TAHAP EDITING!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah-tengah keluarga mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mustahil untuk oliver menerima semua ini. Bahkan, saat pria aneh itu mengatakan mereka akan menikah minggu depan oliver tidak Terima. Di keramaian yang masih berlangsung, oliver naik ke atas podium, di hadapan semua orang dia menarik Louis turun dengan keberanian nya, tidak memperdulikan tatapan tidak suka yang diberikan orang lain untuknya.
"Apa yang kau katakan?, kau aneh!" Oliver jarang marah. Tapi hari ini dia marah besar, tanpa persetujuan darinya pria itu menetapkan pernikahan mereka, dan tanpa memberitahu nya noah mengatakan hal itu. "Aku tidak mengerti!, ada apa dengan semua ini, kenapa aku harus menikah dengan mu!"
Helene yang mula-mula tersenyum, senyuman itu berubah menjadi cemberut. Dia baru saja mendengar seseorang menolak anaknya?, putranya yang hebat dan tampan di seluruh dunia?.
"Oliver, ayah yang menyetujui ini" Noah turun dari podium, dia menghampiri Oliver yang tengah protes pada louis.
"Tapi kenapa?, aku bahkan tidak mengenalnya. Ah aku kenal, dia sih pemilik baju! Tapi! Apapun itu aku tidak mau menikah dengannya, yang benar saja!" Oliver hendak pergi namun louis berhasil menahannya.
Louis menatap tajam pada mata coklat Oliver. Tatapan yang sangat tajam hingga menusuk kedalam hatinya. Aura gelap mengepul ke udara, Lagi-lagi louis mengeluarkan tahta tertinggi sifat dominannya, yang mampu membungkam mulut Oliver rapat-rapat.
"Your mine"
"my man"
Louis meng-klaim bahwa Oliver adalah miliknya. Itu berarti jika sesuatu yang dimiliki Louis, maka dia tidak akan pernah melepaskan nya. Dia telah menandai seorang Oliver, pemuda asal negara china yang telah menjadi incarannya sejak awal, dengan nama asli huang Xing Xu.
"You, are the man who has been mine since you were born, refusing now is useless."
Louis mengatakan itu dengan aura memerintah. Membuat Oliver seakan patuh, dia dengan sendirinya menerima pernikahan itu. Mulutnya berkata tanpa bisa di kendalikan. "Baiklah!, ayo kita menikah."
Blush
Helene merona karena Kata-kata yang dikeluarkan pria milik anaknya. Sangat romantis untuk dilihat. "Suamiku, bolehkah aku memeluk pria itu?." Helene berbisik pada Heydrich.
Heydrich melirik Helene dengan ekor matanya, kemudian mengangguk menyetujui. Helene tidak membuang waktu lagi, dia segara menghampiri putra dan calon putranya. Helene mendorong Louis dari hadapan Oliver hingga hampir terjungkal ke lantai untung Louis dengan gercep mempertahankan keseimbangan nya.
Saat kejadian itu Oliver melirik ke arah Louis terdorong, namun tiba-tiba sebuah tangan memegang pipinya dan memaksa nya untuk menoleh. Terlihat wanita cantik bak dewi yang sedang menatap nya dengan tatapan penuh cinta, membuat Oliver merasa canggung akan ekpresi wanita itu...
"Ehem..." Helene berdehem kemudian menaruh kedua tangan nya di bahu Oliver, menatap lebih dalam calon putranya dengan teliti. Tampan!, itu adalah kata yang bisa Helene deskripsi kan tentang calon putranya, dari Asia, memiliki mata hazel brown yang mengkilat cantik, wajahnya tegas, dibandingkan Louis, wajah Oliver lebih maco. Tapi sifat Louis lebih buruk, Louis yang pemarah dan posesif, sedangkan Oliver wajahnya tidak mengartikan apapun, tutur katanya juga tidak mendominan, membuat Helene bertanya-tanya apa tipe kepribadian Oliver.
Menyadari pikirannya yang liar. Helene segara menepis nya, dan kembali fokus untuk mengajukan permintaan. "Oliver, boleh saya meminta sesuatu darimu?" Helene berbicara dengan ekpresi memohon. Suaranya yang lembut menyapa telinga Oliver, membuat Oliver tidak bisa menolak dan terpaksa mengangguk.
"Ya, tentu."
Helene tersenyum mendengar nya. Dia segara memperbaiki posisi berdirinya kemudian memulai pembicaraan kembali. "Dapatkah saya memiliki pelukan pertamamu?"
Lihat!
Lihatlah tatapan tajam yang mengunus ke Helene. Seperti serigala lapar yang siap menerkam mangsanya jika Helene sedikit saja bergerak. Aura intimidasi kembali menguap, membuat udara menghilang, dan sesak nafas yang dirasakan. Louis seperti yang Helene gambarkan, pria itu pemarah sekali, bahkan pada keluarganya dia tidak mentoleransi apapun. Sifatnya itu lebih mirip kakeknya ketimbang ayahnya.
Tapi Helene abai, dia tidak peduli dengan sifat putranya itu, dia hanya ingin pelukan romantis dari calon putranya yang tampan. Biarkan lah Louis membelah dunia jika dia mampu, Helene bahkan tidak peduli, sekarang dia lebih mencintai calon putranya ketimbang putra kandungnya
"Ibu memancing serigala untuk menerkam nya" Jin berbisik pada Lee. Lee hanya mengangguk saja. Berbeda dengan jer, pria itu malah sibuk minum bir dan tidak memperdulikan drama keluarga yang terjadi.
"Apakah menurutmu permintaanku kasar?" Helen bertanya dengan nada cemberut. Membuat Oliver kalang kabur. Dia dengan cepat menyangkal hal itu.
"Tidak, tentu tidak, nyonya."
Helene semakin cemberut bahkan ekpresi nya sudah seperti ingin menangis. Membuat Oliver kembali kalang kabut sekaligus bingung harus berbuat apa. "Ada apa nyonya?"
"Kau tidak memanggil ku dengan kata ibu itu menyakiti hatiku, Oliver—"
Owh shit
Lihatlah ekpresi menyeramkan Louis, bahkan gelas di samping nya sampai pecah akibat perbuatannya. Dia mengepalkan tangan nya emosi, dan berbicara dengan marah pada Helene.
"Hei, tuan, bawalah istrimu dan pergi dari sini sebelum aku memakan nya hidup-hidup"
Louis berkata pada Heydrich dan itu berhasil membuat Oliver melotot. Bagaimana bisa seorang anak berkata hal seperti itu pada ayah dan ibunya?, kurang ajar sekali!. Bahkan orang-orang yang berada di sana juga sampai kaget bukan main. Oliver itu adalah seorang pria dengan tipe gen Enigma, bahkan seorang alpha dominan bakal tunduk padanya. Satu-satunya Enigma yang lahir setiap 1000 tahun sekali. Sekuat apapun Heydrich, dia akan patuh jika menghadapi Louis, itu adalah fakta yang seluruh dunia tahu.
Helene berdecak kesal. Dia bahkan belum mendapatkan pelukan tapi putranya itu sudah benar-benar tidak waras. Mau tak mau Helene harus mengurungkan niatnya. Dia dengan kesal pergi ke Heydrich.
"Tempranen itu!,"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Karena author cinta kalian! Nih douple up! Awas ya kalau ga vote dan komen ku buang kalian ke amazon!