70. kebencian

1.3K 76 1
                                        

Tangan Oliver terkepal erat, baru sehari sejak dia berniat memaafkan Louis, tapi kali ini dia tidak lagi berfikir ingin memaafkan, sebaliknya dia segera keluar dari kamar nya membawa sebuah belati kecil di saku bajunya, pergi menuju ruang kerja te...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tangan Oliver terkepal erat, baru sehari sejak dia berniat memaafkan Louis, tapi kali ini dia tidak lagi berfikir ingin memaafkan, sebaliknya dia segera keluar dari kamar nya membawa sebuah belati kecil di saku bajunya, pergi menuju ruang kerja tepat dimana Oliver berada.

Tiba-tiba pintu ruang Oliver terbuka. Semua yang didalam ruangan reflek menoleh untuk melihat sosok pria yang terlihat marah itu.

Oliver berjalan tergesa-gesa menuju Louis dan berkata. "Kau memang pantas mati Louis." Ucapnya sebelum benda kecil dengan ujung tajam berbahan logam itu menembus jas kerja Louis dengan suara

Jleb

Semua yang ada di ruangan terkejut, termaksud sosok pria yang beberapa waktu lalu bertemu dengan oliver. Daniel, menatap tak percaya pemandangan di depan nya. Melihat sebuah belatih menancap dalam ke jantung Louis.

Darah segar mengucur dari benda itu, dan juga mulut Louis yang hendak mengatakan sesuatu. Jemny yang saat itu tiba langsung menarik kepala oliver kemudian melemparkan tubuh besar itu keluar ruangan hingga membentur tiang rumah di luar ruangan.

"Apa yang kau lakukan." Ucap jemmy dengan nada penuh intimidasi dan tatapan buas seakan ingin memakan Louis hidup-hidup.

Oliver bangkit walau rasa nyeri di kepalanya teramat sangat sakit. "Apa yang kulakukan?, balas dendam! Karena perbuatan nya!" Oliver menunjuk Louis yang menatap nya lemah.

"Pembunuh."

"Kau membunuh keluarga ku! Dan menjebak ku ke dalam keluarga morgan!" Oliver benar-benar terlihat sangat marah. Fakta yang baru dia ketahui dari sebuah peti yang terakhir kali dia temukan di bawah tempat tidur kamar nya ternyata adalah bukti yang selama ini di sembunyikan Louis. Bahkan rencana Louis yang menyuruh crish menabrak mobil paman dan bibinya kala malam itu sebelum dirinya lupa ingatan hingga jatuh ke jurang dan meledak.

Louis mencabut belati itu dari jantung nya. Dia bangkit dengan sisa-sisa tenaga nya.

"Kau iblis!."

Kata-kata sumpah serapah seperti itu boleh dikatakan orang lain untuk Louis, tapi Louis tidak ingin kata-kata yang di ucapkan dengan nada kebencian itu keluar dari mulut pria yang dia sayangi.

"Oliver."

"Jangan menyebut nama ku." Tekan Oliver. Dia menatap penuh rasa benci Louis di hadapan nya.

"Kali ini apa lagi?, kau berencana mengambil darah ku untuk kesehatan mu?"

Deg

Seperti ribuan belati menancap di jantung nya, begitulah rasa yang Louis rasakan. Bahkan jemmy juga terkejut mendengar nya, tidak terkecuali crish dan peter yang kebetulan berada di lorong yang sama.

"Wah!, membunuh violet demi darah dan sekarang kau ingin membunuh ku demi darah ku." Kekecewaan tersirat begitu pekat di wajah Oliver. Lebih menyakitkan ketimbang di siksa tanpa ampun atau di tusuk menggunakan belatih.

Oliver mendekat, dia merebut belatih yang ada di gengaman Louis kemudian berucap. "Bunuh aku dan selesaikan semua drama ini."

"Tidak!!!" Louis menahan belatih itu yang hendak mendarat di perut Oliver.

"Jangan," Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Louis, air mata pertama yang dia keluarkan setelah sekian lama tidak pernah keluar. dia bahkan dulu tidak pernah tahu caranya bersedih atau menangis, tapi melihat kekecewaan di mata Oliver, terasa lebih menyakitkan dibandingkan siksaan fisik yang dia Terima.

"Biar aku saja," Lanjut Louis. Dia memegang wajah Oliver, membuat Oliver memalingkan wajah nya, tapi Louis tetap memaksa, dia memaksa wajah Oliver untuk mengikuti arah nya kemudian mencium lembut bibir itu dengan air mata yang mengalir dari kedua sisi matanya.

Tangan kirinya bergerak meraih tangan oliver yang memegang belatih, dan tangan kanan nya menahan tengkuk leher Oliver agar pria itu tidak berniat melepaskan.

"Aku mencintaimu, Oliver."

Jleb

Untuk yang kedua kalinya, belatih yang sama menancap pada titik yang sama. Tubuh Louis mulai merosot kebawah, dengan Oliver yang mematung dengan tangan gemetar menatap lurus ke depan.

Peter terkejut, "LOUIS!!" teriak nya sebelum berlari menghampiri Louis, begitu pula dengan crish dan jemny.

Di dalam ruangan yang sama, reyzan terlihat menatap dengan ekpresi dingin, tapi jujur dia sangat terkejut, termaksud kane yang telah menangis dengan membungkam kedua mulut nya.

Sama hal nya dengan Daniel, dia sangat syok dengan semuanya sampai tidak bisa berdiri tegak lagi.

Oliver masih menatap lurus dengan suara dengingan jauh yang terdengar ditelinga nya. Sampai tubuh Louis di bawa pergi dari tempat itu. Melihat Oliver yang mematung Daniel segera mendekat.

"Oliver," Ucap nya pelan.

Oliver tersadar dari syok sesaat nya kemudian melirik Daniel sebelum dia berlari menuju ke kamar nya. Oliver teringat sesuatu, sebuah botol antik yang diberikan pak tua barang antik padanya, Oliver berniat meminumnya, jika itu parfum maka dia akan mati.

Kamar

Oliver mengobrak-abrik kamar nya dengan tergesa-gesa, kane juga mengikuti bersama Daniel. Mereka mendekat dan bertanya.

"Apa yang sedang kamu cari?" Tanya kane.

"Tolong bantu aku mencari botol biru dengan desain antik di ruangan ini" Pinta Oliver yang langsung di angguki kedua pria itu.

Mereka mulai mencari ke setiap sudut ruangan. Sampai akhirnya Daniel menemukan nya di bawah pakaian kotor, dia segera menyerah kan nya pada Oliver.

"Apa ini?" Tanya kane

"Parfum"

"Hah?"

Oliver langsung membuka tutup botol itu dan meneguk sekaligus isinya. Namun bukan rasa parfum yang dia rasakan  tapi sebuah cairan manis pahit yang tiba-tiba membuat kepalanya pusing.

Oliver terjatuh ke lantai dengan memegangi kepalanya. Sebuah ingatan asing masuk ke kepalanya, terputar bak kaset rusak yang tidak dapat Oliver hentikan, membuat tubuh nya merasakan sakit yang amat dasyat, darah keluar dari hidung nya bersamaan dengan segala ingatan yang masuk ke kepalanya.

"Oliver!"

"Oliver!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang