5. flashback!!

9.9K 577 2
                                        

Di Edit, 28 Juni 2026

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di Edit, 28 Juni 2026

KEJADIAN SEBELUM NYA.

Saat lilin di kamar Oliver padam, Alexa langsung pergi menuju ruangan di lantai tiga.

Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah meja segi empat panjang yang di isi dua belas kursi dan satu kursi khusus kepala keluarga.

Di dalam ruangan itu, tidak hanya ada Alexa tetapi juga ada lima orang lain nya yang duduk menghadap Alexa. Wajah kelima orang itu tidak begitu jelas, karena tertutup oleh kegelapan. Tetapi yang jelas, salah satu dari mereka memiliki aura yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan kata-kata saja.


Pintu lain dalam ruangan itu terbuka. Menampakkan kepala keluarga Morgan dan satu orang yang memakai topeng di sampingnya, membawa koper yang berisi uang miliaran dolar.

Pria bertopeng itu baru saja meletakkan lima belas koper berisi lima ratus juta dolar di berangkas. Setelah meninggalkan satu koper berisi lima ratus juta dolar yang akan dia gunakan untuk menutup mulut seisi pelayan di dalam mansion Morgan.

"Anda tahu bukan, saya melakukan ini bukan atas kemauan saya. Saya hanya menghormati anda saja," ujar Noah pada sosok pria yang terlihat tenang di tempat duduknya, di antara lima orang yang sedang duduk.

"Biarkan uang yang berbicara," jawab pria itu sambil bersmirk.

Namun smirk itu tidak begitu jelas karena tak ada cahaya yang mengenai tubuhnya. Namun, aroma pekat yang keluar dari tubuhnya tak bisa menutupi betapa dominant nya pria tersebut.

"Saya memberimu waktu tiga bulan, bereskan semuanya dan segera membawanya pada tempat seharusnya."

"Atau.... Kau tahu akibatnya sendiri kan? Tuan Noah De Morgan."

Kalimat akhir yang terdengar seperti ancaman itu membuat Noah mengepalkan tangannya, reflek. Mencoba menahan agar emosinya tidak meledak-ledak dan akhirnya membuat masalah semakin besar.

Pria yang sedang berada di kediamannya bukanlah orang yang bisa dirinya lawan seperti menangkap ikan di kali. Tetapi pria itu bahkan lebih berharga di bandingkan permata di dunia ini.

Pria itu mulai beranjak dari duduknya, di ikuti empat pria yang juga duduk bersebelahan dengan nya.

"Mari saya antar."

Noah juga ikut bangkit sambil menunduk mempersilahkan tamu nya meninggalkan ruangan.

•••

Aahhhhhkkkkk

Teriakan yang menggelegar di seluruh mansion berhasil membuat langkah mereka berhenti. Mereka semua menatap ke arah sesuatu yang sedang mereka tutup-tutupi baik itu oleh Noah maupun pria misterius itu. Sebuah kejahatan yang dianggap nya sebagai hal biasa.

"Lakukan dengan baik."  Sebelum menyeret kakinya meninggalkan mansion Morgan.

"Bersihkan semuanya, jangan sampai ada satu orang yang berani membuka mulut tentang kejadian ini!"

Perintah Noah yang langsung di patuhi seluruh pengawal. Sebelum dirinya meninggalkan lorong untuk kembali ke tempat kerjanya berada.

•••

KEMBALI KE MASA KINI


Mobil yang dikendarai oleh supir keluarga Morgan membelah jalan menuju perkotaan. Beberapa jam kemudian, mobil yang menumpangi Alexa dan Oliver memasuki pekarangan mall besar yang ada di kota itu.

Tujuan Alexa adalah membelikan pakaian baru untuk Oliver agar pria itu tak menggunakan lagi pakaian lama Alex. Sekaligus untuk mencari beberapa hal untuk kebutuhan rumahnya.

Oliver terdiam ketika keluar dari mobil. Ia menatap gedung di depannya, dengan sekitar yang cukup ramai pengunjung. Bahkan padat. Oliver sampai harus berdesakkan ketika mengikuti langkah Alexa menerobos kerumunan.

Karena hal itu, Oliver kehilangan jejak Alexa dan keduanya pun terpisah.

Oliver sama sekali tak bergerak dari tempatnya. Ia terus mengedarkan pandangan mencari siluet Alexa. Sayangnya, seberapa tingi pun dirinya, ia masih belum menemukan keberadaan Alexa.

Sudah hampir tiga puluh menit Oliver tak bergerak dari tempatnya, sampai sebuah tepukan di bahunya mengalihkan pandangannya.

Oliver menoleh untuk melirik siapa yang menepuk bahunya. Ekpresi nya langsung berubah, ia memasang ekpresi bertanya pada sosok pria yang sebelumnya menepuk bahunya.

Pria itu hanya menatapnya tanpa mengatakan apapun.  Bahkan, ia tidak menyingkirkan tangannya sama sekali dari bahu Oliver.

Oliver yang merasa risih langsung menepis tangan pria itu. Ia bahkan bertanya maksud pria itu menepuk bahunya.


"Kenapa?"

Pria itu tetap tidak menjawab. Dia hanya menatap Oliver dengan intens. Oliver yang merasa tak nyaman langsung melangkah pergi dengan menyenggol bahu pria itu.

Setelah Oliver pergi menjauh dari sosok itu. Pria itu mulai terlihat senyum, bukan senyuman ramah namun senyum smirk seolah ia sedang merencanakan sesuatu.

"Aku menemukannya Alia"

Jangan lupa vote and komen

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa vote and komen.
Itu sangat berarti buat author.
Jangan jadi pembaca gelap.

ENIGMA & ALPHA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang