TAHAP EDITING!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah-tengah keluarga mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di dalam ruangan bernuansa putih tulang sosok lelaki berkaos hitam terlihat duduk diantara jendela balkon dan kamar dia menatap keluar dengan kosong, matanya telah kehilangan kehidupan, dadanya sesak karena sebuah pernyataan. Oliver, hal yang tak disangka-sangka terjadi padanya. Saat dia terbangun dari mimpi buruknya Oliver berniat menemui Louis diruangan nya namun ucapan Matthew membuat semuanya hancur. Harapan, kepercayaan, dan cinta?.
Kepala nya pusing memikirkan segala teori di otak kecilnya, mulai dari obat bius, pingsan, lupa ingatan dan sebagainya.
Oliver bertanya-tanya dikepalanya. Kenapa Louis berniat membius nya apalagi sampai menghapus ingatan nya, untuk apa?.
Oliver teringat tentang suatu kejadian saat dia ingin keluar mansion, karena hal itu Oliver segara beranjak dia berlari sekuat tenaga meninggalkan kamarnya tak peduli lagi dengan para maid yang mengucapkan selamat pagi yang menjadi tujuan Oliver hanyalah pagar pembatas mansion.
Dia berlari tanpa alasan kaki, berlari dan terus berlari hingga dia berdiri didepan pagar pembatas antara mansion dan dunia luar. Oliver memperhatikan pintu gerbang itu, dia mendekat dan mendorongnya namun tangannya langsung tersetrum membuatnya terkejut dan jatuh terduduk di tanah.
"Bagaimana mungkin?.... Ini semua?"
Kali ini Oliver mengedarkan pandangan nya ke seluruh tembok besar yang mengelilingi mansion, tembok tersebut sangat tinggi, sulit untuk mencapai ujungnya ataupun ketika sampai akan sulit melompat turun dengan jarak setinggi itu. Dari batu bata yang tembok itu terlihat lebih licin dari pada tembok umumnya
Ini membuat Oliver tersadar, dengan ekpresi terkejut dia baru menyadari satu hal.
Mansion ini di bangun untuk mengurungnya.
Oliver langsung bangkit dia berlari sekuat tenaga menuju ruangan Louis tempat yang kini Louis berada. Dia sedang mengerjakan berkasnya, disampingnya ada crish dan jemmy yang menjaga.
Oliver tidak mengetuk pintu lagi dia langsung masuk dan berjalan dengan tergesa-gesa ke meja kerja Louis. Louis menatap Oliver dia hendak bertanya namun suara Oliver lebih dulu menghentikan kata-kata nya di tenggorokan.
"Lepaskan aku!" Ucap Oliver ketika sampai di hadapan Louis.
"Apa maksud mu?." Tanya Louis yang tidak mengerti dengan ucapan Oliver sedikitpun. Padahal mereka baik-baik saja selama ini dan kenapa tiba-tiba Oliver mengatakan hal seperti itu.
"Bebaskan aku!" Oliver kembali berseru. Dia meremas ujung meja Louis dengan kuat. "Kau bajingan Louis!"
Jemmy maju selangkah dia hendak memberi pelajaran tapi Oliver langsung menatapnya. "Satu langkah lagi ku bunuh kau jemmy" Oliver mengubah intonasi nada suaranya. Biasanya dia tidak akan mengancam dengan aura intimidasi namun kali ini berbeda.
"Oliver jangan bercanda saya tidak mengerti maksud mu"
"Tidak mengerti? Atau pura-pura tidak mengerti?!" Desis Oliver dingin.
"Apa maksud mu?"
Oliver menunduk, dia sudah tidak bisa menahan segala keresahan dalam hatinya, semua fakta yang dia ketahui membuat mentalnya terguncang. Dia marah sekali, bahkan karena kemarahan itu dia sulit mengendalikan emosinya.
"Louis."
"Apa?"
Oliver mengangkat wajahnya, matanya penuh rasa kekecewaan dan dendam menghunus tajam ke retina grey-gold Louis. "Berapa banyak rahasia yang kau sembunyikan dari ku."
"Saya tidak mengerti maksud mu"
Oliver tersenyum, bukan senang tapi senyuman meremehkan. Dia bangkit, menatap ke arah atap dengan tangan terkepal, ada rasa kecewa besar yang tidak dapat Oliver utarakan. Dia begitu sakit, di dadanya, seakan semua yang terjadi padanya hanyalah mimpi belaka, dia berfikir semua yang Louis lakukan hanya untuknya tapi tidak, pria itu dengan teganya membius nya, merusak pikiran dan hatinya.
"Kau tak layak mendapatkan cinta dariku," Ucap Oliver yang mengejutkan ketiga pemuda itu. "Sekarang, kau hanyalah orang yang membuatku trauma berada di sisimu." Setelah menyelesaikan kalimat itu oliver meninggalkan ruang kerja Louis, dia bahkan membanting pintu ruangan tersebut dengan keras.
"Apa yang terjadi." Louis terlihat dalam suasana hati yang buruk, segera bangkit setelah kepergian Oliver. Dia menggebrak meja kerjanya hingga terbelah dua.
"Cari tahu apa yang Oliver ketahui!" Titah Louis yang langsung di angguki kedua pria itu. Mereka kemudian pergi untuk melaksanakan perintah.
'Apa yang kau temukan Louis?.'
'Apapun itu, tak akan kubiarkan kau pergi meninggalkan ku'
'Aku sudah bersusah payah untuk semuanya'
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.