Maaf baru bisa update...semoga suka ya sama part ini...
"Arya lihat!"suruh Nindy sambil menunjukn layar hp nya pada Arya yang sedang duduk memainkan hp di samping nya.
Arya langsung mengalihkan pandangan mata nya ke arah layar hp Nindy.
"Banyak banget kan? Aku enggak nyangka kalau akan dapat uang sebanyak ini"ujar Nindy dengan wajah senang.
"Udah masuk semua itu?"tanya Arya setelah tahu nominal yang ada di rekening Nindy.
Nindy mengangguk.
Nindy menjual baju milik nya dengan sistem bayar setengah baru kirim untuk yang lokasi nya jauh atau bisa bertemu langsung untuk yang lokasi nya dekat. Semua baju milik Nindy di jual secara online, Nindy tidak berniat menjual secara offline dengan menyewa tempat karena akan membuang-buang waktu dan uang. Semua baju nya terjual semua tidak tersisa satu pun, kondisi yang masih baru dan di jual dengan harga cukup miring membuat banyak orang yang tertarik untuk membeli baju milik nya.
"Mbak Maya udah kamu tranfer kan?"tanya Nindy memastikan.
"Udah"jawab Arya.
"Kamu tranfer seperti kesepakatan kita kan?"tanya Nindy memastikan lagi.
"Iya Nin, aku tranfer sesuai dengan kesepakatan kita. Dia udah banyak membantu kamu sampai-sampai dia harus tidak masuk kerja selama satu bulan, mana tega aku kurangi, itu hak dia"jawab Arya.
Nindy memang membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan dari mulai mengunggah di media sosial hingga mengirim semua kepada para pembeli dan selama itu pula mbak Maya lah yang membantu Nindy.
Nindy mengangguk.
"Aku suka cara kerja mbak Maya, rapi, cepat, dan sesuai dengan apa yang aku inginkan. Kamu harus pertahanin dia di toko, jarang ada orang yang bekerja sepenuh hati kayak mbak Maya"ujar Nindy.
Arya mengangguk setuju, mbak Maya salah satu karyawan nya yang cukup bagus dan sangat sayang untuk di lepas.
"Nanti kirim laporan pembukuan nya ke aku,kalau udah selesai kamu buat!"suruh Arya.
"Iya, nanti aku kirim kalau udah selesai"jawab Nindy. Semua harus jelas itu yang Arya katakan saat meminta Nindy membut laporan pembukuan, padahal kan tidak perlu juga tidak masalah tapi nama juga Arya, semua harus jelas dalam bentuk laporan, Nindy sih tidak masalah karena yang dulu juga begitu namun Nindy itu malas membuat nya karena semua harus di buat sedetail dan se jelas mungkin tanpa ada yang di kurang-kurangkan atau pun di tambah-tambahkan.
"Nanti mau di tranfer apa kasih cash aja?"tanya Arya. Mengingat mereka akan menyumbangkan uang hasil menjual baju milik Nindy ke beberapa yayasan.
"Tranfer aja biar cepat, kita enggak punya waktu juga karena kesibukan di kampus"jawab Nindy.
"Oke"jawab Arya.
"Nanti aku aja yang tranfer dan urus semua nya, kamu tinggal terima beres aja"lanjut Arya.
Nindy mengangguk saja.
"Ar, kemaren aku lihat di toko ada koleksi baru"ujar Nindy memberi tahu.
"Iya ada, distributor nya juga baru, bulan lalu kita baru bekerja sama dan itu koleksi pertama yang mereka kirim ke toko dan seperti nya banyak yang suka karena kata mas Nara mereka sudah hampir kehabisan stok di gudang"jawab Arya.
"Aku juga suka, pakaian nya lucu terus juga bahan nya adem"ujar Nindy saat mengingat seperti apa pakaian koleksi baru di toko.
Arya langsung menatap Nindy memberi peringatan.
"Iya, enggak beli"ujar Nindy langsung saat mendapat tatapan peringatan dari Arya.
"Kita baru aja selesai menjual baju kamu, jangan numpuk baju lagi"ujar Arya.
"Iya, aku enggak beli kok"ujar Nindy.
"Beli yang lain aja!"suruh Arya.
"Beli tas boleh?"tanya Nindy.
"Boleh"jawab Arya. Toh Nindy tidak memiliki banyak kolesi tas.
"Sepatu?"tanya Nindy.
"Boleh"jawab Arya. Nindy juga tidak memiliki banyak kolesi sepatu, mungkin hanya ada lima atau pun enam pasang,entah itu sepatu biasa atau yang ada hak nya.
"Perhiasan?"tanya Nindy.
"Beli Nin! Beli yang kamu mau! Asal jangan baju lagi kecuali kamu emang butuh pakain baru"suruh Arya.
"Kalau gitu kamu temani aku beli ikat rambut, ikat rambut aku udah habis karena sering ilang"ujar Nindy sambil menatap Arya.
"Lah...enggak jadi beli yang kamu tanyakan tadi?"tanya Arya heran.
Nindy menggeleng.
"Aku belum butuh itu semua, aku lagi butuh ikat rambut"jawab Nindy.
"Kalau gitu kenapa nanya?"tanya Arya makin heran.
"Aku cuma tanya bukan mau beli"jawab Nindy.
"Ayo anterin aku beli"ajak Nindy lalu banun dari duduk nya.
"Sekarang banget?"tanya Arya sambil menatap Nindy dari bawah.
"Iya, sekalian nyari makan malam"jawab Nindy.
"Bilang aja kalau kamu lagi males masak buat makan malam"ujar Arya sambil menatap Nindy lalu bangun dari duduk nya.
"Bukan males tapi aku lagi pengen makan di luar, udah lama kita enggak makan di luar"jawab Nindy.
"Jangan pura-pura, kita kemaren-kemaren sering beli untuk makan karena kamu sibuk sama jualan kamu"ujar Arya mengingatkan Nindy sambil mendorong pelan punggung Nindy menuju kamar.
Nindy tertawa kecil mendengar itu, memang sejak dirinya sibuk dengan jualan nya,kedua nya lebih sering membeli makanan namun sesekali Nindy masak karena sayang bahan makanan di kulkas kalau tidak segera di olah.
Bersambung...
23 Oktober 2024
27 November 2024
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You!!!
Storie d'amoreIni bukan kisah lanjutan Arya dan Nindy setelah anak mereka lahir, ini merupakan kisah Arya dan Nindy setelah lulus SMA. Ini kisah kehidupan Arya dan Nindy di masa kuliah tapi bukan kisah mengenai masa perkuliahan mereka. Kepo enggak sih sama kehidu...
