Enggak tahu gimana menurut kalian part ini...yang pasti aku udah berusaha semaksimal mungkin di part ini...
"Mama minta kita ke rumah, kata nya kangen sama mantu kesayangan nya"ujar Arya setelah duduk disamping Nindy yang sedang fokus mengerjakan tugas kuliah nya.
"Aku juga kangen sama mama, ke sana yuk Ar, sekalian nginep beberapa hari gitu"ujar Nindy sambil menatap Arya.
"Boleh, mau kapan ke sana nya?"tanya Arya.
"Besok? Pulang dari kampus gitu gimana? Kamu besok cuma ada satu kelas kan?"tanya Nindy.
"Iya cuma satu kelas"jawab Arya.
"Yaudah besok aja, aku besok cuma mau ngumpulin tugas doang, kelas aku online soal nya"ujar Nindy.
"Mau nungguin aku apa mau ke rumah mama duluan?"tanya Arya.
"Aku nunggu aja di kafe sambil zoom kelas"jawab Nindy.
Arya mengangguk.
Setelah nya mereka sibuk dengan aktifitas masing-masing.
"Alvian gimana kabar nya? Udah lama aku enggak dengar kabar dia"tanya Nindy tiba-tiba setelah mereka saling diam dengan aktifitas masing-masing. Terakhir kali dengar kabar Alvian mungkin waktu resepsi dan sampai sekarang Nindy tidak tahu kabar Alvian karena cowok itu sudah berada di Singapura.
"Dia baik, kemaren aku habis telfonan sama dia"jawab Arya.
"Liburan semester depan balik enggak?"tanya Nindy.
"Dia bilang enggak, kata nya mau balik liburan semester selanjut nya, banyak tugas dia"jawab Arya.
Nindy mengangguk paham, jurusan kedokteran memang bukan jurusan yang mudah, tapi Nindy percaya Alvian pasti dengan mudah lulus tanpa ada drama telat lulus.
"Aku mau bikin minum, kamu mau apa biar sekalian aku bikinin?"tanya Arya.
"Es coklat aja"jawab Nindy.
Arya mengangguk lalu meningalkan Nindy di ruang tv.
Nindy pun kembali mengerjakan tugas kuliah nya.
Drettt...drettt...drettt...drett...
Mendengar suara panggilan masuk dari hp Arya, Nindy pun langsung mengambil hp Arya yang berada di atas sofa.
"Shakira"ujar Nindy membaca nama yang berada di layar hp.
"Ngapain nih cewek telfon Arya?"tanya Nindy heran.
Karena merasa tidak penting, Nindy memilih membiarkan saja, malas juga kalau mengangkat karena pasti ujung-ujung nya mereka ribut.
Shakira itu satu-satu nya atau mungkin salah satu nya, Nindy tidak tahu yang perempuan itu tahu Shakira itu dengan terang-terangan mendekati Arya dan untung nya Arya tidak menanggapi kecuali itu urusan tugas.
Walupun Arya itu memakai kaca mata tapi cowok itu begitu tanpan kok apalagi cowok itu sangat pandai memilih pakaian untuk ke kampus, di tambah banyak yang tahu bila Arya adalah pemilik toko 'Arstore', toko milik Arya sangat populer di kalangan mahasiswa maupun mahasiswi di kampus, terlebih sekarang bukan hanya pakaian bermerek saja, melainkan ada juga bran lokal yang harga nya tidak terlalu mahal, bisa di bilang ramah di kantong anak kuliahan ataupun anak rantauan.
"Nih"ujar Arya sambil memberikan gelas berisi es coklat.
"Makasih"ujar Nindy setelah menerima gelas lalu meminum nya.
"Tadi Shakira nelfon"ujar Nindy memberi tahu setelah menaruh gelas di atas karpet sedikit jauh dari tempat duduk nya.
Arya hanya mengangguk sebagai respon lalu cowok itu memilih menyalakan tv.
"Enggak mau telfon balik?"tanya Nindy.
Arya menggeleng.
"Enggak penting"jawab Arya.
"Dia suka sama kamu"ujar Nindy memberi tahu.
"Itu hak dia"jawab Arya sambil menatap wajah Nindy.
