TAHAP EDITING!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah-tengah keluarga mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Oliver terbangun dari tidurnya setelah mengalami mimpi buruk yang tidak begitu jelas gambarannya. Namun berhasil membuatnya was-was. Dia kemudian menatap ke arah sebuah jam dinding kamar yang sudah menunjukkan pukul 5 subuh, kurang.
Ia menyadari sesuatu.
Tentang peraturan mansion yang menegaskan untuk siapapun di larang bangun dibawah jam 5 pagi. Mengingat nya Oliver segera berbaring kembali, namun aksinya itu berhenti ketika melihat sedikit bayangan dari luar yang lewat dari pintunya.
Siapa di jam segini yang masih bangun?
Gumam Oliver di dalam hati dengan wajah bingung dan penasaran. Ia segera beranjak, berjalan menuju pintu kamarnya, kemudian dibukanya secara perlahan.
Yang kini ia lihat adalah sosok bergaun tidur putih yang berjalan dengan perlahan sambil memegang obor.
Oliver kembali mengingat peraturan kedua rumah morgan.
Tidak boleh mengenakan pakaian selain warna merah, atau warna merah bercampur hitam.
Lalu orang itu?
Sosok itu berhenti. Dengan cekatan Oliver segera menutup pintunya. Tidak benar-benar tutup, Oliver menyisahkan sedikit celah untuk mengintip.
Sosok itu mulai berbalik secara perlahan, membuat Oliver semakin tidak tenang untuk segera melihat wajah sosok itu. Tetapi....
TOK TOK TOK
BRUK!
suara ketukan di jendela Oliver mengagetkan Oliver, serta secara reflek Oliver berbalik menatap jendelanya.
Tunggu.
Saat Oliver ingin kembali melihat sosok itu, sosok itu telah menghilang, dan saat itu juga Oliver langsung membuka pintunya lebar-lebar untuk memeriksa kembali sosok itu.
Bruk*
Suara barang jatuh mengagetkan kembali Oliver. Suara itu berada di belakang nya. Seketika bulu kuduk Oliver merinding, apa lagi tiba-tiba ada sebuah tangan yang menepuk bahunya.
Puk puk puk
"Oliver~"
Oliver memejamkan matanya, sambil memutar tubuhnya untuk berbalik.
Saat Oliver melihat sosok itu, ternyata itu adalah Alekza yang sedang berdiri di belakang nya sambil memegang buku yang telah berjatuhan separuhnya di lantai.
Oliver menghela nafas lega sambil memegang dadanya yang berdetak kencang.
"Kamu ngapain disini?" tanya Alekza dengan nada suara setengah mengantuk. Menatap Oliver dengan mata sayu dan tubuh lemas. Karena hingga detik ini dia belum tidur karena sibuk membaca hingga lupa waktu.
"Ini kamarku."
"Tahu! tapi ini belum jam waktu nya bangun," ketus gadis itu sambil berdecak pinggang. Namun berbanding terbalik dengan ekpresi wajahnya yang manis dan lembut.
"Air di wadah ku habis, aku ingin pergi mengambil."
"Asalan macam apa itu! kau tinggal memainkan lonceng maka para pelayan akan segera datang," jawab Alekza masih dengan nada ketus nya.
"Aku tidak ingin merepotkan siapapun, lagi pula itu mustahil, apa kamu lupa peraturan mansion ini." Oliver sengaja mengungkit peraturan agar dirinya tidak dicurigai oleh gadis penuh waspada seperti Alekza.
Alekza diam, ia seperti sedang berfikir, kemudian mengangguk-angguk. "Kau benar," jawab gadis itu setelahnya. "Sudahlah lupakan saja, aku pergi." tanpa menunggu respon dari Oliver, Alekza kembali ke dalam kamar nya yang tepat berada di sebelah kamar Oliver.
Setelah kepergian Alekza. Oliver segera menutup pintu kamarnya, kemudian berjalan kearah jendela untuk memeriksa, saat ia menarik horden besar itu, dia tidak menemukan apapun.
Tidak mungkin juga ada yang mengetuk jendelanya. Secara, jarak balkon kamar nya dan kamar lain itu sangat jauh. Lalu siapa? Yang mengetuknya?
Taman
Pagi-pagi sekali Alekza menganggu tidur Oliver yang nyenyak demi menghantarnya ke taman untuk menanam benih mawar merah yang berada di gudang.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Alekza akan menjadi orang yang ikut menanam bunga setelah usianya menginjak tujuh belas tahun. Itu adalah peraturan tak tertulis keluarga Morgan.
Sebagai keturunan keluarga Morgan asli, semua wajib menanam bunga mawar setahun sekali, jika ada yang tumbuh subur bunganya maka akan diberi hadiah, namun jika bunga tersebut mati, maka akan di hukum. Tapi sejauh ini tak pernah ada kejadian seperti itu di keluarga Morgan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.