72. koma

1.5K 86 6
                                        

Di sebuah bangunan sederhana di suatu tempat yang jauh dari pemukiman warna terdapat sebuah mobil hitam yang sempat di kendarai jemny tengah parkir, di depan rumah sederhana di tepian danau ada beberapa penjaga yang berjaga, penjaga-penjaga terseb...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Di sebuah bangunan sederhana di suatu tempat yang jauh dari pemukiman warna terdapat sebuah mobil hitam yang sempat di kendarai jemny tengah parkir, di depan rumah sederhana di tepian danau ada beberapa penjaga yang berjaga, penjaga-penjaga tersebut belum pernah Oliver lihat sebelumnya. Dia bahkan berfikir berapa banyak rahasia yang Louis sembunyikan darinya.

Peter dan crish membawanya masuk, menelusuri banyak lorong hingga mereka sampai pada sebuah kamar besar yang terdapat Louis di dalam nya. Louis hanya sendirian karena jemny di kurung di kamar lain pria itu menolak untuk Oliver bertemu Louis tapi hanya itu satu-satunya cara agar Louis mau membuka matanya. Ini sudah empat bulan pria itu tidak sadarkan diri. Di ruangan itu terdapat sebuah box berisikan stok darah yang di Transplantasi  ke tubuh Louis secara ber tahap.

Louis terbaring tak sadarkan diri di atas tempat tidur, tubuh memucat, aura nya lemah, detak jantung nya juga melemah, Peter Mengagnosa Louis koma.

"Tolong ajak dia bicara mungkin dengan mendengar suara mu dia akan membuka mata." Ucap crish pelan. Terlihat sekali bahwa dia telah hampir putus asa, mengingat bahwa kesetiaan crish pada Louis sangatlah dalam.

Oliver mengangguk. Semua orang yang ada di dalam ruangan mulai pergi satu per satu sampai tersisa Oliver dan Louis saja.

Oliver duduk di kursi, tangan nya ter-ulur untuk memegang tangan Louis yang pucat. Tangan itu begitu lemah di dalam genggaman nya, seakan mengartikan kondisi pria itu saat ini.

"Apa tujuan kamu membawa ku ke keluarga morgan?" Ucap Oliver pelan, sangat pelan sampai terdengar berbisik.

"Demi darah ku? Atau melindungiku?"

"Jangan diam saja Louis, kau belum menjawab satupun pertanyaan dari ku. Kau bilang kau mencintai ku, kau bilang kau... Kau..." Air mata yang sempat Oliver bendung tidak dapat dia bendung lagi. Tangisan pilu pecah di ruangan itu.

Oliver menangis dengan menggenggam tangan Louis. "Ku mohon...jelaskan padaku!, buat aku mengerti Louis!!."

"Kau harus bangun!!, kau bilang kau mencintaiku!, bangun Louis bangun!"

Crish menutup mulut nya rapat-rapat mendengar kalimant-kalimat pilu keluar dari mulut Oliver. Pria itu rapuh hari ini, dia menangis sesegukan dengan tubuh bergetar. Mengingat adegan-adegan bahagia bersama Louis yang hanya sementara sebelum semuanya kembali hancur.

Oliver menangis sampai kelelahan dan dia tertidur dengan bertumpu pada kasur Louis dengan kedua lengan yang dia jadikan bantal.

Jemmy mamasuki ruangan sekitar pukul 3 pagi. Dia memegang senjata, yang langsung di arahkan ke kepala Oliver.

"Kau seharusnya ku tabrak sampai mati saat itu" Ucap jemmy dingin. "Kau membuat tuan ku melemah, dan aku tidak suka hal itu." Jemmy menarik pelatuk nya, hendak menekan pemicu senjata tapi tiba-tiba crish menendang senjata itu hingga terlempar keluar dan terjebur ke dalam air.

Jemmy langsung menghempas tubuh crish ke dinding dengan mencekek leher nya. "Kau selalu menjadi penghalang di hidup ku!"

"Sebaik nya kau mati." Jemmy mengambil alih senjata yang berada di saku celana crish kemudian mengarahkan nya ke dada pria itu.

Dor

Suara tembak kan yang berhasil mengejutkan Oliver yang sedang tertidur, dia reflek menoleh ke arah dinding tempat jemmy dan crish berada.

Crish tersenyum dia menoleh menatap Oliver kemudian berkata "lari!"

Oliver belum sempat mencerna ucapan crish, Peter sudah lebih dulu masuk menarik Oliver keluar meninggalkan tempat itu, sedangkan crish berusaha semaksimal mungkin menahan jemmy agar tidak mengejar. Merasa di hentikan jemmy berulang kali menembak ke titik yang sama hingga membuat cengkraman crish melemah dan tewas dalam cekikan jemmy dengan peluruh yang menembus sebanyak 7 kali.

Jemmy menghempas tubuh tak bernyawa crish begitu saja kemudian pergi mengejar Peter dan Oliver.

Hutan forestella

Kedua pemuda itu terus berlari tanpa henti membelah hutan forestella dengan jemmy yang terus mengejar bersama para pengawal.

"Kenapa kita berlari Peter?!!" Teriak Oliver karena suara gesekan yang nyaring membuat sulit untuk mendengar.

"Apa kau tidak melihat? Jemmy ingin membunuh mu!"

"Tapi kenapa?!!"

"Jangan banyak bertanya, di depan ada Matthew kau ikut lah bersama Matthew dia akan membawamu ke tempat aman!"

"Lalu bagaimana dengan mu!!"

"Jangan khawatir kan aku, jemmy tidak akan membunuh ku!"

"Tapi louis!"

"Jangan pikirkan apapun! Pergilah selamat kan dulu dirimu baru setelah itu kita pikirkan rencana lain!!"

Dor

Suara senjata yang meleset, hampir menembus tubuh Oliver. Peter dan Oliver semakin berlari kencang membuat anggota jemmy tertinggal. Di depan sana sudah ada mobil yang pengemudinya adalah Matthew.

"Oliver cepat!!" Teriak Matthew.

Oliver mempercepat larinya dan melompat naik ke dalam mobil, dengan mobil yang melaju meningalkan hutan. Tak lama jemmy tiba, dia memukul kepala Peter hingga pingsan.

"Pergilah sejauh yang kau bisa, aku akan menangkapmu jika kau muncul di pandangan ku." Ucap jemmy dingin, dia segera kembali membawa Peter yang pingsan di gendongan nya.

Di perjalanan Oliver nampak gelisah memikirkan nasib Peter dan crish, kedua pria itu sangat baik melindunginya, sebenarnya, Oliver bisa saja melawan jemmy dia kan ahli dalam membunuh tapi entah kenapa melihat mereka berjuang untuk membuatnya kabur sudah menyentuh hati Oliver.

"Bagaimana dengan crish?"

Matthew menunduk. "Dia?..."

Keduanya diam sepertinya apa yang ada di pikiran Oliver benar, crish telah tewas. Jemmy, lelaki itu membunuh tanpa ampun.

Dor

PIP*

BRUK

mobil yang di kendarai Matthew tiba-tiba kehilangan kendali akibat ban yang di tembak secara mendadak membuat Matthew menerobos hutan tak tentu arah sampai mobil itu melewati lintas aman dan jatuh ke jurang.

DUAR!

suara ledakan mobil yang Matthew kendarai. Tak jauh sosok pemuda ber jas hitam perlihat menelfon seseorang dengan mengatakan, ‘misi selesai’ setelah itu dia pergi dari sana.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang