58. naluri membunuh yang bangkit lagi

2.8K 151 1
                                        

WARNING!! cerita ini mengandung egegan berdarah, pembunuhan, dan kejahatan lainnya.


Suara langkah kaki terdengar memenuhi sepanjang koridor langkah kaki tanpa alas kaki yang mana menunjukkan sosok lelaki yang diduga kekasih tuan rumah, oliver, berjalan sambil tidur dengan memegang sebuah pisau yang entah dari mana dia dapatkan.

Dia berhenti, menatap sebuah pintu kamar yang dimana di dalam kamar itu masih terdengar suara seseorang. Kemudian oliver mendekat, dia mengetuk pintu itu dan suara dari dalam terdengar.

"Siapa?" Seorang gadis membuka pintu, maid yang memakai pakaian tidur, didalam kamarnya ada 4 wanita lain yang sedang duduk, sepertinya mereka sedang bercerita mengenang masa lalu. ketika melihat oliver kelima wanita itu langsung memberi salam.

"Selamat malam tuan!" Kata mereka berlima serentak. Kemudian keempat wanita itu mendekati teman wanitanya.

"Ada yang bisa kami bantu?" Ucap wanita yang membuka pintu tadi.

Oliver tidak menjawab tapi dia dengan cepat mengarahkan pisaunya dan menikam leher wanita di depannya.

"AHK!!" ke empat wanita itu berlari kedalam ruangan dengan ekspresi terkejut menatap tubuh teman nya yang mengeluarkan darah segar di lehernya.

Oliver melangkah masuk, dengan pisau yang masih dia pegang, tubuhnya telah di penuhi darah dan Oliver merasa bahagia ketika membunuh, dia pun memburu ke 4 wanita itu dan membunuh mereka semua.

"Ahk!!!"

Satu persatu Oliver bunuh dengan cara yang sadis. Mulai dari mengiris leher, menusuk, menikam, bahkan   memotong. Setelah berhasil membunuh kelima gadis itu dan tubuhnya telah banjir oleh darah Oliver melangkah keluar.

Berjalan menuruni anak tangga berniat membunuh para penjaga, namun sebuah suntik lebih dulu menancap di lehernya, mengakibatkan Oliver pingsan dalam dekapan Louis. Louis tidak hanya sendiri tetapi bersama Matthew, jemmy, dan crish.

"Jemmy"

"Ya."

"Bersihkan kekacauan"

"Baik"

Louis mengangkat tubuh Oliver kemudian membawa pemuda itu kembali ke kamar tidur mereka. Matthew juga ikut, dia akan memberi obat bius pada Oliver.

"Berapa lama?"

"2 minggu" Jawab Matthew kemudian menyuntik kan obat bius dengan dosis tinggi ketubuh Oliver, dia juga menyediakan 2 pil cairan bius untuk berjaga-jaga.

"Bagaimana kondisinya?"

"Tidak baik, kondisi tidur berjalan nya semakin parah, dia akan sering tidur berjalan mulai sekarang, untuk kedepannya sepertinya dia harus dalam pengawasan total" Matthew menjelaskan.

"Ada satu hal lagi"

"Apa?"

"Ingatan tuan Oliver mulai pulih perlahan, dan itu akan mempengaruhi emosinya" Louis mengangguk mengerti. Dia tahu, Oliver adalah manusia yang tidak memiliki emosi sama sekali, cinta? Dia tidak akan memiliki perasaan itu, namun berkat lupa ingatan Oliver membangkitkan emosi cinta, namun itu akan hilang ketika dia mulai mengingat siapa dirinya sebenarnya.

"Lakukan yang harus kau lakukan, apapun.... Buat dia melupakan semuanya" Titah Louis yang di angguki Matthew. Pemuda itu pamit undur diri setelah urusan nya selesai.

Louis memijat pelipisnya, merasa khawatir jika suatu hari nanti Oliver mengingat semuanya. Apakah Oliver masih akan bersamanya? Atau pergi seperti terakhir kali saat tiba di Shanghai?. Louis tidak bisa membiarkan Oliver pergi, semua rencananya telah tersusun sangat rapi untuk kabur? Pikirkan dulu lagi.

Dengan lembut Louis membelai wajah Oliver yang sedang tertidur, lebih tepatnya di bius. "Ini tidak akan lama setelah obat itu jadi kau tidak akan seperti ini lagi." Itu bukan sebuah janji, lebih tepatnya Louis akan melakukan nya, sedikit lagi sampai obat eksperimen itu jadi maka Oliver akan melupakan semua masa lalunya, tinggal menunggu kapan obat itu dapat di konsumsi.

Uhk!

Louis menutup mulutnya dengan telapak tangan saat batuk menyerang. Penyakit yang di deritanya kambuh, Louis segera ke luar, memanggil crish dan meminta pria itu membawanya segera untuk mendapatkan perawatan.

Tempat rahasia

"Kondisinya semakin memburuk" Seorang dokter pria yang selalu standby di lab berbicara. Dia terlihat lelah namun tidak berniat untuk istirahat. Pria itu adalah murid jesica—jose dia telah mengganti jesica sejak wanita itu meninggal, usianya sama dengan Louis, mereka dulu bahkan sempat akrab saat jose di latih jesica. Karena jose telah banyak melihat perawatan Louis.

"Stok darah?" Crish bertanya.

Jose melihat ke sisi ruangan ada sebuah lemari khsusus yang di rancang untuk menyimpan stok darah untuk Louis. "Untuk sekarang ada, kita tidak tahu kedepannya" 

Karena Louis telah membunuh violet, susah untuk mendapatkan pemasok darah baru. Selain Oliver yang memiliki darah itu, tidak ada kenalan lain yang mereka tahu memiliki golongan darah AB

"Haruskah kita mencari yang baru?"

"Itu bisa, namun hal ini harus ada persetujuan Louis. Dia sangat sensitif soal darah"

"Ya, terlihat sekali saat dia memutuskan membunuh violet...."

"Gadis itu? Kenapa?"

"Kau tahu, tidak ada yang bisa menyentuh tuan Oliver sehelai rambut pun, violet ingin menghancurkan Oliver, kau pikir! Tuan akan membiarkan nya?"

"Bukan kah itu memang strategi awalnya?"
"Ya, entahlah"

"Dia yang memikirkan untuk semua ini, bahkan dengan mudahnya memancing gadis itu untuk masuk ke dalam sangkarnya,"

"Dia penyihir"

"Tuan mu raja iblis"

"Huh!!" Kedua pemuda itu menghela nafas. Tidak tahu lagi apa yang direncanakan tuan mereka.

Tandai typo jangan lupa vote and komen! See u next time lov u

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tandai typo jangan lupa vote and komen! See u next time lov u

ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang