63.

173 4 1
                                        

Malam ini dua part cukup kan untuk mengobati rasa rindu kalian pada Arya dan Nindy?

Semoga suka ya sama part ini...








Ceklek.

"Masih ingat pulang?"tanya Nindy sambil menatap Arya yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk apartemant.

"Kamu belum tidur?"bukan nya menjawab, Arya malah balik bertanya sambil berjalan mendekati Nindy yang berdiri di dekat sofa.

"Pas banget, ini aku bawa martabak kesukaan kamu"lanjut Arya sambil menunjukan kotak martabak kepada Nindy.

Nindy diam.

"Kita makan martabak yuk"ajak Arya sambil menarik tangan Nindy untuk duduk di sofa.

Setelah kedua nya duduk di sofa, Arya langsung membuka kotak martabak lalu mengambil satu potong.

"Aaaaa...!"suruh Arya sambil mengulurkan tangan nya yang sudah ada sepotong martabak manis ke arah mulut Nindy.

Nindy tidak membuka mulut untuk menerima suapan dari Arya, perempuan itu malah menatap intens wajah Arya.

"Aku tadi antri lama loh...mana aku tadi hampir aja enggak kebagian tapi untung nya ada yang enggak jadi beli"ujar Arya masih dengan posisi yang sama.

Mendengar itu, Nindy pun akhir nya membuka mulut nya lalu melahap martabak yang Arya suapin.

Arya tersenyum melihat Nindy memakan martabak yang di suapi nya.

"Dari mana?"tanya Nindy setelah menelan martabak yang ada di mulut mya.

"Dari rumah mas Nara"jawab Arya.

"Ngapain di sana sampai semalam ini?"tanya Nindy lagi.

"Aku akan jawab semua pertanyaan kamu, tapi sebelum nya izinin aku untuk mandi dulu, udah gerah banget ini"ujar Arya meminta pengetian Nindy.

Nindy menarik nafas panjang lalu tidak lama mengangguk tanda mengizinkan Arya untuk mandi terlebih dahulu.

Arya tersenyum mendapat izin dari Nimdy.

"Sambil nunggu aku mandi, kamu makan dan habiskan martabak nya"ujar Arya.

"Kamu mau buat aku gendut?"tanya Nindy sambil menatap Arya.

Arya tertawa mendengar itu lalu mencubit pelan kedua pipi Nindy dengan gemas.

"Arya...tangan kamu kotor"ujar Nindy sambil menyingkirkan kedua tangan Arya dari pipi nya.

Nindy cemberut sambil membersihkan kedua pipi nya dengan punggung tangan nya

"Kalau aku jerawatan, kamu harus tanggung jawab"ujar Nindy sambil menatap Arya tajam.

"Jangan kan cuma wajah kamu jerawatan, kamu hamil pun aku akan tanggung jawab"ujar Arya sedikit bercanda.

"Mulut nya...kalau bicara jangan asal"ujar Nindy sambil melotot ke arah Arya.

Cup.

"Marah-marah nya nanti lagi, aku mandi dulu"ujar Arya setelah memberi satu kecupan di pipi Nindy.

"Habiskan martabak nya!"suruh Arya.

"Hmm"jawab Nindy dengan bergumam.

Arya pun meninggalkan Nindy untuk pergi mandi.




Ceklek.

"Arya"panggil Nindy setelah membuka pintu kamar mandi.

Mendengar suara Nindy, Arya langsung mematikan keran air.

Only You!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang