Aku gemas sama part ini...jadi aku update malam ini aja...semoga suka ya kalian...
Ceklek.
"Mau kemana rapi gini?"tanya Nindy saat melihat Arya sudah rapi seperti akan pergi.
"Aku mau ketemu mas Nara buat bahas masalah toko cabang, habis itu aku mau ketemu papa sama arsitek buat bahas masalah desain rumah"jawab Arya sambil menatap Nindy.
"Ini hari libur loh Ar, kamu enggak mau gunain buat istirahat aja? Satu minggu ini kita sibuk ngurusin tugas kuliah, kamu enggak capek apa? "ujar Nindy.
Satu minggu kemaren adalah satu minggu yang sibuk untuk Arya dan Nindy, bahkan mereka tidak memiliki banyak waktu hanya untuk sekedar mengobrol sebentar.
"Capek itu pasti Nin, tapi aku cuma punya waktu hari ini aja"jawab Arya.
Nindy menghela nafas panjang.
"Aku enggak papa, kamu tenang aja"ujar Arya mencoba meyakin kan Nindy bila diri nya baik-baik saja.
"Sayang...plis, batalin ya. Jangan kayak gini, aku enggak suka. Kamu bisa sakit kalau kayak gini terus"ujar Nindy mencoba membujuk Arya.
Arya berjalan mendekati Nindy.
"Maaf sayang...aku enggak bisa. Udah ya, kamu percaya sama aku, aku akan baik-baik aja"ujar Arya sambil mengusap sebelah pipi Nindy dengan lembut.
"Kalau kamu enggak enak batalin, biar aku aja yang ngomong sama mas Nara dan papa"ujar Nindy sambil menatap wajah Arya..
"Bukan itu masalah nya sayang, tapi..."
"Tapi apa? Kamu jangan kayak gini dong"ujar Nindy memotong perkataan Arya.
"Sayang ayolah...jangan ajak aku debat"ujar Arya.
"Siapa yang ngajak kamu debat? Aku cuma minta batalin janji kamu dan istirahat untuk hari ini, hari ini aja kamu istirahat, terserah kalau besok kamu mau sibuk lagi"ujar Nindy.
"Aku enggak bisa Nin"ujar Arya.
"Kenapa?"tanya Nindy tidak paham dengan Arya.
"Aku enggak ada waktu buat ladenin kamu, aku harus pergi sekarang, mas Nara udah nungguin aku"ujar Arya lalu berjalan menuju meja rias untuk mengambil dompet dan kunci mobil nya.
"Arya...kamu enggak mau dengerin aku?"tanya Nindy.
Arya tidak menjawab.
"Arya"panggil Nindy sambil berjalan mendekati Arya.
"Nindy...plis"ujar Arya sambil menatap wajah Nindy.
"Apa?"tanya Nindy sambil balik menatap wajah Arya.
"Dengerin aku!"suruh Arya sambil menatap wajah Nindy dengan serius.
"Dengerin apa? Ha...apa? Apa yang harus aku dengerin?"tanya Nindy dengan nada sedikit emosi.
Arya memejamkan mata nya guna meredam amarah nya.
"Kamu yang harus dengerin aku, aku cuma minta kamu untuk tetap di sini, istirahat Arya istirahat. Kamu butuh istirahat"ujar Nindy dengn nada emosi nya.
"Aku pergi"ujar Arya. Cowok itu memilih tidak meladeni Nindy karema Arya takut lepas kendali dan berakhir menyakiti Nindy.
"Kamu tetap mau pergi? Kamu enggak mau dengerin aku?"tanya Nindy.
Arya tidak menjawab,cowok itu memilih berjalan meninggalkan Nindy.
"Arya"panggil Nindy.
"Kalau kamu tetap pergi, aku bakalan marah ya sama kamu"ujar Nindy mengancam saat Arya akan keluar dari dalam kamar.
Bukan nya berhenti, Arya memilih tetap melanjutkan langkah nya untuk keluar dari kamar.
"Arya"panggil Nindy.
"Arya...aku marah sama kamu"ujar Nindy.
"Enggak usah pulang sekalian kamu, tidur sana di toko atau di mana terserah kamu, aku enggak peduli sama kamu lagi"lanjut Nindy dengan penuh emosi.
