TAHAP EDITING!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah-tengah keluarga mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Warning!! , cerita ini mengandung kata-kata kebencian
Yang tidak pantas ditiru
Di ruangan gelap tanpa sepercik penerangan. Seorang wanita bergaun tidur putih terlihat sedang duduk di pinggiran ranjang, matanya yang berwarna gold bersinar ketika pintu ruangan tersebut dibuka dari luar.
Wanita itu menatap pada sosok pria yang berdiri di hadapannya, pria itu terlihat sangat cemas. Mata yang selalu memancarkan aura intimidasi, berubah menjadi teduh. Keputus-asaan nya yang besar bisa wanita itu lihat.
Pria itu masih tak bergeming dari tempatnya. Ia merasa ragu untuk melangkah masuk.
"Ada apa....?"
"Noah?"
Ketika wanita itu menyebut namanya. Pria itu, alias Noah mulai melangkah memasuki ruangan, dan tanpa aba-aba ia langsung berlutut dibawah kaki wanita itu.
"Tolong selamatkan putriku." minta Noah.
Ia menatap mata wanita itu dalam-dalam, tanpa mengalihkan tatapan nya sedikit pun.
Setelah keterdiaman yang cukup lama akhirnya wanita itu mengangguk meng iya kan permintaan noah. "Jangan khawatir," ucapnya kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Noah menghela nafas pelan, bersyukur bahwa permintaan nya di kabul kan. Sebelum kemudian beranjak dari posisi berlututnya, melangkah pergi meninggalkan ruangan itu. Dengan hati tenang.
•••
Di sisi lain
Di sebuah ruangan bernuansa Black Grey, seorang pria berjas terlihat sedang duduk memangku kaki.
Matanya menatap ke sebuah layar yang menampakkan seorang pria sedang mondar-mandir. Satu objek yang selalu menjadi fokus nya.
Ketika pintu ruangan tersebut di ketuk. Pria itu langsung mematikan tampilan, ia beralih menatap ke arah pintu, di mana Crish sedang berdiri disana.
"Ada apa?" tanya pria itu masih dengan nada dominan nya.
Seakan menegaskan kekuatannya yang sebenarnya.
Yah itulah dia! pria itu memang suka mengintimidasi siapapun.
"Saya membawa laporan pengembangan keluarga morgan. Baru-baru ini red rose mati," jawab Crish sambil menyerahkan dokumen laporan yang dibawanya pada pria itu.
"Apakah sudah waktunya?" lanjut Crish bertanya. Crish menatap pria itu menunggu jawaban.
Sedangkan pria itu malah bersmirk.
"Belum. Sampai pada saat dia menemukan 'itu'." pria itu kemudian mengusir Crish dari ruangannya.
•••
Semua yang berada di aula keluarga dibuat terkejut ketika Alekza di seret paksa memasuki aula dengan rantai di sekujur tubuhnya, ia digeret seperti hewan kemudian di paksa berlutut menghadap seluruh anggota keluarga Morgan.
Noah di sisi ruangan terlihat mengepalkan tangannya, melihat putrinya sendiri diperlakukan seperti seekor hewan didepan matanya adalah sebuah penghinaan secara tidak langsung untuk nya.
"Sir, kami mendapatkan surat dari pria itu, mereka menyuruh agar hukuman segera dibatalkan," ucap kepala pelayan menyampaikan pesan dari pihak atas.
Semua yang berada di aula kembali dibuat terkejut. Bagaimana bisa, pihak atas mengetahui apa yang terjadi? dan kenapa pula repot-repot turun tangan untuk mengatasi masalah yang tidak penting.
Sebagai seorang perdana menteri, ikut handil dalam urusan keluarga bukanlah sesuatu yang bisa di anggap sepele. Apalagi, membatalkan acara tradisi keluarga morgan demi menyelamatkan anak Noah.
Bisik-bisik mulai terdengar, banyak yang tidak setuju atas keputusan mendadak pihak atas, terkait pembatalan hukuman Alekza. Namun disisi lain mereka juga tidak memiliki wewenang untuk membantah.
Pasrah adalah jalan satu-satunya.
Setelah Alexa berlari untuk melepaskan ikatan pada tangan Alekza, satu persatu orang mulai menghilang dari aula.
Sekarang adalah waktunya. Noah segera berjalan mendekati Oliver.
"Oliver, jelaskan alasan yang bagus untuk membela dirimu," ucap Noah tiba-tiba yang berhasil membingungkan Oliver yang saat itu hendak pergi.
"....."
Noah menatap Oliver dengan tatapan kecewa. Jika bukan karena wanita itu Noah tidak akan tahu penyebab sebenarnya red rose di kebun nya mati.
Itu bukanlah pertanda buruk, namun kesalahan manusia tak bertanggung jawab.
"Kenapa kamu membunuh red rose?" semua orang yang sebelum nya berniat pergi mendadak berhenti, karena mendengar ucapan mendadak Noah yang membuat mereka terkejut bukan main, termasuk Alekza.
Alekza menatap tak percaya pada Oliver yang terlihat tenang padahal barusan Noah mengngekang nya dengan nada intimidasi.
"Maaf, Ayah." dua kata itu berhasil membuat aula bergema suara tamparan.
PLAKK
"Brengsek!" Alekza, menampar wajah Oliver, kemudian menatapnya dengan tatapan nyalang, seakan siap menelan Oliver hidup-hidup.
Namun tatapan itu tak menggoyahkan Oliver sedikitpun, sebaliknya ia hanya bereaksi acuh tak acuh.
Sekarang yang ia lihat bukan hanya tatapan tak suka, namun tatapan kebencian yang kental ditujukan untuknya, seakan tatapan itu mengatakan berapa buruknya Oliver seperti seorang 'monster' yang dibenci karena sifat jahatnya.
"Aku berharap kamu tidak ada."
kalimat terakhir yang Alekza ucapkan sebelum meninggalkan aula dengan perasaan kecewa dan marah yang amat besar.
Bukan hanya Alekza, namun seluruh keluarga utama Morgan, pergi tanpa menoleh pada Oliver. Meninggalkan nya dengan segala kutukan kebencian di dalam hati.
Sedangkan Oliver masih dengan ekpresi datar nya. Melangkah meninggalkan ruangan itu seolah kejadian tadi tidak pernah terjadi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.