50. kissing🔞

7K 189 5
                                        

Setelah acara makan malam tadi Oliver bersama Louis pergi ke ruang minuman mereka menghabiskan banyak sekali minuman, lebih tepatnya Oliver yang menghabiskan nya, hingga beberapa gelas dan berakhir mabok pada saat ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Setelah acara makan malam tadi Oliver bersama Louis pergi ke ruang minuman mereka menghabiskan banyak sekali minuman, lebih tepatnya Oliver yang menghabiskan nya, hingga beberapa gelas dan berakhir mabok pada saat ini. Oliver tergeletak di atas ranjang nya dengan posisi telentang, kancing kameja bagian atasnya telah terbuka.

Wajah nya memerah, dia terus meronta kepanasan. Louis sedang berada di kamar mandi menyiapkan mangkok berisi air dan kain handuk untuk membasuh tubuh Oliver padahal maid telah menawarkan diri namun Louis menolak, dia ingin melakukan nya sendiri.

Prang!

Suara pecahan mengalihkan Louis, lelaki itu segera lari keluar untuk memeriksa apa yang terjadi dan ternyata Oliver memecahkan lampu tidur di atas nakas. Karena kepanasan tangannya tak sengaja menampar lampu itu hingga jatuh pecah.

Louis segara mendekat. Mengangkat dan menggeser tubuh Oliver agar menjauhi tempat pecahan lampu dilantai. Setelah itu dia memanggil benerapa maid untuk membereskan, sedangkan dia melanjutkan menyediakan kain basuh.

Setelah tugas para pelayan beres mereka langsung pergi, dan saat itulah Louis mendekati Oliver. Melepas semua kancing baju lelaki itu dan mulai membersihkan.

"Kau!" Oliver menunjuk kemudian menarik tengkuk leher Louis mendekat ke wajahnya sebelum bibir mereka saling bertaut.

Louis mematung merasakan benda kenyal bersentuhan dengan bibirnya, aroma ceri tercium wangi, tanpa bisa Louis tahan, dia mulai membalas ciuman Oliver dengan lebih brutal. Menukar saliva satu sama lain, menggigit bibir Oliver dan bahkan sampai menerobos masuk kedalam mulut Oliver untuk mengabsen gigi Oliver.

Suara renyah ciuman mereka terdengar  nyaring sampai violet yang didepan pintu  saja dapat mendengarnya dengan sangat jelas. Dia mengepalkan tanganya marah, merasa tidak senang dengan kedua lelaki itu.

Ciuman itu berlangsung lama. Sampai Oliver kehilangan kesadarannya dan berakhir jatuh ke dalam pelukan louis. Melihat oliver yang tertidur nyenyak Louis tidak bisa menahan diri untuk tidak menciun kening pemuda itu, dimatanya oliver terlihat seperti singa kecil yang manja.

"So cute,"

Louis beralih ke hal lain dia tidak ingin terlalu lama memikirkan oliver, semakin dia tertarik maka semakin beresiko untuknya. Setelah menidurkan oliver dia pun pergi ke ruang kerjanya untuk pengalihan.

ke esok kan paginya

Oliver terkejut dari tidurnya, dengan wajah panik attack dia menoleh kesegala arah untuk memastikan orang yang ada di dalam mimpinya sedang tidak ada, setelah yakin bahwa Louis tidak ada oliver langsung menjambak rambutnya.

"Mimpi sialan!" Oliver mengumpat. Lebih tepatnya dia malu saat ini setelah dia memimpikan berciuman dengan Louis dengan sangat bergairah. Bagaimana bisa dia memimpikan hal cabul seperti itu di siang bolong begini?.

Oliver segera beranjak ke kamar mandi berniat mencuci mukanya, namun saat melihat oantulan bayangannya yang menyoroti satu titik dimana luka gigitan terpampang dengan sisa-sisa darah dan perih yang melanda bibirnya, saat itulah Oliver sadar bahwa itu bukanlah mimpi.

Dan....

"LOUIS KAU SIALAN!!!" dia mengumpat dengan teriakan keras sembari menepis tempat sampah di dalam kamar mandi.

Di sisi lain

Louis sedang menyesap secangkir kopi, Tiba-tiba dia tersedak dan terbatuk-batuk sambil menepuk dadanya yang sesak. Sambil menusap sisa-sisa kopi di bibirnya dengan sapu tangan.

"Ada apa?" Suara dari balik layar laptopnya terdengar. Sosok yang sejak pagi tadi melakukan panggilan video untuk membahas perkerjaan reyzan deesirte Lawrence, calon pewaris Lawrence yang selalu bersikap dingin, Tiba-tiba saja berbicara, menanyakan kondisi Louis.

Reyzan dan Louis mereka adalah teman, bukan teman baik, tapi mereka kenal saat masih di Universitas. Keduanya dulu sempat dekat, dan sempat cekcok juga, perihal wanita. Rumor mengatakan bahwa reyzan dan Louis menyukai wanita yang sama dan berakhir bertengkar hebat itu yang membuat pertemanan mereka berangsur-angsur memburuk dan akhirnya mereka acuh tak acuh satu sama lain.

Sebenarnya rumor itu tidak salah. Tapi beda konteks saja.

"........" Louis tidak menjawab begitupun reyzan. Keduanya langsunh cosplay menjadi patung.

Seseorang menghela nafas disana. Lelaki seumuran Louis dan reyzan yang sejak tadi menyimak sambil fokus dengan lukisannya. Pemuda itu bersuara. "Apa kalian berdua bisu?". " Bukankah kita sedang membahas pekerjaan sebelumnya?" Philip john Pietro pemuda asal Swiss berketurunan yunani, dia adalah sahabat reyzan dan Louis, benang yang menghubungkan kedua pemuda dingin itu menjadi satu.

"Ya, kapan kita adakan pertemuan?" Reyzan memulai terlebih dahulu. "Kau.....kapan ada waktu" Reyzan bertanya pada Louis.

Louis adalah seorang hakim, dia sangat sibuk dan jarang berbicara bisnis diluar dari pekerjaannya saat ini, lebih tepatnya malas mengatur pertemuan, dia lebih suka berbicara dari jauh seperti saat ini. Namun proyek kali ini cukup penting bagi mereka, jadi Louis harus membuat janji temu.

"Weekend ini,"

"Weekend?, ayolah bro siapa yang akan mengadakan pertemuan di hari libur, itu waktu untuk bersantai dan menikmati hasil kerja keras bukan bekerja!, kau benar-benar pemuda sialan!" Philip terlihat kesal. Dia tidak setuju waktu liburnya di gunakan untuk pertemuan.

"Okey" Jawaban dari reyzan berhasil membuat Philip menyumpahi serapah kedua sahabat sialannya itu. Padahal dia ingin bermain untuk menghilangkan setres.

"Lalu kita akhiri." Louis menekan ikon telfon merah pertanda mematikan telfon, kemudian melanjutkan pekerjaannya.

Di sisi lain (Oliver)

Berdiri di sisi trali balkon sambil menatap Louis dari kejauhan adalah rutinitas Oliver hari ini. Dia begitu bosan dikamar. Melihat Louis yang sedang bekerja membuatnya semakin bosan. Oliver memiliki rencana, dia segera pergi ke halaman belakang untuk menemui Louis.

"Kita perlu bicara" Oliver yang baru tiba langsung to the point.

Louis mengangkat kepalanya menatap Oliver menunggu pemuda itu melanjutkan. "Mari kita pergi ke pasar." Ungkap Oliver penuh semangat.

"Tidak." Singkat, padat, jelas, sakit nya sampai ulu hati. Penolakan paling kejam yang Oliver Terima dari lelaki itu.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang