45. Swimming pool

2.5K 151 1
                                        

Oliver terkejut ketika pelayan membawakan sebuah kotak berisi pakaian dengan pesan yang tertulis 'kenakan pakaian ini malam ini'

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Oliver terkejut ketika pelayan membawakan sebuah kotak berisi pakaian dengan pesan yang tertulis 'kenakan pakaian ini malam ini'. setelah membukanya dia langsung membuang pakaian itu di kasur, merasa tertekan dan malu melihat rupa pakaian tersebut yang terbuka. Bagaimana mungkin seorang pria sepertinya memakai pakaian yang akan membuat nya masuk

angin?, dan celana dalam? Kenapa hanya menutup bagian depan saja?.

Oliver tidak berniat memakai pakaian yang dikirimkan kepadanya. Ia memutuskan untuk mengambil kaos putih yang panjangnya selutut dan celana pendek sepaha dari lemari pakaiannya. Ketika ia memakai celana pendek, ia menyadari bahwa kakinya sangat halus dan tidak memiliki bulu sama sekali. Oliver merasa heran karena ini pertama kalinya ia menyadari hal ini. Ia berpikir, apakah normal bagi pria untuk tidak memiliki bulu kaki? Namun, ia tidak terlalu memikirkannya dan lebih fokus pada apa yang akan ia lakukan selanjutnya.

Oliver pergi ke lantai satu untuk makan malam, tapi terkejut melihat pelayan telah menyajikan, bukan makan malam, dan hanya untuk satu orang. Ia mencari Louis, tapi tidak menemukannya di sana. Ketika Jemmy lewat, Oliver langsung bangkit dan mendekatinya. "Jemmy, di mana tuanmu?" tanya Oliver dengan rasa penasaran, sambil memperhatikan ekspresi Jemmy.

Jemmy melirik ke arah meja makan dengan ekor matanya, lalu menatap Oliver. Dan berkata dengan nada acuh. "Habiskan saja makananmu, tidak perlu menunggu tuanku," katanya sebelum pergi meninggalkan Oliver.

Oliver tidak mengejarnya, karena ia masih belum tahu jelas tentang hubungan dirinya dan Louis saat ini. Ia masih penasaran tentang pernikahan yang tidak pernah dibicarakan, dan wanita yang ditemuinya pagi tadi. Apa hubungan Louis dengan wanita itu?

Setelah beberapa menit bergelut dengan pemikiran, Oliver kembali ke meja makan dan menyelesaikan makan malamnya. Setelah itu, ia memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kolam renang, menikmati suasana malam yang tenang. Dengan baju pendek di atas lutut, ia mengelilingi kolam renang, berjalan di pinggiran kolam sambil menatap pantulan bulan di air. Lampu lentera redup berwarna putih menerangi sedikit pencahayaan di sekitar kolam, dan suara jangkrik dari balik tembok besar di belakangnya terdengar, menambah kesan suasana yang damai. Oliver merasa pikirannya sedikit lebih jernih setelah berjalan-jalan di sekitar kolam renang.

Oliver memutuskan untuk duduk sebentar di pinggir kolam renang. Saat itu, ia melihat Louis di lantai dua, yang sedang duduk membaca di dekat jendela. Balkon dengan tanaman hias terlihat indah, dan mata grey-gold Louis bercahaya di bawah sorotan lentera kuning. Wajah Louis tenang dan penuh penghayatan, seolah-olah tidak terganggu oleh sekitarnya.

Namun, tatapan Oliver dari kolam renang berhasil mengalihkan perhatian Louis. Lelaki itu menoleh dan melirik mata coklat Oliver yang bersinar di bawah bulan. Kedua mata mereka saling bertemu sejenak, sebelum salah satu di antara mereka memutuskan kontak mata tersebut. Oliver kemudian menatap ke arah lain, mencoba untuk tidak terlalu memikirkan apa yang baru saja terjadi.

Ketika beberapa menit telah berlalu, Oliver kembali melirik ke lantai dua, namun Louis sudah tidak ada di sana. Tiba-tiba, Louis muncul di hadapannya, dengan pakaian santai yang membuatnya terlihat sangat sempurna di mata Oliver. Poni yang menutupi keningnya dan kacamata yang bergelantung di hidungnya menambah kesan yang elegan.

Oliver masih fokus menatap Louis, tidak menyadari bahwa tubuhnya sudah ditutupi oleh jaket hangat yang dibawa oleh Louis. "Di luar dingin, mengapa kamu tidak pergi ke kamarmu?" Louis berbicara dengan lembut, tanpa kata-kata yang menekan atau mengancam. Ia membelai wajah Oliver dengan lembut sebelum menarik lengan pria itu untuk ikut dengannya.

Namun, Oliver menghentikan pergerakannya, menahan langkahnya untuk memberhentikan Louis. Ia menepis tangan Louis agar terlepas dari genggamannya, menunjukkan bahwa ia tidak ingin diantar oleh Louis. Dengan gerakan yang tegas, Oliver menunjukkan keinginannya untuk tidak diikuti oleh Louis, dan membiarkan dirinya berdiri sendiri di tempat itu.

Oliver mendekati Louis dengan rasa penasaran dan sedikit kesal. "Kenapa kau bersikap baik padaku? Aku kabur saat pernikahan dan kita—"

Louis memotong kalimatnya dengan dingin, "—kita telah menikah."

Oliver terkejut, "Bagaimana mungkin? Aku bahkan tidak tahu akan hal itu, ini tidak sah."

Louis menatapnya dengan dingin, tidak suka dengan kata-kata Oliver. "Sudah ku katakan bahwa kau adalah milikku."

Oliver penasaran, "Ya! Tapi siapa wanita itu?" Louis diam, tidak menjawab pertanyaan Oliver. Oliver terus bertanya, "Apa hubunganmu dengan nya?" Namun, Louis tetap diam. Oliver merasa frustrasi dan memutuskan untuk pergi, "Baiklah, lupakan! Aku tak peduli." Ia meninggalkan kolam renang, tidak peduli dengan jaket yang jatuh ke lantai.

Setelah tiba di kamarnya, Oliver mengganti pakaiannya dengan baju lengan pendek dan celana pendek. Namun, ketika ia kembali ke ranjang, ia terkejut melihat Louis sudah berbaring di sisi lain kasurnya, dengan laptop di pangkuannya dan mata yang fokus ke layar monitor.

"Kau! Bagaimana kau berada di kamarku?!" Oliver bertanya dengan penasaran dengan sedikit rasa terkejut.

Louis dengan entengnya mengangkat se-set kunci pada sebuah gantungan, dan Oliver teringat bahwa mansion ini milik Louis, tentu dia memiliki kunci cadangan. Oliver merasa bodoh karena tidak menyadarinya dan bertanya hal yang bodoh. Itu sama saja dengan Oliver bertanya

"apakah susu strawberry memiliki rasa coklat".

Louis kembali fokus pada pekerjaannya, dan Oliver memutuskan untuk duduk di sofa, tidak berniat berbaring di sebelah Louis karena belum mengetahui faktanya. Dia butuh penjelasan tentang situasi yang sedang terjadi. Dengan rasa penasaran yang masih membara, Oliver menunggu Louis untuk memberikan penjelasan yang jelas.

 Dengan rasa penasaran yang masih membara, Oliver menunggu Louis untuk memberikan penjelasan yang jelas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang