TAHAP EDITING!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah-tengah keluarga mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Warning!!! Cerita ini mengandung adegan di dekat yang tidak pantas ditiru, mohon bijak dalam membaca. Terimakasih.
Kane, kini duduk di bawah pohon rindang di dekat hutan setelah mengambil kayu untuk bahan bakar. Ia berhenti sejenak untuk istirahat sambil menyantap makan siang.
Cuaca hari ini sangat cerah, tak ada mendung, hawa nya juga panas. Seperti musim semi, daun berguguran dengan bunga bermekaran. Aroma manis bunga masuk kecela-cela hidung Kane.
Sangat lembut, menenangkan, dan menyejukkan. Terutama ketika angin sepoi-sepoi menerjang tubuh nya.
Kane memejamkan matanya, dengan kedua tangan yang direntangkan. Dengan nafas perlahan, Kane menghirup udara segar tanpa perlu takut oleh pelayan yang lain.
"Disini kau rupanya."
Namun sebuah suara mengejutkan yang berasal dari belakang membuat Kane secara reflek mengarahkan tongkatnya hingga menusuk lengan....
Reyzan.
Melihat tampang Reyzan yang gagah, dingin, serta tinggi mendominan di depannya, Kane seketika menjatuhkan tongkat dan beralih menyatukan kepalanya pada lantai, dengan posisi memohon.
"Ma-maafkan saya tuan, muda," ucap Kane dengan suara bergetar.
Kane sangat ketakutan. Takut Reyzan memenggal kepalanya seperti kejadian beberapa tahun lalu saat ada pelayan yang mencoba menyakitinya.
Reyzan mencabut tongkat itu dan membuangnya sembarang. Tanpa aba-aba ia merobek baju milik Kane.
Srek
Kane tersentak kaget ketika baju di bagian dadanya di robek oleh Reyzan.
Sedangkan Reyzan, menggunakan baju itu untuk membungkus lengannya yang terluka. Kemudian ia segera pergi dari sana, bersama kudanya.
Kane menatap punggung tegap Reyzan dengan wajah senduh. Tanganya mulai terulur untuk menutupi dadanya, setelah itu ia bangkit untuk kembali ke mansion. Siap menerima hukuman yang akan diberikan untuknya.
Brukk
Suara tubuh Kane yang terbentur ke lantai setelah diberi sogokan oleh cambukan milik Kelvin. Padahal ia belum sepenuhnya menginjakkan kakinya ke dalam mansion, namun Kelvin sudah lebih dulu memberinya cambukan.
"Dari mana saja kau?" tanya Kelvin sambil berjalan mendekati tubun Kane yang tergeletak dilantai. "Kau lupa, hari ini kau harus menghibur kami." lanjut Kelvin.
Yeah
Ini adalah jadwal Kane menjadi bahan siksaan Kelvin, Malvin atau mungkin juga Reyzan. Dilihat dari pria itu yang banyak duduk di kursi miliknya tanpa berbuat apapun.
"Kau memiliki dua pilihan. Jadi kuda, atau jadi seekor anjing?" tawar kelvin.
"Bolehkah saya tidak memilih keduanya?"
Cut
Kane memejamkan matanya ketika cambuk Kelvin menyentuh kulitnya dengan kuat. Kane sama sekali tidak menangis atau bahkan berteriak meminta pengampunan.
Walaupun dirinya lakukan, itu pasti tidak mungkin. Satu-satunya jalan adalah dengan menerima semunya.
Melvin datang dan langsung menendang wajah Kane hingga mengeluarkan darah dari sela-sela hidung nya.
Aaahhhkk
Hiks!!
Kane berteriak kesakitan sambil mengeliat menutupi wajahnya. Rasa sakit yang terasa berkali-kali lipat ia rasakan. Kuku-kunya mulai mencakar lantai dengan kuat, untuk menyalurkan rasa sakit yang amat menggebu-gebu.
Dia terus merintih. Darah dari hidung nya masih saja tak bisa di hentikan walau sudah dia tutupi dengan lengannya.
Kepala pelayan yang melihat itu terkejut. Bagaimana bisa mereka melakukan hal sebejat itu?
"Tuan!"
Tidak punya pilihan lain. Walaupun ia dicap sebagai penghianat, kepala pelayan tidak bisa mengompromi hal ini lagi.
Belum sempat menyampaikan pendapatnya, Melvin sudah lebih dulu mencambuk punggung kepala pelayan hingga jatuh, dengan posisi berlutut.
Semua yang berada di aula di buat terkejut. Mereka mulai memasang ekpresi ketakutan, takut dengan tuan muda ke-3, Lawrence yang sangat kejam menyiksa pelayan.
Kane mengangkat kepalanya, ia mendekat dengan cara merayap. Mendekat kearah kepala pelayan. Namun tarikkan kembali terdengar saat Kelvin menginjak kepala Kane begitu keras.
Aaahhhkkk
"Ini akibat, karena budak sepertimu berani melawan tuan bangsawan," ucap Kelvin dengan nada dominan yang mengancam.
Kelvin semakin memperkuat injakkan nya. Membuat Kane perlahan mulai kehilangan kesadarannya. Namun ia tetap gigih, memperjuangkan kesadarannya.
Ia tidak akan mengaku kalah.
Jika gagal hari ini, ia akan mencoba lagi besok. Jika dia gugur hari ini, dia akan bertahan lagi besok. Terus seperti itu, sampai dia terbebaskan.
"CUKUP"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.