64. ditembak

1.4K 96 0
                                        

Oliver terlihat mengacak kamar tidurnya, semua pakaian dia keluarkan dari dalam lemari, Laci-laci telah terbuka dengan barang-barang nya yang berserakan, bahkan pot bunga dan vas juga diperiksanya Oliver terlihat sangat marah mencari ke setiap sud...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Oliver terlihat mengacak kamar tidurnya, semua pakaian dia keluarkan dari dalam lemari, Laci-laci telah terbuka dengan barang-barang nya yang berserakan, bahkan pot bunga dan vas juga diperiksanya Oliver terlihat sangat marah mencari ke setiap sudut ruangan untuk menemukan ponselnya dia ingin melihat segalanya, saat melangkah ke meja tempat tidur tidak sengaja sesuatu ber gelinding masuk kebawah tempat tidur membuat oliver terpaksa menunduk untuk meraih barang itu namun bukan hal itu yang Oliver temukan tapi dia merasakan memegang benda keras yang berbentuk persegi panjang

Oliver langsung menarik benda itu keluar, sebuah peti hitam dengan gembok yang telah rusak, peti tersebut terlihat masih baru sepertinya baru-baru diletakkan. Tak menunggu waktu lama Oliver segera membawa benda itu ke meja dan sofa dekat kamar tidurnya dia membuka kotak tersebut.

Ada sebuah surat yang tertumpuk di dalam nya, ada pula sebuah botol berisi cairan merah, dan kertas kecil yang berisikan tes golongan darah. Lalu ada sebuah camera yang juga ada di sana.

Oliver segera membuka setiap surat namun tiba-tiba pintu kamarnya berusaha di buka secara paksa dan Louis terlihat di luar sana sedang terburu-buru ingin menerobos masuk. Karena takut kotak itu diketahui Louis Oliver segera menyembunyikan nya di atas lemari namun ketika turun dia salah memijak dan akhirnya terjatuh dengan menindih vas bunga

BRUK

Prang!

Suara tubuh Oliver yang jatuh beserta vas yang hancur di bawah punggung Oliver, membuat punggunya berdarah akibat tergores serpihan vas bunga.

Tiba-tiba

BRUK!

suara pintu yang didobrak hingga terlepas dari engsel-engselnya.

Louis terlihat marah menatap tajam ke arah Oliver yang terbaring di lantai dengan darah segar yang merambat dari punggunya, melihat itu Louis langsung mendekat, mengangkat tubuh Oliver dengan mudah kemudian berkata.

"Bereskan tempat ini, sekarang!!!" Sarkas pria itu dengan nada suara ancaman tinggi. Louis benar-benar marah kali ini, melihat wajah Oliver yang meringis dia reflek memukul tiang tempat tidur hingga tiang itu patah kemudian dia melangkah pergi membawa Oliver

Oliver memberontak dalam gendongan Louis meminta di lepaskan tapi Louis tidak memperdulikan ocehan Oliver dia hanya fokus membawa Oliver ke ruangan Matthew untuk di obati.

"Lepaskan aku!" Sekali lagi Oliver memberontak kali ini dia memukul tubuh Louis dengan kencang tepat di bagian dada.

Louis memasang ekpresi dingin dengan tatapan lurus kedepan menyapu lorong yang sunyi. "Lepaskan aku Louis, bajingan!" Umpat Oliver

Louis tetap melangkah, tubuh nya bahkan tak bergeming ketika di pukul oleh Oliver yang tubuhnya jauh lebih besar darinya. Itu membuat Oliver kesal setengah mati.

"JANGAN MENYENTUHKU!!" Bentak Oliver kesal. Dia tak tahan lagi. Dia segara menghentakkan tubuhnya hingga terlepas dari gendongan Louis kemudian dia menendang Louis hingga lelaki itu terpukul mundur.

"Jangan menyentuh ku, kau bajingan!!, brengsek!! Setelah ini apa lagi? Kau akan membius ku hingga tak bangun, begitu!!"

"Cukup."

"Kau memperlakukan ku seperti orang yang begitu kau sayangi, tapi ternyata selama ini kau membius ku kan!!?, jangan berfikir bahwa aku tidak tahu!"

"Cukup oliver." Tekan louis dingin. Dia segera mendekat meraih tubuh oliver untuk di gendong lagi namun oliver langsung mendorong louis menjauh.

"Sudah ku bilang jangan menyentuhku!!" Marah oliver, dia hendak pergi tapi tiba-tiba sebuah jambakan terasa menyakitkan di kulit kepalanya. Louis menjambak rambutnya kemudian mencekal wajahnya kuat, jemari louis yang kecil dan lentik itu terasa sangat kuat ketika menekan pipi oliver.

"Jangan membuatku kehilangan kesabaran, oliver, jangan." Tekan pria itu dengan aura intimidasi yang sangat kental.

Jemari louis melukai wajah oliver, membuat jejak kemerahan di kulit pucatnya dengan warna merah tomat. Oliver meringis namun dia segera menendang louis hingga cekalan di wajah dan jambakkan di rambut nya terlepas

"Aku tidak takut!" Ujarnya marah

Oliver hendak pergi namun hal tak terduga terjadi

yaitu tembakan.

Dor

AGH!

Oliver jatuh berlutut ketika merasakan benda panjang dengan ukuran 9mm menembus kulit kakinya dengan mendadak. Darah mengucur dari betis kakinya, rasa sakit itu lebih parah dibandingkan sakit punggungnya.

Louis melangkah mendekat, mengarahkan pistol ke kepala Oliver dan berkata. "Aku akan membunuhmu jika kau tak patuh, oliver." Ucap lelaki itu yang telah kehilangan kesabaran nya.

"Aku bisa melakukan apapun agar kau tak lari dari ku, termaksud melumpuhkan mu."

"Kau memang bajingan!"

Dor

AGH!

oliver memejamkan matanya merasakan benda logam itu menembus lengannya.

"Tutup mulutmu oliver, jangan berani mengeluarkan satu kata busuk dari mulutmu itu jika kau tidak mau aku melobangkan tenggorokan mu."

Oliver menatap mata grey-gold itu tajam. "Lakukan saja! Aku lebih baik mati dari pada mencintai orang sepertimu!"

Dor

Aaghh

Sekali lagi...

Louis menembak lengan sebelah Oliver hingga tangan itu tak dapat bergerak lagi.

"Saya tidak membutuhkan cintamu, yang saya butuhkan hanya—kau tetap dalam jangkauan ku." Tekan nya kemudian menyisipkan pistolnya ke saku jas.

"Bawa dia sebelum dia kehilangan banyak darah." Perintah Louis pada jemmy yang berdiri di belakang Oliver, jemmy tidak sendiri dia bersama crish.

Jemmy mengangguk patuh kemudiaan mengangkat tubuh Oliver yang telah terluka sangat parah dengan darah yang terus menetes di sepanjang lorong menuju ruangan Matthew. Oliver telah kehilangan kesadaran saat jemmy mengangkat nya karena telah banyak kehilangan darah.

"Siapkan mobil."

"Baik." Jawab crish jemudian pergi melaksanakan perintah Louis

"Kubunuh kamu, jer"


"Kubunuh kamu, jer"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang