Sebelum ganti tahun aku mau update satu part dulu...maaf lama enggak update...semoga kalian suka sama part ini ya...
Nindy tidak menyangka diri nya membeli banyak oleh-oleh untuk di bawa pulang, dan sekarang dirinya bingung karena tidak memiliki tempat untuk menyimpan oleh-oleh tersebut.
Ada dua koper, satu koper ukuran sedang yang di bawa dari rumah dan satu koper ukuran besar yang sore tadi baru di beli Arya, tapi koper besar itu tidak bisa menampung semua oleh-oleh nya.
"Kita paketin aja Ar, pusing aku lama-lama"ujar Nindy mulai lelah karena memikirkan tempat untuk menyimpan oleh-oleh nya.
Arya yang sedang duduk di sofa sambil memakan kacang yang di beli tadi hanya mengangguk saja. Arya juga ikutan pusing, bukan pusing memikir kan tempat tapi pusing karena melihat Nindy terus membongkar ulang isi koper secara terus-menerus.
Nindy bangun dari duduk nya lalu berjalan mendekati Arya.
"Capek"adu Nindy sambil menjatuhkan bokong nya di samping Arya.
"Istirahat dulu, nanti di lanjut lagi"ujar Arya sambil menyimpan bungkus kacang ke atas meja samping sofa.
"Kita paketin aja ya sebagian oleh-oleh nya"ujar Nindy.
"Iya, nanti kita pilih mana yang kita paketin"jawab Arya sambil menatap wajah Nindy.
"Kita pilah sekalian aja yang buat mama dan papa sama yang buat bunda dan ayah dan kita langsung kirim ke rumah mereka"lanjut Arya.
Nindy mengangguk setuju.
"Kamu kenapa enggak tegur aku sih Ar tadi? Kan sekarang aku jadi pusing mikirin tempat belum lagi ternyata aku udah habisin uang lebih dari sepuluh juta"tanya Nindy.
Sepuluh juta lebih Nindy habiskan untuk membeli berbagai bentuk oleh-oleh, mulai dari makanan, pakaian, pernak-pernik khas Bali, dan masih banyak lagi barang yang di beli nya.
"Lihat kamu sesenang tadi mana tega aku tegur kamu"ujar Arya.
Arya tidak masalah bila harus mengeluarkan jutaan rupiah yang penting Nindy senang. Uang bisa di cari tapi melihat Nindy bahagia adalah tanggung jawab nya.
"Tapi sekarang aku pusing mikir semua itu"ujar Nindy sambil menunjuk oleh-oleh yang berserakan di lantai kamar mereka.
Arya meringis pelan saat menatap berbagai oleh-oleh yang berserakan di lantai. Arya tidak menyangka akan sebanyak ini yang sudah mereka beli untuk oleh-oleh.
"Kita selesaikan bersama semua itu"ujar Arya.
Nindy mengangguk.
"Kamu beli atau cari kardus buat bungkus itu semua!"suruh Nindy.
"Butuh berapa? Biar aku tanya pihak villa, kali aja mereka ada"tanya Arya.
"Dua atau tiga kayak nya cukup"jawab Nindy.
Arya mengangguk.
"Aku pergi tanya dulu sekalian beli lakban hitam"ujar Arya.
Nindy mengangguk lalu setelah nya Arya pergi keluar dari kamar untuk mencari kardus dan lakban untuk menaruh oleh-oleh.
Sambil menunggu Arya, Nindy memilih untuk mandi karena sejak tadi dirinya belum mandi karena terlalu sibuk mengemasi pakaian dan oleh-oleh nya.
Nindy memilih langsung mengemas sebagian barang bawaan nya padahal mereka masih punya waktu dua hari lagi.
Ceklek.
"Udah dapat Ar?"tanya Nindy saat baru saja keluar kamar mndi dan melihat Arya yang sedang membentuk lebaran kardus menjadi bentuk kardus utuh.
"Udah"jawab Arya.
Nindy berjalan menuju lemari untuk mengambil baju ganti lalu segera memakai nya.
"Kamu enggak mau mandi dulu?"tanya Nindy setelah duduk di samping Arya yang sedang me lakban bagian kardus yang terbuka agar tertutup.
"Nanti aja"jawab Arya.
"Nanti kemalaman kamu mandi nya"ujar Nindy.
"Enggak papa"jawab Arya.
"Mending kamu telfon resto, pesan makanan buat makan malam!"suruh Arya.
Nindy mengangguk lalu beediri dan berjalan menuju meja di mana di atas nya ada telfon kamar.
"Mau makan apa?"tanya Nindy sambil membuka buku menu yang ada di atas meja samping telfon.
"Apa aja, jangan lupa beli air mineral"jawab Arya.
Nindy mengangguk lalu segera menekan nomor di telfon untuk menghubungi resto.
Setelah sambungan tersambung, Nindy segera menyebutkan pesanan nya.
Selesai urusan makanan, Nindy langsung bergabung dengan Arya yang sedang memilah oleh-oleh.
"Nanti yang punya mas Nara sama pegawai toko di jadiin satu aja sama yang punya mama dan papa"ujar Arya memberi tahu.
"Enggak mau di kasih langsung? Maksud nya enggak kita aja yang bawa"tanya Nindy.
"Sampai sana kita pasti capek Nin, belum tahu juga kapan akan ke toko jadi biar mama aja yang kasih langsung ke toko"jawab Arya.
Nindy mengangguk paham.
Mereka pun mulai mengemas oleh-oleh sesuai yang sudah mereka pilah tadi. Tidak semua di paket kan, mereka hanya akan memaketkan yang di rasa akan aman untuk di kirim.
"Mau di kirim kapan?"tanya Nindy sambil me lakban kardus.
"Besok aja, aku ambil yang expres"jawab Arya.
Nindy mengangguk.
Setelah selesai dengan bungkus-membungkus oleh-oleh mereka langsung memakan makanan yang sudah dingin namun itu bukan menjadi masalah karena mereka sangat lapar dan malas jika harus meminta pihak resto untuk menghangatkan ulang.
Bersambung...
04 November 2024
31 Desember 2024
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You!!!
RomanceIni bukan kisah lanjutan Arya dan Nindy setelah anak mereka lahir, ini merupakan kisah Arya dan Nindy setelah lulus SMA. Ini kisah kehidupan Arya dan Nindy di masa kuliah tapi bukan kisah mengenai masa perkuliahan mereka. Kepo enggak sih sama kehidu...
