56.

166 5 21
                                        

Ini pendek tapi part ini udah mentok aku...semoga suka ya...







Ceklek.

"Masih ingat pulang?"tanya Nindy saat Arya baru saja masuk ke dalam kamar.

Arya hanya menghela nafas pelan sambil berjalan menuju meja untuk menaruh tas nya.

"Kamu emang benar-benar enggak mau dengerin aku apa?"tanya Nindy.

"Arya"panggil Nindy saat Arya tidak menanggapi pertanyaan nya dan malah memilih berjalan menuju lemari untuk mengambil baju ganti.

"Arya"panggil Nindy lagi.

"Kamu bisa diam enggak!Aku lagi pusing mikirin masalah toko, jangan kamu tambahin dengan ajak aku debat kayak gini, bisa?"ujar Arya sambil menatap Nindy tajam. Hari ini cukup melelahkan untuk Arya dan dirinya pulang ingin mengistirahatkan otak dan badan nya bukan untuk berdebat dengan Nindy.

Brak.

Setelah mengatakan itu, Arya langsung masuk ke dalam kamar mandi.

Nindy tatap pintu kamar mandi dengan perasaan campur aduk.

Nindy tidak tahu masalah apa yang sedang Arya hadapi sekarang. Apakah seserius itukah sampai membuat Arya pulang selarut ini.

Ceklek.

Nindy langsung menatap Arya saat cowok itu baru saja keluar dari kamar mandi dan Arya juga balik menatap nya namun hanya sebentar.

Nindy terus memperhatikan apa yang sedang Arya lakukan, mulai dari cowok itu mengisi daya hp nya, lalu cowok itu berjalan mendekati tempat tidur.

"Mau kemana?"tanya Nindy saat Arya mengambil bantal yang berada di sisi lain tempat tidur nya.

"Malam ini aku tidur di luar, aku sedang tidak ingin berdebat dengan kamu malam ini"jawab Arya lalu berjalan keluar dari kamar sambil membawa bantal nya.

Brak.

Arya langsung menghela nafas panjang sambil memejam kan mata nya. Bukan Arya marah pada Nindy hanya saja menghindar untuk sementara waktu adalah pilihan yang tepat, mood nya sedang tidak baik dan itu membuat nya takut lepas kendali bila Nindy terus memancing perdebatan dengan nya.

Sedang kan di dalam kamar, Nindy merasa sedih dengan sikap Arya malam ini, diri nya lelah dengan situasi ini namun Arya terus saja membuat nya kesal dan khawatir.





Pagi-pagi sekali Nindy sudah berkutik di dapur untuk membuat sarapan, hari ini Arya ada kelas pagi maka dari itu dirinya langsung membuat sarapan untuk Arya, sedangkan dirinya hari ini hanya ada satu kelas itu pun siang dan juga di lakukan secara daring.

"Aku berangkat ke kampus dulu"ujar Arya sambil berdiri tidak jauh dari tempat Nindy berdiri sambil memasang jam tangan di pergelangan tangan sebelah kiri nya.

"Sepagi ini? Enggak nunggu sarapan dulu? Ini aku lagi buat sarapan buat kamu"tanya Nindy sambil menatap Arya.

"Kelas nya di majuin, maka nya aku berangkat sekarang. Buat sarapan, nanti aku bisa sarapan di kampus"jawab Arya.

Arya pun berjalan mendekati Nindy.

"Aku barangkat"ujar Arya sambil mengulurkan tangan nya pada Nindy.

"Tangan aku kotor"ujar Nindy sambil menunjukan kedua tangan nya yang kotor terkena tepung.

Arya mengangguk paham lalu memajukan wajah nya ke arah kening Nindy untuk mencium nya namun belum bibir Arya menyentuh kening Nindy, perempuan itu langsung menghindar dengan menggeser tubuh nya menjauh dari Arya.

Arya menghela nafas pelan mendapat respon tidak mengenakan dari Nindy.

"Aku berangkat"ujar Arya.

Nindy mengangguk.

"Hati-hati"ujar Nindy.

"Asalamualaikum"salam Arya.

"Waalaikumsalam"jawab Nindy.

Setelah kepergian Arya, Nindy langsung menghentikan kegiatan nya yang sedang membaluri ayam dengan adonan tepung lalu mematikan kompor.

Nindy sudah tidak mood lagi, perempuan itu memilih langsung membereskan semua dan menyimpan ayam dan juga adonan nya ke dalam kulkas.

Setelah membereskan dapur, Nindy langsung pergi mandi. Hari ini Nindy ingin berkunjung ke rumah kedua orang tua nya, bukan mengadu tapi diri nya kangen dengan kedua orang tua nya dan semoga setelah bertemu mereka suasana hati nya akan lebih baik.



"Kenapa?"tanya bunda Irma sambil mengusap lengan Nindy yang duduk di sebelah nya sambil bersandar di bahu nya.

Bunda Irma merasa heran karena Nindy datang-datang langsung duduk di sebelah nya sambil bersandar dan tidak lupa wajah Nindy yang terlihat murung.

Nindy menggeleng.

"Enggak papa"jawab Nindy.

"Arya mana? Kok kamu datang sendiri ke sini?"tanya bunda Irma.

"Di kampus"jawab Nindy.

"Ke sini udah bilang Arya belum?"tanya bunda Irma.

Nindy menggeleng.

"Jangan gitu, kalau pergi-pergi harus kabarin dulu Arya nya"ujar bunda Irma menasehati.

"Nanti Nindy kabari"ujar Nindy.

"Kamu sama Arya lagi berantem?"tanya bunda Irma.

Nindy diam sebentar lalu tidak lama perempuan itu menggeleng.

"Terus kenapa tiba-tiba ke sini, mana muka nya murung gini?"tanya bunda Irma.

"Nindy kangen bunda sama ayah maka nya ke sini"jawab Nindy.

"Kalau mau cerita bunda akan dengerin"ujar bunda Irma.

Nindy mengangguk.

"Nindy sama Arya baik-baik aja kok bun"ujar Nindy meyakin kan.

Bunda Irma mengangguk, perempuan itu tidak akan memaksa Nindy untuk bercerita lebih jauh lagi karena perempuan itu yakin Nindy dan Arya punya privasi dan pasti kedua nya bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri.

"Kamu ada kelas enggak hari ini?"tanya bunda Irma.

"Ada tapi masih nanti siang, itu pun daring"jawab Nindy.

Setelah nya kedua nya saling diam, bunda Irma fokus menatap layar tv sambil tangan nya terus mengusap lengan Nindy dengan lembut, sedangkan Nindy, perempuan itu memilih memejamkan mata dan menikmati usapan tangan bunda Irma di lengan nya.


Bersambung....



30 Desember 2024
15 Maret 2025

Only You!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang