67. kritis

1.4K 78 3
                                        

3 bulan kemudian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

3 bulan kemudian

Di meja makan hanya ada suara dentingan alat makan tak ada pembicaraan antara kedua orang yang saat ini sedang duduk bersama. Oliver telah pulih dari perawatannya sedangkan Louis tidak ada yang tahu kondisinya. Sejak dihari dia ditusuk, Louis menghilang selama 3 bulan dan baru hari ini dia muncul lagi. Ekspresinya masih sama seperti biasa, datar, dingin, cuek, bedanya jika dulu dia akan berbicara dengan Oliver tapi kali ini tidak.

"Saya selesai" Oliver segara beranjak setelah makan malam dia langsung pergi ke lantai dua tempat kamarnya berada.

Sejak kepergian Oliver, Louis juga menghentikan makan nya padahal dia baru makan satu suap tapi dia sudah berhenti dan langsung beranjak ke ruang kerjanya.

Crish memperhatikan dari jauh dia terus menerus menghela nafas. Merasa gemas ingin membuat kedua tuan nya berbaik kan. Yang satu salah paham, yang satu keras kepala kedua pasutri itu memang cocok ditakdirkan untuk menderita.

Di kamar tidur Oliver

Seperti tiga bulan terakhir Oliver hanya akan menghabiskan waktunya dengan menatap bulan dari balkon. Dia masih mengingat kejadian yang telah terjadi 3 bulan lalu, sebelum semuanya hancur dalam waktu beberapa hari karena Louis. Kenangan yang sempat indah itu telah menjadi trauma untuk Oliver. Dia kembali pada dirinya yang membenci emosi.

Perasaan tak berarti lagi di hatinya.

Oliver bersandar pada kursi, menatap bulan yang bersinar dengan cerah di langit, dia kemudian bernyanyi lagu favorite nya yang berjudul closer. Melantunkan nada nada indah sembari melihat bulan.

Setelah menyelesaikan nyanyian nya dia kembali masuk ke dalam kamar, beranjak ke atas kasur kemudian menidurkan dirinya. Dia butuh energi untuk menghadapi Louis besok.

Disisi lain

Louis sedang bekerja tiba-tiba Jose datang setelah mengetuk pintu ruang kerja dia langsung masuk, dengan meletakkan sebuah gelas berisi darah segar untuk Louis minum.

"Jangan memaksakan diri, lihat dirimu, kondisimu memburuk setiap hari, 3 bulan pengobatan mu hanya hal sia-sia jika kamu memaksa untuk bekerja" Ceramah Jose, dia tahu semuanya tentang kondisi kesehatan Louis dengan pemuda itu yang terus kekeh ingin terlihat baik-baik saja padahal rasa sakit yang menusuk didadanya berkali-kali lipat rasanya, dia memang pandai menyembunyikan lukanya.

Wajah yang awalnya terlihat baik-baik saja langsung memucat, Louis kemudian meraih gelas darah itu kemudian meneguk nya hingga tak tersisa.

Louis memiliki penyakit yang sangat buruk tanpa obat dan tanpa ujung. Kesehatannya akan terus di gerogoti seiring berjalan nya waktu, yang paling rentang itu saat Louis kehilangan darahnya, dia akan dalam kondisi paling buruk, yang membuat tubuhnya perlahan-lahan di koyak, jantungan seperti diramas kuat, dia akan sering muntah darah. Inilah hal yang paling dihindari, tapi pria itu malah meminta Oliver untuk menusuk nya, lebih parahnya itu tepat di jantung.

Uhuk.

Gunpalan darah keluar dari mulut Louis membasahi lantai keramik putih di bawah nya. Jose yang melihat itu langsung memberikan sapu tangan, dan Louis mengelap sisa-sisa darah dari mulutnya.

"Jangan mengatakan tentang kondisi ku pada siapapun" Perintah Louis. Dia menghela nafas kemudian bersandar. Tubuhnya melemah dengan keringat yang mengucur dari pelipisnya.

"Jangan keras kepala Louis! Kondisimu dalam tahap yang sangat kritis."

"Jangan membantah ku Jose, aku tidak suka." Tekan Louis dingin. Dia kemudian meletakkan sapu tangan itu dan melanjutkan pekerjaan nya.

"Kau bisa mati!."

"Aku tidak akan mati."

"Terus lah bersikap keras kepala Louis, kau memang bajingan!" Kesal Jose yang langsung meninggalkan ruangan itu.

Uek

Sekali lagi Louis muntah darah. Dia meremas jantungnya yang terasa sakit. "Aku tidak akan mati, tidak sekarang."

Pagi hari

Oliver sedang berada di kebun nya sedangkan Louis telah pergi ke kantornya, saat Oliver sedang memindahkan tanah dia menemukan sesuatu yang terkubur di dekat sana. Karena penasaran dia segara menggali dan mendapatkan sebuah sapu tangan penuh darah yang terkubur.

"Milik siapa?" Gumam nya. Tapi Oliver kembali menguburkan nya dia tidak lagi peduli dan kembali mengurus kebun nya.

Dia merawat tanaman nya dengan sepenuh hati tak akan membiarkan satu hama pun berani merusak daun tanaman nya.

Saat sedang berkebun jemmy datang dia menarik paksa Oliver untuk ikut dengannya, mereka masuk ke kedalaman halaman menjauh dari mansion. Sampai di tempat yang tepat jemmy melepaskan gengaman nya.

"Ada apa?"

"Beri aku sebotol darah mu."

"Apa maksud mu?"

"Berikan saja."

"Kau gila!, bagaimana mungkin!"

"Minta Matthew untuk melakukan nya"

"Tidak."

Jemmy menatap tajam pada Oliver yang tatapan itu juga dibalas tak kalah tajam dari Oliver.

"Kau akan menyesal."

"Tidak akan."

Jemmy langsung pergi begitu saja. Meninggalkan Oliver sendiri.

"Aneh"

"Aneh"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang