53.

120 6 3
                                        

Uuhh...akhir nya update lagi aku, agak kecewa sama diri sendiri karena enggak bisa konsisten tapi apa mau di kata, kesibukan dan lelah rasa nya diri ini sampai tidak ada waktu untuk update....semoga suka sama part ini ya...








"Banyak banget ini nol nya"ujar Nindy setelah menghitung jumlah nol yang berada di dalam buku tabungan milik Arya.

"Ini beneran uang kamu kan?"tanya Nindy masih tidak percaya dengan apa yang Arya ceritakan tadi padahal Nindy sudah memegang bukti dari yang Arya ceritakan tadi.

"Beneran lah...masak papa bohongi aku"jawab Arya.

"Ya kan kali aja, karena sudah lelah mendengar penolakan dari kamu membuat mereka memutuskan untuj membuat cerita kayak gitu"ujar Nindy.

"Mikir nya gitu banget ke papa Nin"ujar Arya tidak percaya bila Nindy bisa berfikir sejauh itu.

"Enggak tahu"jawab Nindy juga tidak tahu.

"Papa enggak mungkin bohongin aku Nin, karena di situ ada tanggal di mana papa setor uang ke rekening itu setiap bulan nya"ujar Arya.

Nindy membaca tanggal, bulan, dan tahun di setiap setoran yang di lakukan papa Bayu.

"Kamu benar, aku salah karena berfikir sejauh itu. Maaf ya Ar"ujar Nindy merasa bersalah karena berfikir sejauh itu tentang papa Bayu.

Arya mengangguk memaafkan.

"Terus semua uang ini mau di gunain untuk apa?"tanya Nindy.

"Aku udah bahas sama papa dan aku milih untuk menggunakan uang ini untuk membangun toko"jawab Arya.

Nindy mengangguk. Nindy tidak akan bertanya apa alasan nya karena Nindy sudah tahu.

"Mau mulai kapan pembangunan nya?"tanya Nindy ingin tahu

"Secepat nya"jawab Arya.

"Secepat nya itu kapan? Yang pasti gitu loh Ar"tanya Nindy gemas.

"Aku sama mas Nara harus bahas dulu baru kita akan dapat tanggal di mulai nya"jawab Arya.

"Kapan mau bahas sama mas Nara?"tanya Nindy.

"Secepat nya"jawab Arya.

"Ckk...jawab nya yang pasti gitu kenapa sih Ar"ujar Nindy kesal karena jawaban Arya yang tidak pasti.

"Ya kan emang belum pasti Nin"ujar Arya.

"Terserah kamu lah Ar"ujar Nindy lelah.

"Terus rumah gimana?"tanya Nindy.

"Sabar ya, tabungan aku belum cukup"jawab Arya sambil menepuk pelan kedua pipi Nindy.

"Perasaan tabungan kamu banyak"ujar Nindy.

"Yang tabungan buat rumah sayang ku, tabungan yang lain jangan di gabung"ujar Arya.

"Kenapa enggak pakai tabungan yang ada aja sih Ar? Udah lebih dari cukup untuk membangun rumah"tanya Nindy heran.

"Kalau pakai yang itu, kita bisa enggak punya uang dalam artian simpanan, aku bedain biar uang kita enggak habis semua"jawab Arya.

"Terserah kamu aja lah Ar, pusing aku jadinya"ujar Nindy pasrah.

Urusan uang, tabungan, dan simpanan memang ribet dan cuma Arya yang paham, maka dari itu Nindy memilih menyerah kan urusan keuangan kepada Arya dan dirinya bagian yang gampang-gampang aja. Arya sendiri tidak masalah dan juga tidak memaksa Nindy.

"Dari pada pusing mikirin itu, mending aku masak. Kamu mau makan apa?"tanya Nindy sambil bangun dari duduk nya.

"Makan kamu"jawab Arya.

"Arya iihh...jawab yang benar dong! Kamu mau aku masakin apa?"tanya Nindy lagi.

"Lah...aku jawab nya udah benar lohh...aku emang mau nya makan kamu, udah satu minggu aku puasa loh ini"jawab Arya sambil menatap wajah Nindy.

"Ckk...baru juga satu minggu, mau aku tambah satu minggu lagi enggak?"tanya Nindy.

"Ya jangan dong sayang"ujar Arya cepat.

"Yaudah, kalau gitu jawab yang benar! Kamu mau aku masakin apa?"tanya Nindy mengukang pertanyaan di awal.

"Tumis kangkung aja"jawab Arya cepat.

"Enggak ada kangkung, yang lain!"ujar Nindy.

"Tumis brokoli kalau gitu"jawab Arya.

"Brokoli juga enggak ada"ujar Nindy.

"Terus yang ada apa?"tanya Arya.

Nindy menggeleng.

"Enggak tahu, kan aku belum lihat kulkas"jawab Nindy.

"Nindy...aku benar-benar akan makan kamu ya"ujar Arya gemas dengan tingkah Nindy.

"Jangan dong Ar! Bentar...aku lihat dulu di kulkas ada apa aja"ujar Nindy lalu segera berjalan menuju dapur sebelum Arya menerkam nya.

Sampai di dapur, Nindy langsung membuka kulkas untuk melihat bahan masakan apa saja yang ada.

"Arya"panggil Nindy.

"Arya sini!"suruh Nindy.

Tidak lama setelah Nindy memanggil, Arya datang dan berdiri tidak jauh dari tempat Nindy berdiri sekarang.

"Gimana?"tanya Arya.

"Tumis pakcoy mau enggak?"tanya Nindy.

"Boleh"jawab Arya.

"Mau di tambahin daging enggak?"tanya Nindy lagi.

"Boleh"jawab Arya.

"Oke...aku masakin dulu"ujar Nindy sambil mengeluarkan sayur pakcoy dan juga daging.

"Mau aku bantu?"tanya Arya menawari bantuan.

"Kamu bantuin itu aja, tolong ambilin jemuran terus sekalian kamu lipat"jawab Nindy sambil mencuci sayur pakcoy.

"Itu aja?"tanya Arya.

"Sama tolong masukin baju kotor ke dalam mesin cuci, baju nya udah di belakang dan juga udah aku pilah-pilah, kamu masukin yang besar-besar dulu, yang dalaman nanti aja belakangan nyuci nya"jawab Nindy.

"Ada lagi enggak?"tanya Arya.

"Setrika baju mau?"tanya Nindy.

"Kalau mau, tolong setrika baju, baju nya udah aku taruh di keranjang baju, setrika nya ada di dalam lemari"lanjut Nindy.

"Banyak apa sedikit yang harus di setrika?"tanya Arya.

"Lumayan banyak"jawab Nindy setelah mengingat-ingat tumpukan baju di keranjang.

"Nanti aku bantuin kalau aku udah selesai masak, kamu kerjain sebisa kamu dulu aja"lanjut Nindy.

"Oke"jawab Arya lalu cowok itu pun segera mengerjakan apa yang sudah Nindy perintahkan.


Bersambung...

04 Desember 2024
10 Februari 2025

Only You!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang