71. ingatan yang kembali

1.6K 87 0
                                        

Sebuah ingatan menggambarkan sosok pemuda remaja yang duduk di bangku SMA sedang menatap penuh kebencian pada beberapa orang di hadapan nya, dia mengepal kan tangan nya kesal akibat rasa iri akan kasih sayang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebuah ingatan menggambarkan sosok pemuda remaja yang duduk di bangku SMA sedang menatap penuh kebencian pada beberapa orang di hadapan nya, dia mengepal kan tangan nya kesal akibat rasa iri akan kasih sayang. Sejak kecil lelaki itu tidak pernah mendapatkan kasih sayang, ayah nya pemabok berat yang berakhir membunuh ibunya, dan dia harus besar untuk melihat bagaimana ayah nya membunuh.

Sampai entah apa yang terjadi dia mulai membunuh ayah nya dengan kejam. Bahkan dia tidak menagis dan malah ketawa seakan itu adalah kebahagiaan nya,
Sejak saat itu dia mulai suka membunuh ketika bosan atau merasa tidak suka dengan orang lain, dan hari ini dia membunuh dua pasangan yang tengah bermesraan.

Pemuda itu memukul sebuah ujung buku ke kepala sang pria dengan keras, lalu menusuk berulang kali wanita di sebelah pria itu yang menangis, hingga tewas. Melihat mangsa nya yang terbunuh, pemuda itu tersenyum kemudian membunuh pria yang dia buat pingsan sebelum nya.

Lalu kedua mayat itu pemuda tersebut letakkan di depan ruang perpustakaan dengan keadaan telanjang dan kening yang terukir sebuah kalimat dan tanda tersenyum di kening nya, yang menjadi kasus pembunuhan berantai pertama pada tahun itu.

Ketika pemuda itu berada di restoran daging dia masuk dan memesan, saat ingin menikmati makanan nya tiba-tiba seseorang tengah bertengkar dengan orang lain perihal matanya di pelototin mengganggu ketenangan pemuda itu. Saat orang yang bertengkar itu tengah pulang sendirian Oliver menggunakan sinar gitar untuk mencekik leher nya hingga putus kemudian kepalanya dia letakkan di tengah-tengah jalan raya.

Aksi itu tentu saja mengundang banyak media. Membuat nama Z terkenal di Shanghai kala itu. Sampai akhirnya pemuda itu dengan nama huang xingxu melakukan aksinya dengan beruntut.

Nama Z alias Zealous killing makin terkenal. Membuat xingxu makin bersemangat dan lebih sering melancarkan aksinya dengan berbagai cara, hingga tak sadar puluhan tahun telah berlalu, tepat saat usianya 29 tahun dirinya berangkat ke New York untuk mengunjungi paman dan bibi nya, serta ingin mencari mangsa di sana. Ketika di bandara dia tidak menyukai seorang pramugari yang gugup saat itu maka dia membunuh pramugari itu di hotel saat hendak ke toilet dengan leher yang di sayat dan menusuk dada nya untuk di gambar tanda Z. tapi sayang nya media menutupi kasus Z itu sampai akhirnya pembunuhan terakhir xingxu lakukan pada seorang pria tua yang mematahkan kaca spion mobil nya dengan memaki tentang orang asia.

Yang terakhir dan menjadi awal lupa ingatan berkepanjangan ini terjadi.

Semua ingatan itu kembali, bagai bumerang di kepala Oliver, dia merasa bahwa lebih baik dia mati dari pada mengingat semua itu.

Membunuh?

Apakah ini alasannya semua mimpi itu menghantui nya?

Ternyata bukan sekadar mimpi melainkan kenyataan.

Ingatan itu seperti racun yang membunuh Oliver dari dalam.

Dia menyesal mengingat semuanya. Yang ternyata bukan Louis yang jahat melainkan dirinya.

Oliver menatap ke luar balkon, dia bengong, memikirkan bagaimana caranya dia menebus dosa ini. Sejak kehilangan ingatan nya, hidup nya berbeda, semuanya, mulai dari cinta yang dia dapatkan, perhatian, dan teman.

Ingatan tentang kejadian beberapa lalu memutar di kepala Oliver, ketika dia menusuk Louis dan ciuman penuh cinta terakhir yang Louis ucapkan sampai dia kehilangan kesadaran nya.

Perasaan di hati oliver seperti di remas. Tapi dia tidak pandai mendeskripsikan nya. Dia hanya menatap kosong ke depan.

Kilatan cahaya tiba-tiba terlihat dengan suara guntur di sertai hujan yang turun dengan lebat. Mengingatkan Oliver tentang kejadian malam sebelum ingatan nya menghilang.

"Hari itu juga hujan." Guman nya

Brak

Suara pintu kamarnya di dobrak, Peter dan crish datang dengan baju basah, mengejutkan Oliver yang sedang duduk di lantai dengan tatapan kosong menatap langit yang turun hujan. Ketika suara pintunya di dobrak dia reflek menoleh.

Crish datang dengan baju basah kuyup, berlutut di hadapan Oliver. "Tuan tolong, sekali ini saja tolong temui tuan ku!" Mohon crish sambil bersujud, tubuh nya gemetar ketakutan membuat Oliver yang melihatnya merasa iba.

Peter juga melakukan hal yang sama. "Untuk yang terakhir kalinya, saya memohon pada anda!" Ucap Peter.

Oliver menatap keluar jendela, memegang tangan nya dan bersandar. "Bisakah kalian mengabulkan satu permintaan ku?"

Crish mengangkat kepalanya menatap Oliver kemudian mengangguk "ya!, apapun"

"Bebaskan aku."

Kedua pria itu saling pandang tapi demi Louis mereka mengangguk setuju. "Kami akan memberi mu rute yang aman untuk meninggalkan tempat ini, bila perlu negara ini!" Jawab Peter yakin.

Oliver terkekeh mendengar nya. Apa mereka berfikir alasan dirinya ingin di bebaskan adalah untuk melarikan diri?, lucu sekali.

"Baiklah aku ikut" Oluver bangkit, dia dengan langkah tegas melewati crish dan Peter.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang