Hai semua...kayak nya habis ini aku akan enggak update dulu, bukan hiatus, tapi aku enggak punya banyak draf...aku usahakan enggak terlalu lama...
"Assalammualaikum Arya"salam bunda Irma setelah sambungan telfon tersambung.
"Waalikumsalam bunda"jawab Arya.
"Arya, ini Nindy mau bicara sama kamu, dari tadi ngerengek terus minta bunda telfon kamu karena kamu enggak angkat-angkat telfon dia"ujar bunda Irma.
"Iya bun"jawab Arya.
Bunda Irma pun langsung memberikn hp nya pada Nindy dan Nindy pun langsung mengambil dan menempelkan layar hp di telinga nya.
"Arya"panggil Nindy setelah menempelkan layar hp di telinga nya.
"Arya maaf, jangan marah, jangan di undur acara nya"lanjut Nindy.
"Arya"panggil Nindy karena Arya tidak merespon.
Nindy bisa mendengar Arya menghela nafas nya.
"Arya, maafin aku. Janji enggak akan ulangi lagi"ujar Nindy.
"Aku maafin, aku enggak suka kamu bandel kalau lagi jauh dari aku gini"ujar Arya.
"Iya maaf"ujar Nindy menyesal.
"Jangan suka ngelawan bunda atau ayah"ujar Arya mengingatkan.
"Iya maaf, enggak di ulangi"jawab Nindy.
"Aku maafin,nanti minta maaf sama bunda!"ujar Arya.
"Iya"jawab Nindy.
"Tapi acara nya enggak jadi di undur kan?"tanya Nindy.
"Arya...enggak jadi di undur kan acara nya? Jangan hukum aku kayak gini. Aku minta maaf, tapi jangan di undur acara nya, aku enggk mau lama lagi ketemu kamu"tanya Nindy lagi karena Arya tidak kunjung menjawab.
"Enggak Nin, acara nya enggak di undur"jawab Arya pada akhir nya.
Nindy tersenyum mendengar jawaban Arya.
"Aku tutup dulu telfon nya, nanti aku telfon balik"ujar Arya.
"Kenapa? Kamu mau kemana? Kamu mau pergi ya? Mau pergi kemana? Mau pergi sama siapa?"tanya Nindy beruntun.
"Aku enggak kemana-mana Nin, aku di apart"jawab Nindy.
"Terus kenama udahan telfon nya?"tanya Nindy.
"Aku baru bangun, ini mau mandi dulu, nanti aku telfon kalau udah selesai mandi"jawab Arya menjelaskan.
Sebenar nya saat Nindy berusaha menghungi Arya, cowok itu belum bangun dan saat baru bangun bunda Irma menelfon, jadi bukan karena Arya tidak mau mengangkat telfon dari Nindy.
Arya marah dan kesal memang iya, namun cowok itu tidak benar-benar mengundur acara resepsi, Arya mengatakan itu hanya ingin Nindy jera.
Sejak Nindy berada di rumah mertua nya, banyak aduan yang mertua nya itu lakuan atas sikap bandel Nindy selama di sana. Pusing? Sudah pasti, jarak dan larangan membuat nya tidak bisa menegur perempuan itu secara langsung.
Puncak nya saat bunda Irma memberi tahu bila Nindy begadang untuk menonton anime padahal dirinya sudah melarang.
"Kamu juga belum sarapan kan? Sarapan dulu sana! Nanti kita telfonan lagi"ujar Arya.
"Iya, habis mandi kamu juga langsung sarapan!"ujar Nindy.
"Iya"jawab Arya.
"Yaudah aku tutup dulu telfon nya, sampaikan salam aku buat bunda dan ayah"ujar Arya.
"Iya, nanti aku sampaikan"jawab Nindy.
"Assalamualikum"salam Arya.
"Waailkumsalam"jawab Nindy lalu sambungan telfon pun terputus.
"Udah?"tanya bunda Irma saat melihat Nindy menaruh hp di atas meja makan dengan raut wajah bahagia.
Nindy mengangguk sambil tersenyum.
"Arya titip salam buat bunda sama ayah"ujar Nindy menyampakan salam Arya.
Bunda Irma dan ayah Bimo hanya mengangguk.
"Bunda, Nindy minta maaf karena enggak nurut selama di sini"ujar Nindy meminta maaf.
"Iya, bunda maafin"jawab bunda Irma.
"Sekarang kamu sarapan dulu!"suruh bunda Irma.
Nindy mengangguk lalu mereka pun memulai sarapan dengan tenang.
Selesai sarapan bersama, ayah langsung pamit untuk pergi ke resto dan bunda Irma pamit untuk untuk pergi bersama mama Fina untuk mengecek semua nya, tadi nya Nindy ingin ikut tapi bunda Irma melarang dengan alasan Nindy harus istirahat karena besok adalah hari yang panjang, bunda Irma takut bila Nindy ikut, perempuan itu akan kelelahan.
Dan setelah kepergian bunda Irma, Arya menelfon, cowok ity menepati janji nya bila akan menelfon lagi nanti
"Arya, aku bosen"adu Nindy setelah lama saling diam.
"Arya...kamu dengar aku enggak sih?"tanya Nindy saat tidak mendengar jawaban Arya.
"Iya Nin, bentar ya"jawab Arya pada akhir nya.
"Kamu telfon aku tapi kamu malah sibuk sendiri, mending tadi kamu enggak usah nelfon aku"uhar Nindy mulai kesal karena Arya menelfon hanya untuk menepati janji nya tadi bukan karena ingin berbicara dengan nya.
Nindy bisa mendengar Arya menghela nafas pelan.
"Kasih aku waktu lima menit, setelah itu aku akan dengarkan semua cerita kamu"ujar Arya.
"Tadi kamu minta waktu lima belas menit, aku kasih, sekarang kamu minta waktu lagi. Kalau emang kamu lagi sibuk, tadi enggak usah nelfon aku"ujar Nindy meluapkan kekesalan nya.
"Kali ini beneran Nin, kasih aku waktu lima menit lagi, janji setelah lima menit aku akan dengarkan semua cerita kamu"ujar Arya membujuk.
"Enggak ada tambahan waktu lagi Ar. Aku ngantuk, aku mau tidur aja, kamu lanjutin kerjaan kamu aja"ujar Nindy.
Nindy tidak bohong, perempuan itu memang mengantuk karena semalam begadang.
"Aku tutup ya"ujar Nindy.
"Assalamuaikum"lanjut Nindy langsung menutup sambungan telfon tanpa memberi Arya kesempatan untuk bersuara.
Nindy mendengus, perempuan itu kesal karena setiap kali mereka telfonan pasti ending nya tidak baik. Nindy lelah bila terus seperti ini, perempuan itu tidak bisa terus-terusan seperti ini.
Harus nya dari awal Nindy menolak keras berjauhan dengan Arya, Nindy benar-benar sudah sangat lelah bila mereka seperti ini terus. Walaupun tinggal sehari lagi namun rasa nya Nindy sudah tidak kuat lagi.,
"Aaarrrhhhh"teriak Nindy frustasi sambil mengusap kasar wajah nya.
Dari padah Nindy pusing memikirkan hubungan nya dengan Arya yang tidak baik selama mereka berpisah, Nindy memilih memejamkan mata nya guna menenangkan fikiran nya yang kacau.
Nindy berharap setelah tidur, semua nya akan baik-baik saja.
Bersambung...
14 September 2024
24 September 2024
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You!!!
RomansaIni bukan kisah lanjutan Arya dan Nindy setelah anak mereka lahir, ini merupakan kisah Arya dan Nindy setelah lulus SMA. Ini kisah kehidupan Arya dan Nindy di masa kuliah tapi bukan kisah mengenai masa perkuliahan mereka. Kepo enggak sih sama kehidu...
