TAHAP EDITING!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah-tengah keluarga mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Oliver berjalan-jalan bersama Cleo ke kota untuk membeli hal-hal yang dibutuhkan, lebih tepatnya Cleo di suruh Alexa untuk membelanjakan barang-barang yanga ada di daftar bersama Oliver.
Mereka singgah ke mall yang sama yang Alexa datangi dengan Oliver. Ketika Cleo mencari barang di dalam daftar, Oliver pergi ke toko baju untuk membeli baju hitam yang dia naksir sejak terakhir kali datang ke sini.
Oliver memasuki toko dan bel berbunyi menandakan datangnya tamu, pemilik toko segera menghampiri Oliver dan bertanya apa yang Oliver cari atau membutuhkan sesuatu yang lain. Namun Oliver hanya menjawab...
"Saya akan melihat-lihat lebih dulu." pemilik toko mengangguk paham kemudian pergi ke pelanggan lainnya. Sedangkan Oliver pergi ke arah baju yang di naksirnya.
Baju yang sama persis sejak terakhir kali dia datang. Oliver cukup merasa heran kenapa baju sebagus ini tidak di beli oleh siapapun padahal baju itu terkesan sangat elegan. Walau tidak terlalu ramai perintilan, baju itu sangat cocok untuk pria tinggi, dan sepertinya ukurannya juga pas dengan dirinya.
Karena tidak sabaran Oliver segara mengambil baju itu dan pergi ke ruang ganti untuk mencoba.
Setelah itu dia keluar, berdiri di hadapan cermin dan melihat bayangannya di cermin yang sangat elegan dan berkharisma, baju yang pas di badannya, tidak kebesaran dan tidak kekecilan. Oliver langsung jatuh cinta pada baju itu.
"Ini milikku." seseorang tiba-tiba muncul dari belakang Oliver dan mengklaim bahwa baju tersebut miliknya.
Oliver menatap pria itu yang berdiri di sampingnya dengan degap dan percaya diri, auranya sangat tegas dan tubuhnya beberapa cm lebih pendek dari dirinya.
Tapi pria itu punya wajah yang sangat tampan, dan jika dia memakai baju yang Oliver pakai sekarang... Menurut Oliver lebih cocok untuk pria itu. Tapi! Oliver tidak akan semudah itu menyerah untuk mendapatkan baju ini.
"Apa maksud mu?"
Pria itu menoleh, menatap mata Oliver dengan dingin dan tegas. "Baju yang kau kenakan adalah milikku" ulang pria itu. Membuat Oliver mengorek telinganya agar mendengar lebih jelas.
Yang benar saja, Oliver lebih dulu menemukan baju ini dan tiba-tiba pria itu datang dan mengaku bahwa baju ini miliknya, apa ada tulisan kalau ini miliknya?
"Saya yang lebih dulu menemukannya," jawab Oliver
"Ya. Tapi ini milikku."
"Kenapa bisa ini jadi milikmu, saya yang lebih dulu menemukannya, apa kurang jelas?"
"Maaf, tuan. Ini milik tuan saya." seseorang tiba-tiba mencela, dan mengklaim bahwa baju itu memang milik taunnya.
Dia bahkan membawa beberapa penjaga di belakangnya, kalau main keroyok seperti ini sudah pasti Oliver kalah jumlah tapi siapa yang takut, Oliver bisa menang walau hanya sendiri.
"Siapa kau berani mengklaim baju ini milikmu." Oliver mengangkat wajahnya, berlagak sok menantang dengan wajah itu.
"Dan siapa kau berani mengambil pakaian ku." pria itu mengatakan hal yang sama, dengan kata-kata menantang seperti Oliver.
"Saya? Oliver, Oliver De Morgan." Oliver memperkenalkan dirinya dengan sangat bangga, dia berharap di dalam hati orang itu akan menyerah dengan baju tersebut.
Tapi apa ini? Respon apa yang Oliver dapat.
Pria itu malah tersenyum dengan wajah dingin, bibir nya saja yang terangkat tapi sorot matanya masih dingin. Matanya terlihat sangat cantik jika di pandang lama-lama, hitam pekat dan mengkilat bersih, mata yang membuat orang tersihir ingin melihatnya terus menerus.
"Dan kau—siapa kau!" Oliver kembali bertanya.
Pria itu menetralkan ekpresi nya dan tatapan nya berubah menjadi semakin tajam dengan aura intimidasi yang tebal mengisi ruangan, mengubah atmosfer ruangan, dan.... Pria itu menyebut namanya.
"Louis."
"Louis Fletcher sapphire."
"Pemilik baju yang sedang kau kenakan."
Oliver menatap bajunya kemudian kembali menatap pria yang menyebut namanya sebagai Louis, dia tidak mengingat nama lengkapnya, tapi Oliver ingat bahwa nama pria itu Louis Fecer, kalau tidak salah.
"Hei kau, ini milikku, aku yang lebih dulu sampai dan memilih baju ini."
"Lepaskan." titah Louis dingin
"Tidak akan."
"Lepas, atau anak buahku yang akan melepaskan nya."
Tampang menyebalkan Louis membuat Oliver melihat Alekza dalam dirinya, wanita garang yang suka memusuhinya.
Karena kesal dan tidak ada pilihan Oliver segera melepas baju itu dan Louis langsung mengambilnya dan membalik baju itu, kemudian membuka kain kecil yang terselip, dimana di kain itu tertulis dengan jelas nama
Louis.
Oliver menatap tajam baju itu kemudian berdecak. Ini pertama kalinya dia kesal dan yang membuatnya kesal adalah orang tidak di kenal yang pertama kali dia jumpai, dan lagi orang itu terlihat sangat menyebalkan, dari wajahnya saja sudah sangat menyebalkan.
Sekarang Oliver harus menanggung malu menggunakan pakaian yang berlebel nama milik pria itu. Di depan banyak orang, dilihat, dan di bisiki. Oliver menanggung berton-ton rasa malu berkat nya—berkat pria bernama Louis itu.
"Tuan Oliver." Cleo datang dengan menenteng banyak belanjaan bersama beberapa pelayanan yang membantu.
"Waktunya untuk kembali."
Oliver mengangguk cepat lalu pergi bersama Cleo meninggalkan mall, menuju rumah.
Crish yang berdiri di balik rak pakaian tersenyum, dia cukup tertarik dengan cerita selanjutnya antara tuan nya dan tuan Oliver. Yang bisa membuat pria seperti tuannya tersenyum, tipis.
Crish tidak sabar menyaksikan, dan Crish yakin pembaca juga sama penasaran nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.