Semoga kalian suka sama part ini ya....
Nindy terus memandangi wajah Arya yang tengah fokus pada layar laptop nya.
"Arya"panggil Nindy pada Arya yang sedang fokus pada laptop nya.
"Hmm"Arya hanya berdehem guna menjawab panggilan Nindy tapi cowok itu sama sekali tidak mengalihkan mata nya dari layar laptop.
"Arya"panggil Nindy lagi.
"Apa Nin?"tanya Arya tanpa melihat Nindy.
"Lihat aku!"suruh Nindy karena kesal dengan Arya yang begitu fokus pada layar laptop nya.
"Kenapa?"tanya Arya sambil menatap Nindy.
"Kamu sayang aku enggak?"tanya Nindy langsung.
Arya mengerutkan kening nya heran saat mendengar pertanyaan Nindy.
"Arya iihhh...jawab pertanyaan aku dong!"suruh Nindy saat Arya tidak kunjung menjawab.
"Kamu sayang aku enggak?"tanya Nindy lagi.
"Sayang"jawab Arya sambil mengangguk.
Nindy mengangguk-anggukan kepala setelah mendengar jawaban Arya.
"Arya"panggil Nindy lagi setelah beberapa menit berlalu.
"Apa Nin?"tanya Arya tanpa melihat Nindy.
"Kamu beneran sayang kan sama aku?"tanya Nindy.
Jika Nindy sudah bertanya dua kali dengan pertanyaan yang sama, pasti ada sesuatu yang mengganjal di hati nya.
Arya langsung menaruh laptop nya di samping badan nya.
"Kamu lagi mikirin apa?"tanya Arya sambil menatap Nindy yang duduk di depan nya.
Nindy menggeleng.
"Jangan di pendam, cerita kalau itu mengganggu kamu"ujar Arya.
"Satu minggu lagi pernikahan kita udah mau satu tahun, apa kamu ada rasa sesal menikahi aku?"
"Apa menurut kamu, aku udah jadi isteri yang baik selama ini?"
"Kayak nya kamu harus kurangi scroll tiktok deh Nin"ujar Arya.
"Arya jawab dulu pertanyaan aku!"suruh Nindy saat Arya bukan nya menjawab pertanyaan nya malah mengatakan hal lain.
" Jadi diri sendiri udah cukup untuk aku"ujar Arya menjawab pertanyaan Nindy.
"Mana hp kamu?"tanya Arya.
"Buat apa?"tanya Nindy tidak paham.
"Aku mau hapus aplikasi tiktok di hp kamu, keseringan scroll tiktok bikin kamu sering overthinking enggak jelas"jawab Arya.
"Jangan dong Ar, aku butuh scroll tiktok untuk hiburan"ujar Nindy tidak setuju.
"Hiburan apaan? Overthinking terus yang ada"ujar Arya sedikit menyindir.
Ini bukan pertama kali nya Nindy overthinking dan juga bukan pertama kali nya Arya harus meyakinkan Nindy.
"Daripada overthinking enggak jelas mending kamu nonton film aja"ujar Arya lalu mengambil laptop nya.
"Pilih sendiri mau nonton apa!"suruh Arya sambil memberikan laptop nya kepada Nindy.
Nindy pun memilih-milih film yang ingin di tonton nya.
Setelah memilih-milih akhir nya Nindy menjatuhkan pilihan nya pada film horor.
Sebelum menonton, Nindy memilih berpindah posisi menjadi di sebelah Arya.
Arya yang tengah menatap layar hp langsung menatap Nindy saat perempuan itu duduk di sebelah nya.
"Kenapa?"tanya Arya.
Nindy menggeleng lalu menunjukan layar laptop nya pada Arya.
Arya mengangguk setelah membaca judul film yang akan Nindy tonton.
Setelah merasa posisi nya nyaman dan aman, Nindy segera memutar film nya.
Awal nya Nindy biasa saja saat menonton namun lama-lama perempuan itu merasa takut apalagi saat suara-suara seram mulai muncul, entah kenapa suasana di sekitar nya menjadi seram.
Nindy pun semakin merapat kan tubuh nya lebih dekat ke Arya saat film memasuki pertengahan.
"Kenapa lagi kamu?"tanya Arya saat Nindy semakin menempel pada tubuh nya.
"Takut aku"jawab Nindy sambil menatap Arya.
"Kalau takut jangan di tonton, ganti aja!"suruh Arya.
Nindy menggeleng.
"Nanggung kalau ganti"jawab Nindy.
"Terserah kamu Nin"ujar Arya lalu kembali fokus pada layar hp nya dan membiarkan Nindy tetap menempel pada tubuh nya.
"AAaaaaa..."Nindy berteriak saat hantu muncul secara tiba-tiba.
"Astaga, ngagetin aja kamu"ujar Arya sambil mengusap dada nya karena terkejut mendengar teriakan Nindy.
"AAaaa...Arya hantu nya serem"ujar Nindy sambil menyembunyikan wajah nya di dada Arya karena ketakutan.
"Ck..."Arya berdecak kesal lalu menghentikan film nya.
"Udah enggak usah di tonton lagi"ujar Arya.
"Tapi seru Ar"ujar Nindy sambil menatap wajah Arya dari bawah.
"Terserah kamu lah Nin"ujar Arya lalu cowok itu melepaskan kedua tangan Nindy yang berada di kedua sisi pinggang nya.
"Mau kemana?"tanya Nindy saat Arya akan turun dari tempat tidur.
"Ambil minum"jawab Arya sambil menatap Nindy.
"Ikut"ujar Nindy lalu beranjak turun dari tempat tidur.
"Ngapain ikut? Aku cuma ambil minum sebentar"tanya Arya heran.
"Takut"ujar Nindy pelan sambil menatap wajah Arya.
"Takut apaan?"tanya Arya.
"Hantu"jawab Nindy.
"Enggak ada hantu Nin"ujar Arya.
"Ada Arya"ujar Nindy.
"Mana?"tanya Arya.
"Eemm...pokok nya ada, aku kan bukan indigo yang bisa lihat hantu"jawab Nindy.
Arya tidak menanggapi lagi perkataan Nindy, cowok itu memilih berjalan keluar dari kamar.
Nindy langsung memegang baju belakang Arya saat cowok itu berjalan.
"Nin, jangan di tarik baju aku"ujar Arya saat Nindy menarik baju nya terlalu kencang.
"Kamu jalan nya jangan cepat-cepat dong"ujar Nindy.
"Sini! Kamu jalan di depan aku aja!"suruh Arya sambil menarik tangan Nindy agar berjalan di depan nya.
Walaupun Nindy berjalan di depan Arya, namun tangan perempuan itu masih saja memegang baju Arya bagian depan.
Arya membiarkan Nindy memegang baju depan nya sampai mereka sampai di dapur.
Sampai di dapur, Arya langsung mengambil gelas dan menuang air ke dalam nya.
"Ar mau"ujar Nindy yang kini sudah duduk di kursi meja makan.
"Nih, ambil sendiri!"ujar Arya sambil memberikan gelas kosong pada Nindy.
Nindy mengambil gelas kosong yang Arya berikan lalu mengisi nya dengan air.
Bersambung...
30 Maret 2024
21 April 2024
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You!!!
RomansaIni bukan kisah lanjutan Arya dan Nindy setelah anak mereka lahir, ini merupakan kisah Arya dan Nindy setelah lulus SMA. Ini kisah kehidupan Arya dan Nindy di masa kuliah tapi bukan kisah mengenai masa perkuliahan mereka. Kepo enggak sih sama kehidu...