"Kamu sendiri?"tanya Nindy.
"Jangan mulai deh Nin, kita ini bukan lagi pacaran jadi tolong fikiran kamu jangan aneh-aneh"ujar Arya memperingatkan.
"Ya kan kali aja gitu Ar"ujar Nindy.
"Enggak ada kali aja seperti yang sedang kamu fikirkan"ujar Arya tidak suka.
Nindy hanya mengangguk lalu memilih kembali pada tugas-tugas nya dan Arya memilih fokus pada layar tv. Pembicaraan ini bila di lanjut bisa makin panas, lebih baik di akhiri saja.
Drett...drett...drett...drett...
Arya hanya melirik layar hp nya lalu membiarkan saat tahu siapa yang menelfon nya.
Drett...drett..drett..drett...
Arya lagi-lagi membiarkan tanpa perlu melihat siapa yang menelfon nya cowok itu tahu siapa yang menelfon nya.
"Angkat aja sih Ar!"suruh Nindy. Kesal juga lama-lama mendengar dering panggilan masuk dari hp Arya.
Arya pun memilih mengangkat nya dari pada jadi panjang. Arya juga menekan tombol speaker agar Nindy bisa mendengar apa yang akan Shakira bicarakan, iya perempuan yang menelfon adalah Shakira.
"Kenapa"tanya Arya langsung tanpa basa-basi karena terlalu malas menanggapi perempuan seperti Shakira.
"Sibuk enggak Ar?"tanya Shakira.
"Sibuk"jawab Arya cepat.
"Kalau besok, sehabis kelas sibuk enggak?"tanya Shakira.
"Aku mau ajak kamu ngopi di kafe sambil bahas tugas kuliah yang kemaren"lanjut Shakira.
"Maaf tapi gue enggak bisa, gue sibuk"jawab Arya sambil menatap Nindy yang juga sedang menatap nya.
"Yahh...masak sibuk terus?"tanya Shakira dengan nda kecewa.
"Gue emang sibuk terus Sha, udah ya gue tutup"ujar Arya lalu langsung memutus sambungan telfon.
"Udah"ujar Arya lalu meletak kan hp di sofa.
"Padahal aku enggak papa kalau kamu mau ngopi bareng Shakira, kasian juga si Shakira kamu cuekin"ujar Nindy.
"Jangan mulai Nin"ujar Arya lalu memegang kedua pipi Nindy.
"Aku itu enggak akan respon perempuan di luar sana, ngapain juga respon mereka, aku aja punya kamu yang sempurna gini"ujar Arya tanpa melepaskan kedua trlapak tangan nya dari pipi Nindy.
"Berhenti mikir yang enggak-enggak, aku cuma milik kamu begitu pun sebalik nya, enggak ada yang bisa misahin kita kecuali maut"lanjut Arya.
Nindy sering kali berfikir bila Arya akan meninggalkan nya karena perempuan lain, padahal Arya sama sekali enggak ada kepikiran buat selingkuh dan enggak akan kepikiran juga. Nindy sudah cukup dan sangat cukup sampai tua nanti.
"Maaf"ujar Nindy. Entah lah mengapa dirinya sering berfikir seperti sekarang dan bahkan sempat menyuruh Arya melakukan sesuatu yang jelas-jelas hati nya tidak mau.
"Aku maafin, udah ah enggak usah di lanjut lagi"ujar Arya lalu melepas telapak tangan nya dari kedua pipi Nindy.
Nindy mengangguk.
Cup
"Love you Ar"ujar Nindy setelah mencium pipi Arya.
Arya tertawa mendengar perkataan Nindy.
"Kok ketawa sih? Balas kek Ar"ujar Nindy sedikit kesal.
Cup.
"Love you more Nin"ujar Arya setelah mencium bibir Nindy singkat.
Bersambung...
10 Oktober 2024
02 November 2024
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You!!!
RomanceIni bukan kisah lanjutan Arya dan Nindy setelah anak mereka lahir, ini merupakan kisah Arya dan Nindy setelah lulus SMA. Ini kisah kehidupan Arya dan Nindy di masa kuliah tapi bukan kisah mengenai masa perkuliahan mereka. Kepo enggak sih sama kehidu...
