35.

211 9 0
                                        

Nyambung enggak sih ini? Aku tuh kadang mikir kalau ini enggak nyambung tapi sayang kalau enggak aku publis karena waktu ngetik ini, aku kerahkan semua isi otak ku...maaf agak lebay tapi itu nyata...








"Arya"panggil Nindy.

"Kenapa?"tanya Arya sambil menatap Nindy yang kini sudah duduk di samping nya.

"Aku enggak masak"ujar Nindy.

"Aku selesaiin kerjaan dulu bentar, baru kita keluar cari makan malam"ujar Arya menatao Nindy sekilas lalu kembali menatap layar laptop nya.

Nindy tersenyum senang karena Arya sangat peka.

Sekitar dua puluh menit waktu yang Arya butuhkan untuk menyelesaikan kerjaan nya, kini kedua nya sedang bersiap-siap untuk keluar mencari makan malam.

"Naik motor aja ya"ujar Nindy setelah memakai cardigan untuk menutupi piama tidur nya.

"Dingin Nin"ujar Arya.

"Naik mobil ribet Ar, mending naik motor aja, lagi pula pasti kita akan kejebak macet kalau naik mobil"ujar Nindy membujuk Arya.

Arya menghela nafas panjang. Nindy benar, tidak menutup kemungkinan mereka akan terjebaj macet mengingat sekarang adalah malam nya para kaum bucin menghabiskan waktu di luar.

"Ganti pakai jaket sana!"suruh Arya setelah memikirkan nya.

Nindy langsung mengangguk senang dan langsung mengganti kardigan nya dengan jaket yang cukup tebal.

"Mau makan apa?"tanya Arya sambil memberikan helm pada Nindy.

"Sate"jawab Nindy. Perempuan itu sudah memikirkan menu makanan apa untuk malam ini, jadi tidak ada jawaban 'terserah' yang keluar dari mulut Nindy.

Arya mengangguk lega karena tidak mendapat jawaban keramat para perempuan.

"Ar"panggil Nindy setelah duduk di jog belakang motor Arya.

"Apa?"tanya Arya sambil menatap wajah Nindy lewat kaca spion.

"Ini hari apa?"tanya Nindy.

"Sabtu"jawab Arya.

"Malam minggu kan berarti?"tanya Nindy.

"Langsung ke inti nya aja kenapa sih Nin, jangan berbelit-belit"ujar Arya. Bukan tidak paham hanya saja Arya tidak suka Nindy berbelit-belit, tinggal langsung ngomong mau nya apa kan simpel.

"Ya lagian kamu, malam minggu masih aja ngurusin kerjaan bukan nya ajak aku keluar buat malam mingguan kayak pasangan lain"ujar Nindy sedikit cemberut.

"Ini bukan malam minggu pertama kita Nin"ujar Arya lalu menjalankan motor nya.

"Iya tahu, tapi kan jarang kita keluar malam mingguan"ujar Nindy.

Ya kalau di ingat-ingat mereka memang jarang keluar malam mingguan tapi memang harus ya keluar malam mingguan di saat mereka bisa jalan di malam-malam lain nya.

"Yaudah, kamu mau jalan kemana? Aku turutin"tanya Arya.

"Terserah"jawab Nindy. Nah kan keluar juga kata itu dari mulut Nindy.

"Kita nyari makan malam dulu sambil kamu mikirin mau malam mingguan kemana"ujar Arya pada akhir nya. Arya malas memikirkan tempat mana yang harus mereka datangi untuk menghabiskan malam minggu ini.

Nindy mengangguk setuju.

"Udah tahu mau kemana?"tanya Arya sambil menatap Nindy yang sedang menatap abang tukang sate yang sedang membakar daging sate pesanan mereka.

Nindy menggeleng. Bingung juga mau kemana, ke mall? Udah terlalu sering, ke taman kota? Di sana pasti ramai dan Nindy terlalu malas berdesak-desakan.

"Pulang aja lah Nin, kita malam mingguan di kamar aja"ujar Arya sambil menaik turunkan sebelah alis nya.

"Itu sih mau kamu"ujar Nindy sambil menatap Arya sinis.

"Aku mau nya malam minggu ini kita jalan-jalan"ujar Nindy.

"Di kasih yang enak malah enggak mau"ujar Arya heran.

"Enak buat kamu, capek buat aku"ujar Nindy menatap Arya sedikit sinis. Perempuan itu tahu maksud Arya, bukan nya menolak tapi Nindy ingin jalan-jalan kayak pasangan lain pas malam minggu gini.

"Muter-muter pakai motor sambil nyari jajanan aja"ujar Arya memberi saran. Hanya itu yang terlintas di kepala nya, pasti di pinggir jalan banyak penjual jajanan.

"Ide bagus"ujar Nindy menyetujui. Beli jajanan adalah hal yang Nindh suka.

"Sekarang makan!"suruh Arya karena dua porsi sate sudah ada di meja mereka sekarang.

Nindy mengangguk lalu kedua nya makan dengan diam.

Selesai makan,Arya benar-benar membawa Nindy memutari jalanan untuk mencari jajanan pinggir jalan, bukan hanya membeli satu tapi ada lima jajanan yang Nindy beli dan itu mengharuskan Arya sering berhenti karena letak yang jualan cukup jauh satu sama lain.

Selesai membeli jajanan, kedua nya langsung pulang karena hari semakin malam dan juga dingin.

"Senang?"tanya Arya saat kedua sudah berada di dalam unit apartemant.

Nindy mengangguk senang.

"Enggak sabar mau makan semua ini sambil nonton film"ujar Nindy dengan wajah senang.

Arya ikutan tersenyum melihat betapa senang nya Nindy. Kan...cuma begini aja Nindy udah senang dan bahagia banget.

Nindy langsung membawa semua jajanan nya ke kamar, perempuan itu ingin memakan sambil menonton film di kamar.

Arya sendiri memilih berjalan ke dapur untuk membuat minuman untuk nya dan Nindy.

Ceklek.

"Arya sini!"suruh Nindy sambil menepuk tempat kosong di sebelah nya.

Arya langsung berjalan mendekati Nindy yang duduk di karpet dengan laptop yang ada di pangkuan nya.

Arya duduk di sebelah Nindy setelah menaruh dua cangkir berisi es coklat di dekat jajanan Nindy.

"Mau nonton apa kita malam ini?"tanya Nindy sambil menggulir layar laptop untuk mencari judul film yang bagus.

"Terserah kamu"jawab Arya. Apapun film yang Nindy pilih akan dirinya tonton.

"Mau Indo apa luar?"tanya Nindy.

"Kalau bisa indo aja, banyak yang bagus juga"jawab Arya memberi saran.

Nindy mengangguk lalu mencari film Indo yang bagus.

"Film horor gimana?"tanya Nindy saat menemukan satu judul film horor yang sedang buming akhir-akhir ini.

"Enggak"jawab Arya langsung tanpa berfikir dulu.

"Kenapa?"tanya Nindy menatap Arya heran.

"Terakhir nonton film horor, kamu sampai enggak bisa tidur karena terbayang-bayang"jawab Arya. Cowok itu ingat sekali waktu itu sehabis Nindy menonton film horor, Nindy tidak bisa tidur karena terus terbayang-bayang wajah hantu di dalam film itu.

"Tapi ini horor komedi, jadi enggak terlalu seram"ujar Nindy sambil menujukan sinopsis film itu.

"Enggak ada Nin, yang lain aja!"jawab Arya.

"Oke lah"ujar Nindy pada akhir nya lalu mencari judul film lain.

"Ini gimana?"tanya Nindy sambil menunjukan judul film.

Arya menatap judul film yang ada di layar laptop.

"Boleh"jawab Arya. Film pilihan Nindy kali ini tidak terlalu buruk.

Nindy pun langsung memutar film itu dan mereka pun menonton sambil memakan jajanan yang tadi di beli tapi seperti nya hanya Nindy yang makan karena Arya lebih fokus pada film dan akan makan jika Nindy yang menyuapi nya.





Bersambung...

10 Oktober 2024
23 Oktober 2024

Only You!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang