TAHAP EDITING!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah-tengah keluarga mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Warning! Part ini mengandung kata-kata yang bikin baper. Semoga kalian tidak baper.
"Kenapa kau menatapku dengan tatapan seperti melihat hantu? apa aku mengganggumu?" pria itu tersenyum ketika melihat ekpresi bersalah Kane.
"Jangan banyak berfikir, aku tidak sama seperti mereka," lanjut pria itu, kemudian pergi ke belakang untuk membuang sampah sayur yang selesai dipisahkan bagian bersih dan kotor nya.
Kane menatap ke arah pintu belakang, saat pria itu masuk kembali dia segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tidak ingin pria itu tahu dia baru saja mencuri pandang untuk melihat nya.
"Ahh~ Kane!..." pria itu menjeda ucapannya. Seakan ingat akan sesuatu sebelum dia melanjutkan, "kenapa kamu tidur di tempat seperti ini?" Ia menghentikan langkah nya dengan kedua netra yang menatap ke arah Kane dengan ekpresi bertanya.
Beberapa menit pria itu menunggu jawaban keluar dari mulut Kane. Karena dia tahu jelas, dimana sebenarnya kamar Kane, tapi kenapa bisa kandang terbengkalai ini menjadi tempat tidur nya padahal ini tempat tidur penjaga kuda dulu?
"Hanya—"
"Tidurlah di kediaman ku mulai besok!" potong sosok itu tegas. Sembari mengangkat nampan berisi sup dan bubur, berjalan ke arah Kane untuk diberikan makan.
"Tidak bisa, saya tidak ingin mengganggumu, Marvin." ketika Kane menyebut nama pria itu, sosok pemuda yang di panggil Marvin langsung tersenyum lebar.
Menatap Kane dengan hangat, kehangatan itu mampu membuat rasa dingin di hati Kane mulai mencair. Dia merasa nyaman meski ungkapan itu tidak bisa dia utaran pada sosok di hadapan nya.
Marvin Azhar Lawrence. Dia adalah kembaran tak identik Melvin. Pria yang memiliki sikap paling hangat, baik, ramah, penyayang, dan menganggap semua orang sama dimata nya. Tidak seperti Melvin yang suka menindas orang lain.
Marvin Azhar Lawrence
Dia berbeda, walaupun memiliki gen yang sama dengan Mervin, rambut. Ia lahir dengan warna rambut hitam kecoklatan, dan bukan warna kuning.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Marvin duduk di sisi ranjang Kane. Dengan mangkok sup yang perlahan dia angkat. Bersiap untuk menyuapi Kane yang terlihat tidak bisa apa-apa. Ditambah tubuh nya yang lemah itu, Marvin takut pemuda itu sakit parah.
"Duduk yang benar, saya akan memberimu makan" sembari mengaduk sup
"Tidak perlu, aku akan melakukannya sendiri," ucap Kane yang berniat mengambil alih sendok miliknya di tangan Marvin namun Marvin malah berhasil menghentikan pergerakkan nya.
"Jangan membantah ku," ucap Marvin sambil menatap mata Kane Dalam-dalam.
Kane pun akhirnya pasrah. Ia segera memperbaiki duduknya sebelum Marvin menyodorkan suapan pertama.
"Buka mulutmu, aaa"
"Aku bukan anak kecil,"
"Kau?" Marvin menatap tubuh Kane dari atas ke bawah seakan menilai penampilan. Sebelum kemudian tertawa.
"Lihat saja tubuhmu yang pendek dan kurus ini, bahkan dengan sekali tendangan kecil dariku kau akan mati mengenaskan dengan keadaan tulang yang hancur," ucapan yang mengandung ejekan itu berhasil membuat Kane mendengus kesal.
Apa ia sekurus dan selemah itu?
Tapi....
Tatapan Kane ikut tertuju pada tubuhnya sendiri berniat menilai. membandingkan nya dengan tubuh Marvin yang memang jauh lebih besar dan berotot darinya, bahkan ukuran tangan Marvin yang sebesar kepalanya saja bisa membuktikan bahwa, ia memang terlihat seperti anak kecil.
Tck!
Dan akhirnya Kane memutuskan untuk berdecak kesal sambil membuka mulutnya. Tak ingin memperpanjang perdebatan yang membosankan.
Marvin yang melihat itu kembali tersenyum. Ia gemes melihat tingkah Kane yang benar-benar seperti bocah. Walau di lubuk hatinya, ia sangat marah. Dengan kelakuan saudara-saudaranya yang menyiksa pria lemah seperti Kene dengan parah, hingga Kane sekurus ini. Besok Marvin akan memberi pelajaran pada ke 3 pria itu.
Yang telah melukai, Kane-miliknya.
•••
Hari mulai menjadi gelap. hari ini tak seperti biasanya yang hujan, cuaca kali ini menjadi cerah. Kini Kane dan Malvin tengah duduk di atas bebatuan sambil menatap bintang bersama, sambil menunggu sunset, dengan ditemani sepiring cemilan dan secangkir teh melati hangat.
Aaahhh~
Desah Kane setelah berhasil menyesap air teh hangat di tenggorokkannya. Sudah lama ia tidak mencoba minuman hangat. Selama ini ia hanya meminum air dingin dari sungai.
Sungguh teh melati sangat enak.
"Kau menyukainya?" Marvin bertanya sambil menatap wajah Kane yang terlihat jauh lebih baik setelah meminum teh hangat.
"Hm... Aku menyukainya" kini tetapan mereka bertemu, dan tanpa sadar keduanya tersenyum secara bersamaan.
Dengan Marvin yang tiba-tiba mengusap kepala Kane lembut.
"Tinggal lah bersamaku, dan jadilah orang ku, kau akan bahagia bersamaku," tawar Marvin membuat Kane menghentikan senyuman nya. "Ada apa?"
"Lalu..." Kane terlihat ragu-ragu untuk menyelesaikan kalimatnya. Setelah cukup lama meyakinkan dirinya untuk melanjutkan kata, akhirnya Kane mengutarakan. "Bagaimana dengan Reyzan?"
"Aku telah mendiskusikan ini pada Ayah, dia mengizinkan ku membawamu. Mungkin sekarang Reyzan sudah membaca surat itu" jawab Marvin yakin
"Jadi...?"
"Aku akan memikirkan nya, beri aku waktu sampai aku siap Menjawab mu," balas Kane kemudian beranjak.
Ia ingin pergi namun Marvin keburu menarik tangan nya, hingga Kane jatuh ke dalam pelukan nya.
"Aku akan membawamu, kau masih belum sehat" tanpa menunggu jawaban dari lawan Marvin langsung mengangkat tubuh mungil Kane untuk di bawa ke kamar tidurnya di kandang kuda.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.