Kita perbanyak update dulu sebelum aku tidak punya waktu untuk update....
Ceklek.
"Udah selesai?"tanya Arya saat melihat Nindy masuk ke dalam kamar.
Nindy menggeleng lalu menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur tepat di sebelah Arya yang sedang mengetik sesutu di laptop nya.
"Terus ngapain di sini?"tanya Arya tanpa melihat Nindy.
"Istirahat"jawab Nindy lalu mengambil bantal dan memeluk nya sambil menatap Arya yang kelihatan fokus pada layar laptop nya.
"Mbak Maya kemana?"tanya Arya. Maya adalah salah satu pegawai di toko yang Arya mintai tolong untuk membantu Nindy mem foto baju untuk nanti di unggah di laman sosial media perempuan itu.
"Lagi istirahat juga di luar"jawab Nindy sambil mengubah posisi nya yang tadi nya tiduran menghadap Arya menjadi tiduran menghadap langit-langit atap.
"Terus ngapain kamu di sini? Sana temani mbak Maya!"suruh Arya sambil menatap Nindy.
"Kamu kok ngusir?"tanya Nindy sambil menatap Arya kesal.
"Bukan ngusir tapi enggak sopan ada orang di luar tapi tuan rumah nya malah di dalam kamar kayak gini"jawab Arya menjelaskan.
"Aku kan cuma mau istirahat bentar, aku juga udah pamit dan mbak Maya juga enggak masalah"ujar Nindy.
"Enggak sopan sayang. Sana keluar, temani mbak Maya!"suruh Arya lagi.
"Iiss...kamu mah"ujar Nindy sambil bangun dari tidur nya dengan wajah kesal.
"Sana keluar!"suruh Arya lagi.
"Iya iya, aku keluar"jawab Nindy lalu turun dari tempat tidur dan berjalan keluar dengan kaki yang sedikit di hentak-hentakan tanda perempuan itu kesal.
Arya hanya menggelengkan kepala nya saat melihat sikap Nindy.
Brak.
"Mbak"panggil Nindy pada mbak Maya yang sedang duduk di sofa sambil bermain hp.
"Iya mbak Nindy, kenapa?"tanya mbak Maya sopan karena mau bagaimana pun Nindy adalah isteri dari atasan di mana diri nya kerja sekarang.
"Mau es enggak? Saya mau bikin soal nya"tanya Nindy.
"Boleh mbak"jawab mbak Maya.
"Oke"ujar Nindy lalu perempuan itu berjalan menuju dapur untuk membuat es.
Karena Nindy tidak mau ribet jadi perempuan itu memilih membuat es sirup.
Selesai membuat dua gelas es sirup, Nindy langsung membawa nya ke depan di mana mbak Maya berada.
"Ini mbak"ujar Nindy sambil memberikan segelas es sirup pada mbak Maya.
"Makasih mbak"ujar mbak Maya sambil mengambil gelas yang Nindy berikan.
Nindy mengangguk lalu duduk di karpet dan itu membuat mbak Maya juga ikutan duduk di karpet.
"Duduk di atas aja enggak papa mbak"ujar Nindy.
"Di sini aja mbak, enggak papa"jawab mbak Maya.
Nindy hanya mengangguk lalu meminum es nya.
Ceklek.
"Sayang"panggil Arya.
"Kenapa?"tanya Nindy saat Arya sudah berdiri di dekat nya.
"Makanan nya udah sampai"ujar Arya memberi tahu.
"Terus?"tanya Nindy.
"Ambil sana!"suruh Arya sambil memberikan uang pada Nindy.
"Kamu aja yang ambil, aku capek"ujar Nindy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You!!!
RomansaIni bukan kisah lanjutan Arya dan Nindy setelah anak mereka lahir, ini merupakan kisah Arya dan Nindy setelah lulus SMA. Ini kisah kehidupan Arya dan Nindy di masa kuliah tapi bukan kisah mengenai masa perkuliahan mereka. Kepo enggak sih sama kehidu...
