Lama banget aku enggak update...maaf ya...semoga suka sama part ini...
Sudah tujuh hari Arya dan Nindy berada di Bali, banyak destinasi yang mereka datangi selama tujuh hari di sana. Kedua nya begitu menikmati hari-hari di sana sampai mereka lupa sekedar mengirim pesan pada kedua orang tua mereka, hingga puncak nya dua hari lalu kedua nya di marahi secara bersamaan oleh bunda Irma dan mama Fina. Namun itu tidak berlangsung lama karena ayah Bimo dan papa Bayu langsung menenangkan isteri mereka, setelah nya mereka mengobrol santai seperti tidak ada masalah, tapi tetap Arya dan Nindy di wanti-wanti untuk hanya sekedar mengirim pesan agar kedua orang tua mereka di rumah tenang dan tidak khawatir.
Hari ini adalah hari kedelapan mereka di Bali, rencana mereka akan mencari oleh-oleh untuk orang rumah, kedua nya masih belum tahu ingin membeli oleh-oleh apa karena orang rumah tidak ada reques ingin di bawakan oleh-oleh apa.
"Jadi ini kita mau beliin apa buat mereka?"tanya Nindy sambil memakai sunblok di tubuh nya.
"Pie susu"jawab Arya memberi saran. Bali kan terkenal pie susu, jadi itu sudah oleh-oleh yang pas di berikan kepada orang rumah.
"Ya masak cuma beliin itu sih?"tanya Nindy sambil menatap Arya.
"Sama pakaian"jawab Arya.
"Terus apalagi?"tanya Nindy, kini perempuan itu sudah duduk di samping Arya.
"Kalau kamu tanya apa lagi, aku enggak tahu Nin, mending kita langsung ke toko oleh-oleh biar bisa milih langsung"jawab Arya.
"Yaudah ayo"ajak Nindy.
"Sekarang banget? Masih jam delapan loh ini"tanya Arya.
"Biar punya waktu lama buat milih, kalau nanti siang udah keburu mager aku nya"jawab Nindy.
"Yuk"ajak Nindy lalu berdiri dari duduk nya.
Arya pun langsung bangun dari duduk nya.
Mereka pun langsung menuju ke tempat toko oleh-oleh yang berada di pusat kota Bali, mereka pergi menggunakan mobil yang papa Bayu sewa selama kedua nya berada di Bali, tidak hanya menyewa mobil saja tapi papa Bayu juga menyewa orang untuk menjadi supir sekaligus tour guide mereka selama di Bali.
Sesampai nya di toko oleh-oleh kedua nya langsung berkeliling mencari oleh-oleh yang nanti nya akan di bawa pulang.
"Mau beli berapa pie susu nya?"tanya Arya saat mereka sampai di rak berisi pie susu.
"Luma belas dus"jawab Nindy.
"Banyak banget? Ini satu dus nya berisi enam loh"tanya Arya.
"Ya kan aku juga mau pie susu nya, kalau cuma beli lima, kurang"jawab Nindy.
Arya mengangguk lalu mengambil lima belas dus berisi pie susu dan menaruh nya di keranjang.
"Arya mau ini"ujar Nindy sambil menunjukan dus coklatpada Arya.
Arya menatap dus coklat yang Nindy tunjukan lalu Arya mengangguk.
"Beli lima ya"ujar Nindy.
"Terserah kamu Nin, ambil aja yang kamu mau!"jawab Arya.
Nindy tersenyum senang lalu menaruh lima dus berisi coklat khas Bali ke dalam keranjang.
Mereka membeli banyak jenis makanan yang di jual di toko itu, Arya saja sampai menghela nafas berulang kali saat Nindy terus menaruh makanan di dalam keranjang.
Selesai urusan makanan, Nindy mengajak Arya membeli pakaian atau pun apapun pernak-pernik khas Bali yang di jual di sekitar jalan sepanjng pantai.
"Beli ini ya Ar"ujar Nindy sambil menujukan tas anyaman berbentuk lingkaran.
"Ya"jawab Arya.
"Beli tiga, nanti satu buat aku,satu buat mama, satu lagi buat bunda"ujar Nindy.
"Beli Nin! Pilih aja mau yang mana!"suruh Arya.
Nindy tersenyum senang lalu memilih tas yang cocok untuk mama Fina dan bunda Irma.
"Bantu pilihin dong Ar"ujar Nindy sambil menatap Arya kesal. Banyak sekali pilihan membuat Nindy kesal karena tidak kunjung bisa menentukan tas mana yang akan di beli nya.
Arya pun membantu Nindy memilih tas anyaman.
Mereka butuh waktu sekitar sepuluh puluh menit untuk memilih tas, selesai membayar, Nindy langsung mengajak Arya untuk ke tempat sebelah yang menjual pakaian dan kain khas Bali.
"Habis ini kita pulang, capek aku"ujar Arya pada Nindy yang sedang memilih kain Bali.
"Hmm"jawab Nindy lalu memberikan kain yang di pilih nya pada Arya.
"Ini aja?"tanya Arya sambil menujukan lima buah kain berbeda warna dan motif, juga ada stelan baju pantai khas Bali sebanyak lima buah juga yang di pegang nya.
Nindy mengangguk lalu Arya pun segera membayar kain yang di pilih Nindy.
"Yuk pulang"ajak Arya setelah selesai membayar.
Nindy mengangguk.
"Ar, laper"ujar Nindy mengadu.
"Iya"jawab Arya lalu membuka pintu bagasi belakang lalu menaruh kantong plastik di sana. Kini bagasi mobil sudah penuh dengan oleh-oleh yang mereka beli.
Brak.
"Mampir ke restoran dulu ya pak"ujar Arya pada sang supir setelah duduk di samping Nindy.
Supir yang bernama Johan itu hanya mengangguk lalu segera menjalankan mobil nya.
"Habis berapa?"tanya Nindy.
"Nanti aja di bahas nya kalau udah sampai villa"jawab Arya lalu memjamkan mata.
Nindy benar-benar kalap hari ini, tubuh nya begitu lelah karena terus berjalan menemani Nindy yang berburu oleh-oleh.
"Capek banget ya?"tanya Nindy sambil mengusap punggung telapak tangan Arya yang berada di atas paha nya.
"Hmm"jawab Arya tanpa membuka mata nya.
"Maaf ya, buat hari ini dan hari-hari sebelum nya. Aku tahu kamu pasti capek banget karena aku terus ajak kamu pergi-pergi kemaren"ujar Nindy merasa bersalah.
Arya langsung membuka mata saat mendengar perkatan Nindy.
"Enggak papa Nin"ujar Arya sambil menatap wajah Nindy.
Arya tidak masalah saat Nindy terus mengajak nya pergi mengunjungi berbagai tempat destinasi karena kan tujuan mereka ke sini untuk berlibur bukan diam di villa tanpa melakukam apapun.
"Kita di sini kan liburan jadi enggak masalah kalau kita banyak pergi-pergi kayak kemaren"ujar Arya.
"Belum tentu juga setelah ini kita bisa liburan kayak sekarang, aku dan kamu pasti akan mulai sibuk nanti nya"lanjut Arya.
Nindy tersenyum mendengar itu.
Bersambung...
30 Oktober 2024
25 Desember 2024
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You!!!
RomanceIni bukan kisah lanjutan Arya dan Nindy setelah anak mereka lahir, ini merupakan kisah Arya dan Nindy setelah lulus SMA. Ini kisah kehidupan Arya dan Nindy di masa kuliah tapi bukan kisah mengenai masa perkuliahan mereka. Kepo enggak sih sama kehidu...
