61. toko antik

1.8K 122 3
                                        

Hari ini oliver kembali keluar mansion, awalnya Louis tak memberi izin karena crish tak dapat menemani lelaki itu mengikuti Louis pergi ke kota, sedangkan  untuk jemmy Louis tidak terlalu menaruh kepercayaan keselamatan oliver padanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Hari ini oliver kembali keluar mansion, awalnya Louis tak memberi izin karena crish tak dapat menemani lelaki itu mengikuti Louis pergi ke kota, sedangkan untuk jemmy Louis tidak terlalu menaruh kepercayaan keselamatan oliver padanya. Ingat kejadian terakhir kali saat Louis memintanya membawa oliver?, pria itu malah menabrak nya, ya Louis tidak mempermasalahkan hal itu, namun crish, pemuda itu sangat kukuh ingin oliver tidak pergi bersama jemmy.

Setelah perundingan yang cukup lama akhirnya Louis mengizinkan oliver pergi bersama Matthew, Matthew kebetulan ingin membeli stok obat di kota.

Kini mobil yang dikendarai oleh Matthew berhenti di depan toko obat, oliver juga turun tapi tujuannya berbeda dia berpamitan untuk ke sebrang jalan ada hal yang ingin dia lihat, Matthew mengizinkan dan oliver pun pergi.

Dia memasuki sebuah lorong sempit dan gelap demi mencapai tampat yang ingin dia tuju. Sampai pada lorong terakhir dan oliver melihat sebuah bangunan tua yang pintunya telah rusak, oliver sedikit curiga tapi dia tetap melangkah masuk ke sana.

Tepat saat di depan pintu, ketika oliver ingin menarik pintu itu, sesuatu dari dalam lebih dulu mendorong dan pintu itu menabrak kening oliver hingga oliver yang terkejut akhirnya terjatuh, namun sebelum tubuhnya tersungkur ke belakang, sebuah tangan sudah lebih dulu menahan tubuhnya.

Oliver dapat melihat jelas mata emerald pemuda itu, dengan rambut bergelombang nya yang indah, bedanya mata itu harus berasa di antara bawah mata merah yang terlihat menyeramkan. Harum semerbak bunga mawar tercium dari tubuh oliver. Harumnya menenangkan, pemuda itu dapat merasakan aroma mawar yang menenangkan pada indra penciumannya. Karena hal itu dia tidak sadar mendekatkan wajahnya hingga bibirnya menyentuh jenjang leher oliver.

Oliver terkejut dan reflek berdiri, dia mundur beberapa langkah karena terkejut. Pemuda itu masih dalam posisinya, dia menutup mata menikmati wangi mawar yang selama ini dia cari.

Di dalam hati dia berkata akhirnya aku menemukan nya, pemuda mawar itu...dia menatap oliver setelah menyelesaikan kalimatnya.

"Maaf," Pemuda itu berujar dia perlahan mendekati oliver. "Kamu pasti terkejut, tolong maafkan atas kelancangan saya." Lanjutnya.

Oliver mengangguk, "ya, tidak masalah saya juga terkejut" Jawab Oliver menanggapi.

"Owh ya, saya daniel-Daniel joy Dayton" Ucap pemuda itu menyebut nama lengkap nya

"Oliver, Oliver de'morgan sapphire"

Notes
Marga sapphire diambil dari marga Louis.

Daniel terdiam cukup lama sambil memandangi Oliver. Dia tentu tahu nama sapphire, yakni nama sebuah keluarga bangsawan teratas, atau nama keluarga kerajaan yang di pimpin oleh tuan Heydrich flecer sapphire-perdana menteri dan queen helene sapphire-ratu helene yang mulia, dan dia dapat menebak bahwa Oliver adalah menantu pertama yang dirumorkan kabur saat pernikahan, tapi... Sapphire?.

Senyuman tipis terbit dibibir Daniel. Dia baru saja mengetahui hal yang mengejutkan seluruh dunia, hakim agung yang dikenal berwibawa itu sepertinya memaksa Oliver untuk menikah dengan nya.

"Kenapa diam?"

"Ah, maaf tidak apa. Sedang apa kamu disini?"

Oliver melirik toko, "membeli sesuatu..."

"Sendirian?"

"Tidak, aku bersama seseorang tapi dia sedang mampir ke toko obat"

"Owh okey, maaf menganggu waktumu, boleh saya bertanya apakah kamu.....pasangan tuan Louis?"

"Kau tahu suamiku?.. Hm! Maksud ku Louis?"

"Tidak. Aku hanya mendengar dari rumor, katanya dia menikahi seorang wanita cantik, tapi... Kamu pria?"

"Ah... Itu....."

"Tuan Daniel anda harus segera kembali!" Seorang pelayan pria muncul di tengah-tengah pembicaraan. Membuat Daniel sedikir kesal namun dia tidak dapat menolak.

"Aku harus pergi, sampaikan salamku pada suamimu, aku pergi oliver~"

"Ya, Daniel" Oliver mengangkat tangannya dengan lambaian pelan melihat punggung Daniel yang semakin jauh

Setelah punggung itu menghilang oliver langsung berbalik masuk ke bangunan, dia harus membeli sesuatu disana. Bangunan itu adalah sebuah toko antik yang jarang terekspor di luar, karena tempatnya terlalu jauh didalam dan lorong nya yang sempit membuat orang-orang malas untuk mendatangi tempat itu.

Namun bodohnya mereka tidak tahu di tempat itu banyak sekali hal-hal yang jarang ditemui di luar, bahkan sangking jarangnya, semua barang ada di tempat ini.

Oliver dapat melihat segala hal yang dia cari di internet tidak ada, namun di tempat ini ada. Beruntung karena ibu-ibu tua penjual guci yang memberitahu nya tempat ini, Oliver jadi dapat mencari apa yang dia inginkan.

Pak tua menjaga yang berusia 80 tahunan keluar. Dia terlihat sangat rapuh dan mudah jatuh, namun di usia itu dia masih membuka toko antik ini. Oliver merasa dia keren, bertahan hingga detik ini.

"Selamat datang" Ucap pak tua menyambut.

Oliver mengangguk, "saya akan melihat-lihat" Ujarnya dengan pak tua yang perlahan berjalan kembali ke tempat duduknya.

Walau plafon bangunan itu sudah tidak layak, namun bangunan itu masih tetap kokoh berdiri. Luasnya bangunan bisa membawa Oliver untuk menjelajahi ruang antik tersebut tanpa takut merasa bosan. Oliver cukup lama berada di tempat itu, sangking lamanya dia tidak sadar malam telah tiba.

Setelah mendapat apa yang dia inginkan Oliver langsung ke kasir untuk membayar. Pak tua yang menjaga mulai membungkus pesanan Oliver kemudian Oliver melakukan transaksi sebelum dia berpamitan untuk pergi.

Dia telah berdiri di pintu dan hampir pergi meninggalkan tempat itu. Namun pak tua menghentikan. Dia berjalan perlahan dengan membawa sebuah wewangian di botol kaca kristal emas.

"Ambilah" Ujarnya memberikan.

"Tetapi saya tidak membeli nya pak"

Pak tua tersenyum, wajahnya terlihat berseri di balik wajah kriput nya. "Tidak, ini kuberikan untukmu saja, simpanlah, ketika suatu hari kamu meminumnya maka dunia akan berubah" Ucap pak tua membuat oliver kebingungan..

Kenapa juga dia harus minum parfum?. Pikirnya.

Namun Oliver tetap menerima "terimakasih, saya permisi" Dengan langkah tegas dia meninggalkan tempat itu. Memegang belanjaannya, berjalan lurus tanpa berniat berbalik

Pak tua tersenyum, dengan perlahan masuk ke dalam tokonya dia perlahan menutup pintu, dan mengubah tanpa open menjadi close.

"Semoga hidupmu bahagia selalu anak muda"

"Semoga hidupmu bahagia selalu anak muda"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang