52. 🔞 ( air mata pertama )

6.7K 175 0
                                        

Louis meletakkan Oliver ke sisi sofa diruang kerjanya, kemudian mengambil air di dalam lemari lalu memberikannya pada Oliver yang terlihat masih tertekan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Louis meletakkan Oliver ke sisi sofa diruang kerjanya, kemudian mengambil air di dalam lemari lalu memberikannya pada Oliver yang terlihat masih tertekan.

"Minum dulu," Louis dengan lemput mengusap kepala Oliver. Tindakan itu dilakukan begitu saja tanpa bisa Louis kendalikan. Entah kenapa dia merasa sangat sedih ketika melihat Oliver seperti ini.

Setelah meneguk minumannya dan botol air itu di ambil oleh Louis untuk di letakkan ke atas meja. Kini Oliver menatap Louis, menatap dengan intens mata grey-gold itu dengan mata yang mulai berkaca, hingga secara mengejutkan satu tetes air mata menetes dari mata sebelah kiri Oliver, satu tetes yang berhasil membuat Louis terkejut.

Wajah Oliver langsung berubah ketika setetes air mata itu jatuh, wajahnya terlihat sangat ketakutan. Karena tak bisa lagi menahan nya, Louis langsung menyerang bibir Oliver dan menciumnya dengan lembut. Berbeda dengan ciuman terakhir kali, kali ini lebih lembut, namun intens.

Tangan nya terulur untuk memegang tengkuk Oliver, mencium bibir itu dengan sangat lembut dan perlahan. Yang perlahan pula, ciuman miliknya di balas oleh Oliver.

Louis melepaskan ciuman nya, hingga memutuskan benang halus liur mereka. Dengan lembut menyeka bibir Oliver, Louis ingin menciumnya sekali lagi tapi dia hentikan untuk saat ini. Menurutnya sudah cukup.

"Air matamu ini, aku benci saat kau mengeluarkan nya." Louis berbicara dengan dominan, sambil menatap bibir Oliver, yang kini beralih ke mata hazel brown itu. "Kenapa kau menangis?,"

"Aku membunuh seseorang dalam mimpiku" Jawab Oliver. "Seorang wanita dan pria, aku membuh mereka dengan kejam!."

"Kenapa sedih?, itu hanya mimpi!."

"Tapi itu terasa nyata"

Louis mencium bibir oliver kali ini dengan singkat, "apa rasanya seperti aku mencium mu?" Oliver menggeleng. Kini Louis mencium telapak tangan Oliver. "Apa rasanya seperti ini?" Oliver kembali menggeleng.

Lalu Louis berpindah, ke leher jenjang oliver. Mengisap lehernya hingga berwarna kemerahan dan dia kembali bertanya lagi, "lalu apa seperti ini?" Oliver kembali menggeleng.

"Mendekat lah," Dengan patuh Oliver mendekat. "Apa kamu ingin melupakan mimpi buruk itu?" Oliver mengangguk.

"Tapi kamu harus menahan sakitnya"

"Sakit?, kita akan melakukan apa?"

Louis tak tahan lagi, dia segara menarik tubuh Oliver ke atas pangkuan nya, "kau ingat saat ku bilang, bersiap untuk malam pertama?" Louis berbisik membuat tubuh Oliver merinding.

"Ya."

"let's do it now"

"Lakukan...apa?"

"Hubungan, which the couple will do?" Ucap Louis dengan sumringah nya.

Oliver paham maksud Louis, tetapi di situasi saat ini?, itu konyol. "Tapi,"

"..........."

Oliver berdiri dari pangkuan Louis. Dia berdiri menjauh dengan alasan melihat-lihat, Oliver sejujurnya belum siap, entah kenapa, dia masih sulit menerima semuanya.

Louis beranjak, duduk di meja kerjanya, membuka laptop, memakai kecamata nya lalu fokus dengan pekerjaannya.

Dia juga sempat berkata.

"Tutup pintunya jika kau sudah keluar,"

Oliver mengangguk walau Louis tak melihat hal itu. Setelah ada kesempatan dia langsung pergi dari ruang kerja louis, pergi ke kamarnya untuk kembali istirahat. Namun ketika sampai ke kamar Oliver malah terbayang-bayang ketika Louis menciumnya, dimana itu membuat perasannya jadi kacau.

"Lupakan!"

Ruang kerja louis

Louis menghentikan tangan nya yang mengetik. Dia dengan frustasi melepas kacamata nya dan memijat pangkal hidungnya. Louis sudah tahu dia akan ditolak namun dia masih berani mengatakan hal itu, yang akan membuat Oliver semakin jauh darinya.

Ini sulit Dia tak bisa menahannya lagi, Oliver terlalu menggoda.

Dia segara beranjak, pergi keluar ke arah taman untuk mencari angin, untuk menjernihkan pikirannya, dia bahkan tidak memakai jaket ketika diluar. Walau cuaca sedang dingin, dia bahkan tidak peduli.

"this makes me disappointed, but i can't decide what he wants, he doesn't like me either. this is the problem" Louis berbicara sendiri.

Di balik gorden kamar nya oliver sedang memperhatikan Louis yang berdiri ditengah cuaca dingin, dia takut Louis akan sakit, lalu mengambil jaket untuk menghampiri Louis namun semuanya terlambat ketika tiba-tiba violet datang dan mengenakan sweater bulu di tubuh Louis.

"Ya, baiklah" Oliver pun kembali.

"Apa mau mu kali ini?" Louis menatap violet dengan sangat jatam, merasa tak suka atas kehadiran wanita itu.

"Kau lupa? Aku istrimu, dan sebentar lagi adalah acara ulang tahun ku, untuk itu aku akan tinggal disini," Ucap violet sebelum masuk dan bersantai di sofa.

Louis menyahut "ya," Kemudian dia pergi ke ruangan nya lagi.

"Kau tak bisa menolak ku atau kau akan mati, Louis."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ENIGMA & ALPHA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang