25. dinner

2.8K 153 4
                                        

Di mansion Sapphire, lebih tepatnya diruang makan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di mansion Sapphire, lebih tepatnya diruang makan. Deretan kursi berjejer yang telah di isi pemilik Masing-masing.

Di depan, tepat di kursi bagian kepala keluarga, sosok pria paruh baya yang menginjak usia setengah abad duduk, tubuhnya yang gagah, tak ada cela rapuh disana. Heydrich Flecer Sapphire, perdana menteri, sekaligus raja di kota itu.

Tatapan nya yang dingin menyapu seluruh ruang makan, dengan suara bernada bass yang mempu mendominasi siapapun. Temperamen nya cukup buruk, ia sangat suka menghakim, seperti dulu saat ia masih menjabat sebagai kepala hakim.

Di samping Heydrich, ada wanita cantik yang hampir menginjak usia kepala lima. Queen Helene Sapphire, istri Heydrich.

Berbanding terbalik dengan sang suami, Helene memiliki tutur kata yang baik dan penyayang, dia banyak berkontribusi dalam pembangunan yang menguntungkan rakyat, ketimbang jabatan.

Disebut sebagai ratu mulia, titisan dewi matahari. Dia membawa senyuman bagi semua orang, matanya yang hangat, dan perilakunya yang bijak.

Helene memang pantas di jadikan ratu.

Di depan kursi Helene, ada satu kursi kosong yang memang pemiliknya sedang tidak ada, sedangkan kursi lainnya sudah di isi oleh anggota keluarga lain dari keluarga cabang dan beberapa dari keluarga utama.

Heydrich hanya memiliki satu anak, lebih tepatnya anak kandung, namun ia masih memiliki lima anak asuh lainnya yang kini sama-sama berada di ruang makan.

Kecuali satu orang.

"Lee."

Pria yang merasa nama nya di panggil segera menoleh ke arah Helene. Wanita itu tersenyum melihat putra keduanya tak lagi marah, seperti sebelumnya.

"Apa Lou belum kembali?"

Leegarn Clear Sapphire, putra kedua Helene, dia anak asuh yang Helene sayangi seperti anak nya sendiri. Sikapnya tidak jauh berbeda dengan Heydrich dan Louis, mereka sama-sama dingin tak tersentuh, namun hangat jika bertemu orang yang benar-benar mereka cintai. Lee seorang Alpha Hyper dominant

Lee menggeleng, tidak tahu. Dia tidak tahu kapan Louis pulang, karena jadwal kerja Louis yang tidak beraturan, itu menjadi penyebab bahwa tak ada seorangpun yang tahu kapan pria itu ada di rumah.

Louis terlalu sibuk sampai mampir kerumah saja, ia butuh waktu.

Helene mengangguk, seperti dirinya dan Heydrich, tak ada satu anggota keluarga yang tahu kapan Louis kembali. Louis memang susah di tebak, dia datang dan pergi sesuka hatinya.

Hampir tiga puluh dua menit menunggu, tak ada tanda-tanda kepulangan Louis, padahal dari minggu sebelumnya Helene sudah menyampaikan bahwa Louis tidak boleh sampai melewatkan dinner hari ini.

Tapi sama saja, Louis tak muncul juga, dan terpaksa acara makan malam hari ini dimulai.

Namun ketika suara bass milik Heydrich mengembang, sebuah pintu utama keluarga didorong dari luar, hingga beberapa pengawal berlari dan bersiap menyambut sang tuan muda.

Heydrich menghentikan niatnya. Kini ia berdiri dan di ikuti oleh anggota keluarga lainnya. Bersiap menyambut orang yang ditunggu.

Lampu mobil menyorot masuk ke dalam mansion, bersamaan dengan langkah tegas sosok yang ditunggu, pria dengan stelan jas bermerek mahal berwarna silver melangkah kan kakinya melewati pintu utama. Tubuhnya yang tetap, dan tatapan tajam yang mengunus, berhasil mengubah atmosfer ruangan.

Semua pelayan dan penjaga menunduk, dan dengan serentak berkata.

"Selamat datang ya tuan, Lou!"

Mereka semua berseru, tetap dalam posisi menunduk sampai Louis meninggalkan ruang utama menuju ruang makan keluarga.

Sekali lagi. Aura dominan yang Louis keluarkan tidak main-main, bahkan dengan namanya yang disebut saja, mempu mendominan semua orang yang berada di ruang keluarga.

Tak ada yang berani menatap mata Louis dari keluarga cabang dan beberapa dari keluarga utama. Siapa yang berani? mereka pasti akan di penggal oleh anjing setia milik Louis.

"Putraku! kamu telah kembali!" Helene berujar gembira.

Dia dengan segera memeluk Louis, mencium wajah putranya dengan penuh kasih sayang. Setelah itu memeganh tangan putranya dan kembali berkata.
"Kenapa kamu lama, Lou? apa tidak merindukan ibu?"

Louis hanya menatap Halene dengan ekpresi acuh, tanpa membalas pengerutuan dari HELENE, bukan karena tidak suka, namun itulah sifatnya. Halene menuntun putranya duduk, setelah beberapa saat barulah Heydrich memulai acara dinner.

Setelah makan malam selesai. Louis langsung dibawa menuju ruangan Heydrich, karena Heydrich ingin membahas lah penting sekaligus bertanya kondisi Louis yang sangat sibuk itu.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang