55. ke pasar

3.2K 136 2
                                        

Violet sejak awal telah berencana menggunakan oliver sebagai kelemahan Louis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Violet sejak awal telah berencana menggunakan oliver sebagai kelemahan Louis. Dia telah mendapat kan cukup bukti yang bisa menghancurkan oliver sekaligus Louis. Hal yang akan mengubah segalanya, violet tidak sabar menunggu kehancuran itu.

Namun dia masih belum berniat mengungkap segalanya. Masih ada hal yang harus dirinya urus, selain mencari dalang kematian saudaranya, violet punya rencana merebut Louis dari oliver, dengan begitu dia bisa menguasai sapphire tanpa perlu lagi menundukkan kepala ketika bertemu anggota keluarga sapphire.

Violet juga tidak suka ketika Louis begitu mencintai oliver. Padahal, seharusnya violet lah yang menjadi orang yang di cintai Louis karena sejak awal violet lah yang berada di mansion morgan.

Tak ada yang tahu, lebih dari apapun violet dan Louis telah mengenal sejak lama. Ini semua adalah konspirasi. Louis merencanakan semuanya dengan matang. Termasuk membunuh anggota keluarga oliver di New York saat malam ketika perjalanan liburan.

Sebenarnya rencana itu agar bisa menangkap oliver dan mengurungnya, namun semuanya menjadi lebih muda ketika oliver kehilangan ingatan nya karena demam yang mempermudah Louis dalam rencana nya.

Kenapa violet bisa tahu?, karena selama ini dia tidak terkurung di red mansion namun dia lah pemegang kendali atas red mansion, orang yang bahkan bisa membuat noah berlutut meminta tolong. Bukan wadah, namun pilar!.

Violet hanya mempermudah segala rencana Louis. Pemuda yang telah lama mengincar psikopat itu. Violet bahkan tahu bahwa oliver adalah seorang pembunuh berdarah dingin.

"Louis, kau akan menyesal karena memperlaku kan ku seperti ini" Violet menatap foto Louis dengan seringgai . "Kau akan ku hancurkan dari dalam sampai kau tidak bisa mengangkat kepala lagi"

"Selama bukti ini ada padaku, kau akan berada di dalam kendaliku" Kata violet sambil bersmirk "bersenang-senang lah sekarang karena setelah itu hanya ada kata kebencian yang akan kau dapatkan" Violet tertawa ketika menyelesaikan kalimat nya.

Dia begitu bahagia dengan rencana menghancurkan Louis. "Hari dimana kehancuran mu akan tiba!"

Di sisi lain

Oliver sedang berada se-kereta kuda dengan Louis keduanya memutuskan jalan-jalan sekaligus mencari bibit tanaman yang akan oliver gunakan untuk berkebun. Karena tidak memiliki pekerjaan di mansion dan sering merasa bosan oliver pun menyarankan pada Louis untuk berkebun, tanpa berfikir panjang Louis langsung menyetujui nya, dia bahkan menerima ajak kan oliver yang ingin berbelanja perlengkapan berkebun di pasar.

"Apa kau baik-naik saja?" Louis bertanya. Dia sejak pagi memang terlihat khawatir ketika memperhatikan oliver yang kesulitan berjalan

Bagaimana tidak semalam dia melakukannya hingga oliver beberapa kali pingsan.

Seperti binatang buas, Louis sama sekali tidak melepas taringnya.

Oliver yang fokus menatap keluar mulai menoleh. "Ya, tidak seburuk semalam" Jawab nya sederhana tapi senyuman yang terukir di wajahnya berhasil membuat Louis sedikit tenang.

"Kamarilah," Louis menepuk pahanya memberi kode agar oliver duduk di sana.

"Kau mencoba menggodaku kan?" Mata menyepit dengan ekspresi menyelidik berhasil membuat Louis yang cuek tiba-tiba tertawa, ini bukan sekedar senyuman biasa tapi benar-benar tertertawa.

Namun oliver tetap bangkit dan duduk di pangkuan Louis. "Kau manja sekali," Tegur oliver ketika Louis melingkar kan tangannya di perut oliver dan wajahnya yang dia letakkan di sela-sela leher oliver.

"Kau tahu saya kesulitan untuk tidur tapi berkatmu saya bisa tidur nyenyak" Ucap Louis jujur. Perlahan matanya tertutup, dia tertidur di pelukan oliver yang masih berada di pengkuannya.

Oliver menatap wajah damai Louis yang terlelap. Dia bahkan menyingkirkan rambut di wajah Louis.

"Kenapa aku baru sadar bahwa kau begitu tampan?" Gumam Oliver sambil menatap wajah Louis dari dekat. "Kenapa suamiku begitu tampan!" Oliver bahkan takjub dengan penampilan Louis.

Dan merasa malu ketika menyebut kata suami pada orang yang sedang tidur. Oliver memalingkan wajahnya dan menatap lurus, sedangkan seseorang sedang tersenyum sejak tadi.

Lucu

Lucu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang