TAHAP EDITING!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah-tengah keluarga mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⚠WARNING!!, cerita ini mengandung unsur kekerasan, pembunuhan, gangguan mental. Mohon bijak dalam membaca.
Cerita ini hanyalah fiksi semata.
"Di mansion ini, anda dilarang pergi ke lantai 3," ujar waiter yang ditugaskan menjaga Oliver sambil menjelaskan, apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.
"Terutama ruangan khusus yang ada di lorong. Jika kamu melanggar aturan keluarga Morgan kamu akan dihukum setimpal dengan kesalahan yang telah kamu perbuat. Lalu jam tidur, anda hanya boleh tidur sampai batas jam 10 malam, madam Alexa akan mengecek setiap kamar. Jika kamu tidur lewat dari jam yang ditentukan kamu akan di hukum," ucap waiter panjang lebar
"Kemudian jangan bangun tidur di bawah jam lima. Kamu boleh tidur hingga siang hari, dan melewatkan sarapan, tetapi kamu tidak akan makan di jam lainnya."
"Maksud mu saya hanya boleh makan di jam yang telah ditentukan?"
"Yah. Kemudian kamu boleh memakai apapun dirumah ini seperti milikmu sendiri, uang, fasilitas dan semuanya akan menjadi milikmu juga tetapi kamu tidak boleh melanggar hal-hal yang telah saya jelaskan."
"Untuk cemilan, kamu bebas memakan cemilan di jam kapan pun tetapi tidak untuk makanan berat. Jika kamu ingin makan-makanan berat, maka kamu bisa membuatnya sendiri tetapi pelayan tidak akan menyiapkannya," waiter tersebut menjeda ucapan nya sebentar sebelum melanjutkan.
"Dan satu lagi. Ketika malam hari, kamu wajib menyalahkan lilin di tepi tempat tidur, saya akan memberikannya pada anda."
"Tunggu."
"Yah? Anda butuh sesuatu?"
"Siapa nama-Mu?"
"Nama saya Cleo, saya akan menjadi pelayan pribadi anda. Jika anda butuh sesuatu maka anda tinggal katakan pada saya," jawab Cleo setelah sampai di depan pintu kamar Oliver.
"Anda harus berganti pakaian, hari ini anda akan ikut bersama tuan muda, dan nona muda berjalan-jalan di kebun apel," Cleo memberikan baju yang sejak tadi ia pegang.
"Pastikan anda hanya memakai pakaian berwarna merah, dan hitam. Jika anda memakai pakaian lain dari yang seharusnya anda akan dihukum." setelah menyerahkan pakaian Oliver, Cleo langsung pamit undur diri.
"Aneh." gumam Oliver kemudian memasuki kamar tidurnya untuk berganti baju
•••
Oliver berada di kereta kuda yang sama dengan Alekza. Atas keinginan gadis itu sendiri yang menarik paksa dirinya untuk berbagi kereta kuda.
Tujuan mereka adalah ladang apel, jarak mansion dan ladang apel berjarak lumayan jauh.
"Aku tidak menyukaimu," ujar Alekza tiba-tiba.
Tetapi pandangannya tetap fokus diluar jendela menatap ladang buah lainnya. Rambut merah milik nya tergerai sangat indah, apalagi saat rambut itu tertiup angin. Tercium aroma mawar yang sangat pekat.
"Kenapa?"
"Hanya saja, Kamu bukan bagian keluarga ini," jawab Alekza. tatapan nya kini tertuju pada Oliver, "Aku juga benci matamu, itu tidak sesuai dengan mata orang dari negara kami, Sebenarnya dari mana asalmu?"
"Saya juga tidak tahu, saya tidak mengingat apapun."
"Aku tahu kamu lupa ingatan, tapi bagaimana bisa kamu mengingat hanya namamu?" Alekza adalah tipe wanita yang mudah curiga, dia tidak akan menaruh kepercayaan secepat itu pada seseorang.
Apalagi itu adalah Oliver, siapa Oliver? dari mana asalnya? dan siapa orang tuanya? Alekza sama sekali tidak tahu.
Itulah kenapa Alekza tidak menyukai Oliver.
"Entahlah,"
Brakkk
Aahhh~
Kereta kuda berhenti mendadak yang mengakibatkan tubuh Alekza terhuyung dan mendarat di lengan Oliver saat pria itu berusaha menahan nya agar tidak terlempar keluar kereta kuda. Melihat adegan menyebalkan itu Alekza langsung menghempas tubuh Oliver menjauh darinya.
"Berhati-hatilah! Atau ayah ku akan membunuhmu." ancam Alekza, "Dan kau! jangan menyentuh ku dengan tangan mu yang menjijikkan itu!" lanjut Alekza memperingati kemudian kembali ke tempat duduk nya.
•••
Kereta kuda yang di tumpangi Alekza dan Oliver berhenti di depan pintu gerbang kebun ketika sampai.
Sebuah kebun apel luas yang berbuah lebat dan pohon yang menjulang tinggi. Memanjakan mata. Di sana mereka tidak hanya sendiri, tetapi masih banyak lagi anak-anak bangsawan yang juga berjalan-jalan di sekitaran kebun apel.
"Aku akan pergi mencari temanku, terserah kau mau kemana aku tidak peduli!" Alekza kemudian pergi memasuki gerbang kebun.
"Ck! kau seharusnya tidak berada disini!" ketus Neil kemudian menyusul Alekza pergi.
Sekarang tinggal Alex dan Oliver yang belum masuk. Alex terlihat sangat pendiam tetapi setiap tindakannya sangat hati-hati. Terutama saat ini, Alex menatap Oliver dengan ekpresi tenang dan santai. Kemdian berjalan memasuki pagar kebun.
"Apa yang salah?" bingung Oliver.
Oliver juga ikut menyusul dari belakang. Langkahnya sempat dicegah oleh beberapa pengawal karena tidak mengenali wajah nya, tetapi melihat lencana yang Oliver pakai, pengawal-pengawal tersebut langsung membuka jalan.
"Apa boleh memetik sesuka hati?" gumam Oliver yang mulai tergiur dengan apel-apel yang bergelantungan.
Pada akhirnya Oliver hanya berjalan-jalan tanpa menyentuh satu apel pun.
Brakkk
Tubuh Oliver ditabrak oleh kelinci yang berlarian di dalam kebun. Melihat kelinci itu yang berlari begitu cepat membuat sesuatu dalam diri Oliver, berkobar. Dia memperhatikan kemana pergi nya kelinci itu, kemudian menyusul nya.
•••
Aaaaaaahhhhhhh~
Teriakan seseorang mengundang perhatian banyak bangsawan. Semua langsung menghampiri keributan dan langsung di buat terkejut dengan tubuh kelinci yang terbelah dua dengan detak jantung yang mulai melemah.
"Tidak! Kelinciku."
Di sisi lain Oliver terlihat sedang mencuci tangannya yang berumuran darah. Tanpa ia sadari naluri psikopat nya telah muncul, akibatnya ia membunuh kelinci itu dengan keadaan tidak sadar. Seperti seseorang yang memiliki dua kepribadian.
"Kenapa aku berdarah?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan lupa dukungannya. Dukungan kalian berarti banget buat penulisan.