Nindy begitu kesal dan marah dengan Arya. Cowok itu tidak tahu apa, kalau dirinya begitu khawatir dengan kesehatan nya.
Ceklek.
Gelap, satu kata yang menggabarkan keadaan unit apartemant nya sekarang. Tidak ada satu pun lampu yang menyala, entah di dapur atau pun di ruang tv sekaligus.
Arya meraba dinding untuk mencari saklar lampu.
Clak.
Lampu utama pun menyala.
Hampir tengah malam dan sudah di pastikan bila Nindy sudah tidur duluan.
Ngomong-ngomong tentang Nindy, sejak perdebatan pagi tadi, baik Nindy maupun Arya sama-sama tidak ada yang saling mengabari bahkan sekedar mengirim pesan singkat saja tidak. Bukan Arya tidak mau berinisiatif untuk mengabari duluan namun sejak pagi diri nya terlalu sibuk sampai tidak ada waktu untuk sekedar membuka hp dan baru semua pekerjaan nya selesai, Arya baru membuka hp dan tidak menemukan satu pun pesan atau pun panggilan masuk dari Nindy.
Arya tidak langsung menuju kamar, namun cowok itu memilih untuk duduk di sofa untuk mengistirahatkan tubuh nya sebentar.
Lelah satu kata yang sedang Arya rasakan sekarang, seharian ini Arya begitu sibuk, selain mengurus masalah pembangunan rumah dan toko, Arya juga harus menyelesaikan tugas kuliah tambahan.
Ceklek.
Arya langsung membalikan badan nya saat mendengar suara pintu terbuka.
"Ngapain pulang? Kenapa enggak sekalian aja tidur di toko?"tanya Nindy tanpa ekpresi.
Arya menghela nafas saat mendengar pertanyaan dari Nindy.
"Jangan mulai Nin"ujar Arya memperingati Nindy untuk tidak memancing perdebatan di malam ini.
Nindy tidak menjawab, perempuan itu memilih berjalan menuju dapur.
Nindy tidak tahu bila Arya sudah pulang, perempuan itu tadi nya sudah tidur dan terbangun karena haus dan saat membuka pintu perempuan itu cukup terkejut karena mendapati Arya yang sudah ada di unit apartemant.
Setelah mengambil air minum, Nindy langsung membawa nya ke kamar tanpa berniat menemui Arya untuk hanya sekedar bertanya apakah Arya sudah makan atau belum.
Brak.
Arya memejam kan mata nya saat mendengar suara pintu tertutup.
Merasa sudah cukup, Arya langsung bangun dari duduk nya dan berjalan menuju kamar.
Ceklek.
Arya bersyukur Nindy tidak mengunci dan membiarkannya tidur di luar malam ini.
Arya menutup pintu dengan perlahan karena seperti nya Nindy sudah tidur.
Arya langsung bersih-bersih karena badan nya cukup lengket akibat kegiatan nya seharian ini yang cukup padat.
Selesai bersih-bersih Arya langsung membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur yang kosong tepat di samping Nindy yang tidur membelakangi nya.
Arya tatap punggung Nindy dengan pandangan sesal, Arya akui bila diri nya salah dan Nindy berhak untuk marah pada nya.
Dengan perlahan Arya tangan Arya bergerak untuk memeluk tubuh Nindy dari belakang.
Nindy tidak menolak namun juga tidak menerima, perempuan itu hanya diam saat Arya memeluk dari belakang. Arya tidak tahu apakah Nindy sudah tidur atau belum, yang diri nya tahu adalah Nindy tidak menolak saat diri nya memeluk dari belakang seperti ini.
"Maaf"ujar Arya pelan sambil mengecup pelan bahu Nindy.
Tidak ada balasan, seperti nya benar Nindy sudah tidur.
"Maaf sayang"ujar Arya lagi sambil memepererat pelukan nya pada tubuh Nindy.
Malam ini biar kan Arya memeluk tubuh Nindy dari belakang.
Bersambung...
26 Desember 2024
10 Februari 2025
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You!!!
RomanceIni bukan kisah lanjutan Arya dan Nindy setelah anak mereka lahir, ini merupakan kisah Arya dan Nindy setelah lulus SMA. Ini kisah kehidupan Arya dan Nindy di masa kuliah tapi bukan kisah mengenai masa perkuliahan mereka. Kepo enggak sih sama kehidu...
