TAHAP EDITING!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah-tengah keluarga mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Boleh oliver ketawa?
Ya, agak aneh jika ketawa di tempat umum bukan?. Tapi itu yang kini oliver rasakan. Aneh, sangat....aneh jika di pikirkan oleh orang normal. Seorang louis yang oliver dengar dari rumor, enigma dominan yang tak bisa di luluhkan itu tiba-tiba saja patuh pada ucapan oliver.
Oliver mengajak louis untuk ke pasar. Pria itu menolak. Tapi, pagi-pagi sekali saat Oliver sedang berada di kamar mandi tiba-tiba saja louis datang, menyampaikan bahwa dia sudah siap. Oliver yang tidak paham mengabaikan saja ucapan Louis, tapi...
Hal tak terduga terjadi, pemuda itu tiba-tiba saja excited untuk keluar. Oliver sampai tidak bisa menahan bibir untuk tidak senyum mengejek.
Didalam perjalanan ke pasar, Oliver menatap dari balik jendela mobil pemandangan pasar yang ramai dengan intens. menatap di sepanjang jalan yang ramai. Pasar memang selalu ramai, hingga berdesak-desakan, hal yang mungkin tidak disukai louis, apalagi melihat ketegangan di raut nya ketika menatap sekeliling saat mereka telah tiba.
Crish mengeluarkan pedang nya, bersiap untuk kejadian yang tak di inginkan.
Yang lebih parah adalah jemmy, bahkan orang yang menatap ke arahnya saja dia ajak baku hantam. Oliver sudah seperti orang yang membawa harimau ke lingkungan masyarakat.
"Kenapa kita harus ke—pasar?" Louis bertanya dengan gerakan menghindar ketika orang-orang mulai berdempetan.
"Tajamkan kewaspadaan jangan lengah." Jemmy memperingati dengan siap siaga.
"Boleh ku bunuh wanita itu, dia menatap tuan." Crish menimpali dengan hal serupa, siap menikam wanita itu jika Oliver tidak menghentikannya.
"Kalian!, bisa berhenti bersikap berlebihan?" Oliver tampak kesal, menongga pinggangnya dengan mata menatap tajam ke arah 3 lelaki itu.
"Ini namanya sikap waspada," Kata crish "untuk melindungi"
"Ya. Bunuh siapapun yang terlihat mencurigakan" Dan bodohnya lagi louis menimpali.
Oliver menyisir rambut hitamnya ke belakang dengan kesal, matanya terlihat tajam dengan mulut yang siap mengumpat. Namun dia tidak melakukannya karena mereka sedang berada di tempat umum.
"Tuan, apa anda tertarik membeli guci ini?" Seorang nenek menghampiri Oliver, menawarkan guci buatannya yang langsung mendapat sapaan senjata jemmy di keningnya.
Oliver kaget, begitu pula wanita itu. Namun crish dan louis mereka mengatakan tembak dengan ekpresi mereka. Oliver langsung menepis senjata itu, dia bahkan menginjak kaki jemmy dengan sekuat tenaga.
"Kau sialan, enyahlah!" Oliver benar-benar marah. Dia tak peduli lagi, dan langsung pergi bersama nenek itu meninggalkan louis disana dengan berdiri memandangnya dari jauh.
Oliver dan nenek itu sampai pada salah satu kedai roti di sana, nenek yang mengaku namanya Elisabeth mulai menawarkan Oliver masuk, Oliver tentu menerima, dia masuk dan duduk di salah satu kursi. Tak lama sang nenek datang membawakan roti untuknya. Roti itu terlihat sangat krispi diluar lembut di dalam, dengan caramel yang tersiram di atas.