangan takut, perlahan saja, atau kau akan tersedak"
Oliver menggeleng dengan mulut ful dia berbicara tidak jelas pada Louis. Membuat Louis menggeleng keheranan sebelum menuangkan air ke gelas dan memberikannya pada Oliver.
"Minum dulu," Oliver dengan patuh menerima gelas itu dan menghabisin air yang ada di gelas itu. Kemudian menelan semua sisa-sisa makanannya.
"Ini lezat!" Pujinya senang.
"Ya, makanlah perlahan"
Oliver mengangguk dan kembali menikmati makanan nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.