TAHAP EDITING!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah-tengah keluarga mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Louis sedang duduk di dekat jendela dengan kepala tertunduk, membaca. Cahaya lampu redup memantulkan wajahnya yang terlihat tenang penuh penghayatan. Terdengar suara jangkrik bernyanyi diluar jendela.
Suhu ruangan terasa dingin karena angin malam masuk ke dalam kamar tanpa penghangat ruangan milik Louis, beberpa lilin yang terpajang di atas meja telah padam tertiup angin, kain horden putih berterbangan seirama dengan arah angin.
Namun itu masih tidak mengusik Louis yang masih fokus dalam membaca halaman demi halaman pada buku miliknya.
Kadang, Louis sering membuang waktu nya dengan membaca buku, untuk menjernihkan otaknya sekaligus menambah wawasan dalam pengetahuan nya.
Membaca bukan hanya sekedar hobi, namun juga sesuatu yang wajib Louis kerjakan karena kepentingan pekerjaan nya. Dengan membaca Louis bisa mengingat banyak hal, detail sekecil apapun dia akan mengingatnya ketika menangani kasus. Itulah kenapa, membaca itu penting.
Tok tok tok
Anabelle, pelayan di mansion mengetuk pintu Lou dengan sopan, dengan membawa nampan berisi air mineral, obat, dan permen kristal, untuk Louis konsumsi sebelum tidur.
Setelah mendengar suara Louis yang mengizinkan Anabelle untuk masuk, barulah wanita itu melangkah memasuki kamar tidur Louis, ia meletakkan nampan di atas nakas kemudian menunduk pamit undur diri.
Setelah kepergian Anabelle, Louis menutup buku miliknya kemudian beranjak ke ranjang tidurnya dan duduk disisi ranjang sambil meraih gelas berisi air mineral dan segelas kecil obat yang harus Louis minum malam ini.
Setelah menelan obatnya, Louis kemudian menekan tombol lampu dekat ranjangnya—memperbaiki posisi tubuhnya sebelum menutup matanya rapat-rapat.
•^•
Pagi harinya Louis sudah berada di kantor karena sibuk ia pun menghindari sarapan pagi keluarga, hari ini dia sedang ada persidangan, makanya ia buru-buru ke kantor untuk membaca bukti yang di kirim sekaligus menyiapkan diri untuk melakukan penghakiman yang seadil-adilnya.
Crish datang membawa dokumen yang harus Louis baca, kemudian memberikan semangkuk bubur yang dia pesan dari aplikasi. Setelah memastikan Louis memakan beberapa suap, barulah Crish meninggalkan ruangan untuk melakukan pekerjaan nya.
Sedangkan Louis melanjutkan membaca laporan yang dikirim padanya.
Tiba waktunya Louis melakukan tugasnya sebagai hakim Agung di aula kejaksaan. Untuk memberikan keputusan terkait kasus yang menjerat keluarga bangsawan Lawrence, tuan muda Kelvin yang sekarang duduk di kursi tergugat dan seorang wanita yang duduk di kursi menggugat.
Setelah para pengacara berbicara untuk klien masing-masing, tibalah saatnya untuk Louis mengambil keputusan, apakah Kelvin harus membayar denda atau harus masuk penjara dan denda.
Tuk tuk tuk
"Pengadilan di tunda," ucap Louis membuat suasana ruangan menjadi riuh. Namun para saksi mulai meninggalkan ruangan satu persatu tanpa protes lebih lanjut.
Di jam pengadilan ditunda, Kelvin mendatangi ruangan Louis namun diusir oleh beberapa bawahan Louis karena aturan yang ditetapkan, mau tidak mau Kelvin harus pergi dengan kemarahan besar. Namun Louis masih tidak peduli akan hal itu. Itu bukan sesuatu yang harus Louis pikirkan, dia hanya tertarik pada orang yang sekarang sedang tampil di layar komputer nya dengan wajah menggemaskan.
DISISI LAIN DI SUATU TEMPAT
Oliver memuntahkan semua makanan yang disajikan untuknya dari Cleo sang pelayan yang berada di bawahnya. Sebenarnya bukan karena makanan itu tidak enak atau hal lain, tapi karena Oliver menemukan kecoak di makanan itu.
Pelayan Red mansion sangat menjaga kebersihan, baik makanan, pakaian, atau kerapian mansion sendiri, tapi melihat kecoak di dalam makanan tersebut, Oliver bisa menebak bahwa ada yang sengaja mengerjainya, entah itu Neil, atau Alekza, kedua mahluk itu memang suka sekali menjahili Oliver akhir-akhir ini, sampai beberapa pakaian Oliver harus masuk kedalam kantong sampah karena perbuatan kedua orang itu.
Oliver sampai jengah, dan sebisa mungkin menghindar. Tapi yah, semuanya masih tetap sama.
"Apa perlu saya mengganti yang baru?" Cleo bertanya setelah berulang kali menyaksikan kejahilan yang Oliver terima, entah siapa pelakunya.
Oliver menggeleng, ia meletakkan kembali sendok dan garpunya kemudian menyeka bibirnya dengan sapu tangan merah bermotif mawar di atas nampan, menyala dengan perlahan sebelum menegug jus nya.
Dia jadi tidak berselera, ia tiba-tiba merasa kenyang. Makanya, setelah menyela mulutnya Oliver meminta Cleo untuk menyingkirkan makanannya.
Setelah Cleo pergi bersama makanan nya, Oliver pergi ke balkon untuk menghirup udara segar sambil sesekali melirik ke lantai tiga.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.